ONESPORTS.ID – Salah satu daya tarik terbesar bagi penggemar yang menyaksikan pertandingan sepak bola melalui layar kaca adalah kenikmatan menonton aksi tanpa henti. Berbeda dengan olahraga lain, begitu peluit sepak mula dibunyikan, pertandingan sepak bola tidak akan terpotong oleh jeda iklan komersial hingga waktu turun minum tiba.
Namun, tradisi kenyamanan tersebut tampaknya mulai tergerus di gelaran Piala Dunia 2026 akibat eksploitasi pada regulasi hydration break (jeda minum).
Secara regulasi dalam Laws of the Game, hydration break memang diizinkan untuk melindungi keselamatan pemain ketika pertandingan digelar di bawah suhu ekstrem tertentu. Akan tetapi, pada turnamen di Amerika Utara kali ini, FIFA mengambil kebijakan untuk memberlakukan jeda minum di hampir setiap pertandingan.
Jeda ini umumnya terjadi di pertengahan babak pertama dan kedua, tepatnya di sekitar menit ke-23 dan menit ke-67. Kehadiran jeda ini saja sudah cukup memengaruhi ritme dan fluiditas pertandingan, tetapi jaringan penyiar Amerika Serikat, Fox Sports, membawa interupsi ini ke level yang lebih jauh dan mengganggu.
Komersialisasi Jeda Minum demi Keuntungan Finansial
Bagi para penggemar sepak bola di Amerika Serikat yang menyaksikan turnamen melalui saluran Fox, momen hydration break kini terasa sangat janggal karena siaran langsung tiba-tiba dipotong oleh rentetan iklan komersial.
Keputusan jaringan televisi tersebut jelas didasari oleh motif ekonomi. Dengan beralih ke iklan pada pertengahan babak, Fox dapat menjual slot waktu tayang (ad placement) di saat atensi penonton sedang berada di puncaknya. Karena jeda ini bukan waktu turun minum yang terprediksi, para penggemar cenderung tetap duduk di depan layar, membuat nilai slot iklan tersebut melonjak drastis.
Kontras dengan Televisi Berbahasa Spanyol
Praktik komersialisasi ini semakin menjadi sorotan tajam ketika publik membandingkan Fox dengan pemegang hak siar lainnya di AS, yakni Telemundo (jaringan televisi berbahasa Spanyol).
Berbeda dengan Fox, Telemundo memilih untuk menghormati tradisi penyiaran sepak bola. Mereka tidak memotong siaran dengan iklan selama hydration break, melainkan menggunakan jeda waktu dua hingga tiga menit tersebut untuk memberikan analisis singkat terkait jalannya pertandingan dari para pandit mereka di studio.
Dampak terburuk dari kebijakan Fox ini bahkan sudah mulai terlihat di lapangan. Pada salah satu pertandingan yang disiarkan, Fox terlambat kembali dari jeda iklan komersial, sehingga para penonton di rumah terpaksa melewatkan beberapa detik aksi saat pertandingan sudah dilanjutkan kembali.
Fenomena masuknya iklan di tengah babak ini tentu menjadi preseden baru yang cukup mengkhawatirkan bagi industri penyiaran sepak bola, sebuah olahraga yang selama ini membanggakan fluiditas 45 menit tanpa gangguan.
Kutipan
“Keputusan Fox Sports menayangkan iklan di tengah pertandingan adalah murni tentang uang. Mengubah hydration break menjadi slot komersial jelas merusak ritme dan pengalaman menonton olahraga yang selama ini dikenal mengalir tanpa henti selama 45 menit.”



