SAMARINDA, OneSportsID – Duel panas sarat gengsi bertajuk El Clasico Indonesia antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta tersaji pada pekan ke-32 Super League 2025-2026.
Bermain di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026) sore WIB, skuad Pangeran Biru sukses membuktikan mentalitas juaranya dengan mengunci kemenangan krusial 2-1 lewat skema comeback yang luar biasa.
Lebih dari sekadar tiga poin, kemenangan ini memiliki makna ganda bagi Persib: mengukuhkan posisi di puncak klasemen sekaligus memberikan mimpi buruk bagi sang rival abadi dengan menyingkirkan mereka dari bursa perburuan gelar juara musim ini.
Drama Babak Pertama: Comeback Kilat Maung Bandung
Pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Persija Jakarta di bawah arahan Mauricio Souza mengambil inisiatif serangan dan langsung menggebrak pertahanan Persib.
Kebuntuan pecah pada menit ke-20 lewat aksi individu memukau dari legion asing Persija, Alaaeddine Ajaraie.
Memanfaatkan celah, ia melakukan gocekan maut yang sukses mengelabui Kakang Rudianto dan barisan belakang Persib sebelum menaklukkan kiper Teja Paku Alam. Macan Kemayoran memimpin 1-0.
Namun, keunggulan tersebut rupanya hanya seumur jagung. Persib merespons dengan determinasi yang luar biasa.
Sang pahlawan sore itu, Adam Alis, mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-28 usai memenangkan duel krusial di area pertahanan Persija dan melepaskan tembakan presisi yang membuat skor imbang 1-1.
Tak puas hanya menyamakan kedudukan, Adam Alis kembali menjadi mimpi buruk bagi gawang Carlos Eduardo.
Tepat di menit ke-38, berawal dari skema serangan balik kilat, Adam melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihentikan, membalikkan keadaan menjadi 2-1 untuk keunggulan Persib hingga turun minum.
Tensi Mendidih di Paruh Kedua
Memasuki babak kedua, pertandingan berubah menjadi jauh lebih keras dan panas. Frustrasi mulai melanda kubu Macan Kemayoran.
Puncaknya terjadi pada menit ke-48 saat wasit terpaksa mencabut kartu merah dari sakunya untuk mengusir asisten pelatih Persija akibat protes keras yang dinilai berlebihan.
Kehilangan sosok pendamping di pinggir lapangan jelas merusak ritme dan beban mental skuad ibu kota.
Meski terus menggempur dan mengurung pertahanan Persib, kreativitas lini serang Persija selalu menemui jalan buntu. Barisan pertahanan Persib yang dipimpin oleh Federico Barba di bawah instruksi taktis Bojan Hodak tampil sangat disiplin menjaga kedalaman.
Skor 2-1 pun tak berubah hingga peluit panjang berbunyi.
Opini Analisis: Peta Persaingan Tersisa Dua Kuda Pacu
Kemenangan ini membuat Persib semakin nyaman dan kukuh di puncak klasemen dengan raihan 75 poin.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi vonis mati bagi Persija (65 poin). Secara matematis, poin maksimal Macan Kemayoran hanya bisa menyentuh angka 71 di dua laga tersisa, yang berarti mimpi juara mereka telah resmi kandas.
Kini, seteru perebutan gelar juara menyisakan dua nama: Persib Bandung dan Borneo FC.
Tim Pesut Etam membayangi di posisi kedua dengan 72 angka dan baru akan memainkan pekan ke-32 melawan Bali United. Tekanan kini sepenuhnya berada di kubu Borneo FC untuk merespons kemenangan sang pemuncak klasemen.
Susunan Pemain
Persib Bandung: Teja Paku Alam (PG); Kakang Rudianto, Frans Putro, Federico Barba, Patricio Matricardi; Luciano Guaycochea, Thom Haye, Adam Alis; Uilliam Barros, Andrew Jung, Berguinho. Pelatih: Bojan Hodak
Persija Jakarta: Carlos Eduardo (PG); Paulo Ricardo, Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, Bruno Tubarao; Van Basty Sousa, Fabio Calonego, Alaaeddine Ajaraie; Allano, Eksel Runtukahu. Pelatih: Mauricio Souza

