Sistem VAR Premier League Rusak, Waktunya Beralih ke Sistem Challenge

Sistem VAR di Premier League semakin memburuk dengan catatan 54 kesalahan musim ini. Mengadopsi sistem 'Challenge' ala kriket dinilai sebagai solusi terbaik.

- Advertisement -

LONDON, OneSportsID – Mari kita bicara jujur. Keberadaan Video Assistant Referee (VAR) dengan formatnya saat ini justru merusak keseruan menonton sepak bola.

Angka-angka membuktikannya, para penggemar merasakannya, dan berbagai insiden di musim ini membuat kita sulit untuk membantahnya.

Hingga saat ini, tercatat ada 54 kesalahan yang dikonfirmasi dilakukan oleh wasit dan VAR di Premier League, dibandingkan dengan 44 kesalahan pada periode yang sama musim lalu.

Ini bukanlah sistem yang sedang membaik; ini adalah sistem yang makin memburuk namun terus mengklaim kepada publik bahwa mereka telah mengalami kemajuan.

Masalah utama VAR bukanlah pada teknologinya. Masalahnya adalah tidak ada satu pun pihak yang benar-benar bermain di lapangan yang berhak memutuskan kapan teknologi itu digunakan.

Semuanya murni berada di tangan ofisial yang tidak terlihat, tidak akuntabel, dan menerapkan aturan secara tidak konsisten.

Data Kesalahan yang Fatal

Panel Key Match Incidents (KMI) milik Premier League sendiri telah mengonfirmasi 54 kesalahan sejauh musim ini.

- Advertisement -

Rinciannya: 25 kesalahan di lapangan, 15 kegagalan intervensi VAR, 11 keputusan kartu kuning kedua yang keliru, dan 18 total kesalahan VAR.

Angka 18 ini sangat memberatkan, karena kita sudah menyamai seluruh jumlah kesalahan musim lalu padahal musim ini masih menyisakan seperempat pertandingan.

Ironisnya, badan pengawas wasit (PGMOL) masih menyebut bahwa tren secara umum positif.

Menyebut kenaikan error sebesar 23% sebagai sebuah “kemajuan” adalah alasan mengapa tingkat kepercayaan publik terhadap sistem ini sangat rendah.

Satu Wasit, Kasus Sama, Keputusan Berbeda

Jika Anda butuh satu contoh untuk merangkum betapa kacaunya sistem saat ini, kasus Paul Tierney dan insiden tarik rambut adalah studi kasus terbaik.

Pada 13 April tahun ini, Manchester United melawan Leeds. Lisandro Martinez terlibat duel udara dan terjadi insiden tarik rambut sesaat.

VAR mengintervensi, Tierney melihat monitor, dan Martinez dikartu merah. Namun, lima hari sebelumnya, Tierney memimpin laga Fulham vs Brentford.

Pemain Brentford Dango Ouattara menarik rambut Calvin Bassey. Pelanggaran yang sama, wasit yang sama.

Namun, VAR meninjaunya dan tidak mengambil tindakan apa pun. Tidak ada kartu merah.

Begitu juga dengan John Brooks yang bertugas sebagai wasit VAR. Ia mengirim Martinez keluar karena tarikan rambut yang tidak disengaja.

- Advertisement -

Namun dalam laga Arsenal vs Manchester City, ketika Gabriel mengarahkan kepalanya ke arah Erling Haaland dalam gerakan menyerupai headbutt (sundulan), wasit di lapangan hanya memberi kartu kuning, dan Brooks di ruang VAR memilih diam.

Ini bukanlah sistem yang menerapkan aturan secara konsisten. Ini adalah sistem yang membuat aturannya sendiri di tengah jalan tanpa akuntabilitas.

Bukan Hanya Masalah Satu Klub

Masalah ini menjangkiti semua klub. KMI mengonfirmasi bahwa pada rentang jadwal 14-16 Maret saja, ada tiga penalti yang seharusnya diberikan tetapi diabaikan.

Arsenal berhak mendapat penalti melawan Everton, insiden tarikan Reece James (Chelsea) terhadap Malick Thiaw diabaikan, dan pelanggaran terhadap Kevin Schade (Brentford) di kotak terlarang lewat begitu saja.

Dalam ketiga kasus tersebut, VAR melihat insidennya dan secara sepihak memutuskan bahwa pelanggaran tersebut “tidak memenuhi ambang batas” untuk intervensi.

Solusi: Terapkan Sistem “Challenge” Ala Kriket

Olahraga kriket telah memecahkan masalah ini sejak lama dengan Decision Review System (DRS). Setiap tim mendapat dua kesempatan challenge per pertandingan.

Jika challenge berhasil dan keputusan diubah, jatah challenge tetap utuh. Jika gagal, jatah tersebut hangus. Keputusan dibuat oleh wasit ketiga secara transparan.

