ONESPORTS.ID – Persaingan di Grup C Piala Dunia 2026 akan langsung dibuka dengan sebuah pertandingan blockbuster. Pemilik rekor lima kali juara dunia, Brasil, dijadwalkan bentrok melawan sang semifinalis edisi 2022, Maroko, di MetLife Stadium pada hari Sabtu ini.
Tergabung dalam grup yang juga dihuni oleh Skotlandia dan Haiti, laga pembuka ini sangatlah krusial. Mengingat ada potensi tiga tiket kelolosan dari Grup C menuju babak 32 besar, raihan kemenangan di laga ini secara otomatis akan meletakkan satu kaki pemenangnya di fase gugur.
Era Baru Selecao Bersama Don Carlo
Sorotan utama tentu tertuju pada kursi pelatih Brasil yang kini diduduki oleh juru taktik legendaris, Carlo Ancelotti. Mantan pelatih Real Madrid ini datang dengan ambisi besar: melengkapi lima trofi Liga Champions miliknya dengan piala paling bergengsi di kancah sepak bola internasional.
Ancelotti dibekali dengan lini serang yang sangat mewah. Kuartet Vinicius Jr, Raphinha, Matheus Cunha, serta kembalinya sang bintang Neymar menjadi senjata utama Selecao untuk mengakhiri puasa gelar Piala Dunia yang sudah berlangsung selama 24 tahun demi merengkuh Hexa (gelar keenam).
Rekor sejarah juga sangat berpihak pada Brasil. Laga ini akan menjadi debut Ancelotti sebagai manajer di Piala Dunia, dan ia punya tugas menjaga tradisi luar biasa Brasil yang belum pernah menelan kekalahan di laga pembuka Piala Dunia sejak tahun 1934.
Maroko: Tak Lagi Sekadar Tim Kejutan
Di sisi lain, Maroko datang ke Amerika Utara bukan lagi berstatus sebagai tim pelengkap, melainkan ancaman nyata. Empat tahun lalu di Qatar, Singa Atlas mencetak sejarah sebagai negara Afrika pertama yang sukses menembus babak semifinal, sebelum akhirnya takluk tipis dari Prancis.
Meski kini tak lagi dilatih oleh Walid Regragui usai kontroversi di final Piala Afrika, Maroko tetap berbahaya di bawah komando pelatih baru, Mohamed Ouahbi.
Keseimbangan skuad mereka sangat mumpuni. Serangan Maroko akan diotaki oleh bintang Real Madrid, Brahim Diaz, sementara lini pertahanan dan transisi akan dikawal oleh fullback eksplosif PSG, Achraf Hakimi.
Prediksi Jalannya Laga: Hujan Gol dan Potensi Kartu
Laga ini diprediksi akan berjalan sangat terbuka dengan intensitas serangan yang tinggi dari kedua kubu. Uji coba terakhir Brasil yang menghancurkan Panama 6-2 dan menang tipis 2-1 atas Mesir menjadi bukti betapa agresifnya racikan Ancelotti.
Sebaliknya, Maroko juga tampil solid saat menahan imbang tim kuat Norwegia 1-1 dalam laga pemanasan. Karena kedua tim sama-sama memiliki daya ledak di lini depan, pertandingan ini sangat berpotensi menghasilkan banyak gol (Both Teams to Score).
Menariknya, peran kapten Brasil, Casemiro, juga patut disorot. Di usianya yang menginjak 34 tahun dan bermain di bawah cuaca yang menguras tenaga, gelandang jangkar ini rawan terkena kartu kuning saat mencoba meredam serangan balik cepat Maroko. Sementara di lini depan, kelincahan Vinicius Jr diprediksi akan menjadi teror utama yang akan banyak melepaskan tembakan tepat sasaran (shots on target).
Prediksi Skor Akhir: Brasil 2 – 2 Maroko