Sepak bola harus melakukan hal yang sama. Begini cara kerjanya:

  • Setiap kapten tim memiliki waktu 15 detik setelah insiden untuk meminta challenge.
  • Jika mereka menggunakan challenge, wasit ketiga (bukan wasit di lapangan) yang akan melihat tayangan ulang dan membuat keputusan akhir.
  • Wasit di lapangan tidak perlu berlari lambat ke monitor atau membuat drama di pinggir lapangan. Wasit ketiga yang memutuskan. Selesai. Lanjutkan pertandingan.

Sistem ini memindahkan beban dan tanggung jawab. VAR tidak perlu lagi memantau setiap detik pertandingan dan kebingungan menentukan mana yang layak diintervensi dan mana yang tidak. Tim yang bermainlah yang menentukan apa yang ingin mereka tinjau.

Karena jatahnya hanya dua, pemain tidak akan membuang-buangnya untuk pelanggaran 50/50 atau sekadar membuang waktu.

- Advertisement -

Sepak bola tidak perlu menghapus VAR, olahraga ini hanya perlu berhenti membiarkan VAR berjalan tanpa kendali. Dua challenge.

Wasit ketiga. Keputusan transparan. Ini tidak rumit, dan kriket sudah membuktikan bahwa sistem ini berhasil.

- Advertisement -

Tambahkan One Sports sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak Artikel kami.

Berita Terkait

Mingguan

Prediksi Final Liga Champions PSG vs Arsenal: Ambisi Gelar Perdana The Gunners Tantang Sang Juara Bertahan

Prediksi laga final Liga Champions 2026 antara PSG vs Arsenal di Budapest. Analisis kekuatan, taktik, dan peluang kedua jawara domestik berebut trofi Eropa.

Hasil Drawing Kualifikasi Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Masuk Grup H, Tantang Malaysia dan Australia

Hasil drawing Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 menempatkan Timnas Indonesia U-20 di Grup H bersama Australia, Malaysia, dan Laos. Simak format baru AFC di sini.

Prediksi Final Liga Champions Versi Superkomputer Opta: PSG Lebih Diunggulkan Bekuk Arsenal

Superkomputer Opta lebih menjagokan PSG meraih gelar juara Liga Champions 2026 ketimbang Arsenal. Simak analisis statistik dan rekor kedua tim di sini.

Bursa Transfer: Enzo Fernandez Ingin Tinggalkan Chelsea, The Blues Pasang Harga Rp2,8 Triliun

Enzo Fernandez dikabarkan ingin hengkang dari Chelsea menyusul kegagalan klub lolos ke kompetisi Eropa. Real Madrid siap menampung.

Akhiri Penantian 22 Tahun, Skuad Arsenal Gelar Pesta Penuh Sejarah Usai Kunci Gelar Juara ...

Mengakhiri puasa gelar liga sejak era Invincibles 2003/04, para pemain dan staf Arsenal merayakan kesuksesan dengan pesta eksklusif di London sebelum kembali fokus menatap final Liga Champions.

Laga Hidup Mati The Hammers Hindari Jurang Degradasi

Skuad asuhan Nuno Espirito Santo wajib menang mutlak di pekan terakhir sambil berharap Tottenham Hotspur menelan kekalahan agar selamat dari ancaman turun kasta.

Jadwal Brighton vs Man United: Laga Penentu Tiket Eropa The Seagulls di Pekan Pamungkas

Tuan rumah wajib meraih poin penuh demi mengamankan zona Eropa, sementara Setan Merah datang tanpa beban dengan misi memecahkan rekor individu Bruno Fernandes.

Jadwal West Ham vs Leeds: Laga Hidup Mati The Hammers Hindari Jurang Degradasi

Skuad asuhan Nuno Espirito Santo wajib menang mutlak di pekan terakhir sambil berharap Tottenham Hotspur menelan kekalahan agar selamat dari ancaman turun kasta.

Jadwal Liverpool vs Brentford: Laga Hidup Mati Perebutan Tiket Kompetisi Eropa di Anfield

Skuad asuhan Arne Slot hanya membutuhkan satu poin tambahan untuk kembali ke Liga Champions, sementara tim tamu membidik sejarah menembus kompetisi benua.

Jadwal Crystal Palace vs Arsenal: Laga Pesta Juara dan Pemanasan Menuju Final Eropa

Tuan rumah bersiap memberikan penghormatan bagi skuad Meriam London sang jawara baru, di tengah persiapan kedua tim menyambut final kompetisi antarklub Eropa.

Mengintip Calon Klub Baru Mohamed Salah Usai Resmi Tinggalkan Liverpool Musim Depan

Ketegangan internal dengan manajer Arne Slot hingga penurunan performa memicu kepergian sang legenda ke bursa transfer, dengan Saudi Pro League sebagai destinasi paling realistis.

Jadwal Man City vs Aston Villa: Laga Emosional Perpisahan Pep Guardiola di Etihad

Tuan rumah bersiap melepas manajer legendaris mereka usai gagal mengamankan gelar juara liga musim ini, sementara tim tamu datang dengan status kampiun Eropa.

Prediksi Final Liga Champions 2026: Arsenal vs PSG – Misi Pecah Telur Meriam London Melawa...

Dua sejarah besar dipertaruhkan di Puskas Arena saat jawara Premier League, Arsenal, menantang juara bertahan Ligue 1, Paris Saint-Germain (PSG) dalam final Liga Champions 2026.

Putuskan Pindah Negara, Cristian Volpato Siap Bela Australia di Piala Dunia 2026

Pemain muda Sassuolo, Cristian Volpato, resmi mengubah kewarganegaraan sepak bolanya dari Italia ke Australia demi tampil di panggung Piala Dunia 2026.

Menuju Sejarah Baru: Arsenal Bidik Gelar ‘Double’ Bergengsi di Final Liga Cham...

Setelah sukses menjuarai Premier League, Arsenal berpeluang mengukir sejarah dengan mengawinkan gelar domestik dan Eropa jika mampu menumbangkan PSG akhir pekan ini.

Skuad Resmi Kanada di Piala Dunia 2026: Jesse Marsch Rilis 26 Pemain, Alphonso Davies Berp...

Pelatih Timnas Kanada, Jesse Marsch, resmi mengumumkan daftar 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Bintang utama Alphonso Davies terancam absen di laga pembuka akibat cedera hamstring.

Bursa Transfer: Sang Juara Bertahan Barcelona Resmi Angkut Anthony Gordon Seharga Rp1,2 Tr...

Raksasa Catalan, Barcelona, mulai bermanuver di bursa transfer musim panas dengan mendatangkan winger lincah Anthony Gordon dari Newcastle United.

Bursa Transfer: Terdegradasi Secara Memalukan, Wolves Bersiap Bangkit dengan Merekrut Kier...

Wolverhampton Wanderers resmi turun kasta dengan rekor poin terendah. Sebagai langkah awal kebangkitan, mereka sepakat merekrut bek veteran Kieran Trippier.

10 Tahun Mengayun di MCU, Tom Holland Ikut Tulis Cerita Spider-Man: Brand New Day!

Kembali sebagai Peter Parker setelah hampir lima tahun absen, Tom Holland kini punya peran lebih besar di balik layar untuk film Spider-Man: Brand New Day.

Bursa Transfer: Aston Villa Tolak Opsi Permanen Rp435 Miliar, Douglas Luiz Terpaksa Pulang...

Meski sukses menjuarai Europa League musim ini, Aston Villa memilih untuk tidak mengaktifkan klausul pembelian permanen Douglas Luiz dari Juventus.

#Taggar Trending

Berita Timnas

Laga Uji Coba Timnas Inggris Menuju Piala Dunia 2026 Teranca...

Laga pemanasan Timnas Inggris menuju Piala Dunia 2026 terancam minim dukungan. Suporter The Three Lions memilih berhemat demi pertandingan resmi di fase grup.

Resmi! Timnas Indonesia Masuk EA Sports FC, Cetak Sejarah Baru di Asia Tenggara

PSSI resmi menjalin kerja sama dengan EA Sports FC. Skuad Timnas Indonesia kini bisa dimainkan lengkap dengan jersey dan wajah pemain aslinya.

Piala AFF U-19 2026: Intip Rekor Laga Perdana Timnas Indonesia Jelang Hadapi Myanmar di De...

Rekor pertandingan pertama Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19. Skuad Garuda Muda kantongi modal tak terkalahkan dalam lima edisi terakhir.

Resmi! Skuad Timnas Belanda di Piala Dunia 2026: Van Dijk Kapten, Frimpong Dicoret

Ronald Koeman resmi merilis 26 pemain Skuad Timnas Belanda untuk Piala Dunia 2026. Virgil van Dijk jadi kapten, Jeremie Frimpong absen secara mengejutkan.

Cedera Ankel Chris Richards Hantui Persiapan Timnas Amerika Serikat Jelang Piala Dunia 202...

Cedera ankel bek andalan Chris Richards menjadi pukulan berat bagi Timnas Amerika Serikat jelang bergulirnya Piala Dunia 2026 di kandang sendiri.

Harus Baca

Menuju Sejarah Baru: Arsenal Bidik Gelar ‘Double’...

Setelah sukses menjuarai Premier League, Arsenal berpeluang mengukir sejarah dengan mengawinkan gelar domestik dan Eropa jika mampu menumbangkan PSG akhir pekan ini.