ONESPORTS.ID – Kabar melegakan sekaligus menyedihkan datang dari kamp Timnas Kanada. Gelandang andalan mereka, Ismael Kone, telah sukses menjalani operasi usai menderita cedera patah kaki yang mengerikan dalam laga sengit melawan Qatar di Vancouver pada Kamis (18/6) waktu setempat.
Cedera parah tersebut didapat Kone setelah menerima tekel keras dari belakang oleh pemain Qatar, Assim Madibo, yang langsung membuahkan kartu merah bagi sang pelanggar. Kone terpaksa ditandu keluar lapangan dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Operasi Berjalan Sukses, Absen Hingga Akhir Turnamen
Asosiasi Sepak Bola Kanada (CSA) memberikan pembaruan resmi terkait kondisi pemain berusia 24 tahun tersebut pada Sabtu (20/6) dini hari WIB. Pihak federasi memastikan bahwa proses bedah untuk menyatukan kembali tulang tungkai bawah Kone telah berjalan lancar.
“Tadi malam, operasi Ismael Kone untuk memperbaiki patah tulang tungkai bawahnya berjalan sukses. Dia diperkirakan akan pulih total namun akan absen di sisa Piala Dunia 2026,” tulis pernyataan resmi CSA.
Klub yang menaungi Kone, Sassuolo, juga turut memberikan pernyataan serupa dan dukungan moral penuh bagi sang pemain. “Operasi perbaikan patah tulang di kaki kirinya berjalan sukses sepenuhnya. Sang pemain akan memulai program rehabilitasi dalam beberapa hari mendatang. Seluruh elemen klub mengirimkan doa terbaik untuk Ismael agar cepat pulih.”
Terganjal Regulasi: Mengapa Kanada Tak Bisa Panggil Pengganti?
Pertanyaan terbesar yang muncul di kalangan penggemar adalah: Bolehkah Kanada memanggil pemain pengganti untuk mengisi slot yang ditinggalkan Kone?
Jawabannya adalah tidak bisa. Absennya Kone jelas menjadi pukulan telak, mengingat ia selalu tampil sebagai starter dalam dua laga awal.
Namun, berdasarkan regulasi resmi FIFA untuk Piala Dunia, pergantian pemain berposisi non-kiper hanya diperbolehkan maksimal 24 jam sebelum tim tersebut melakoni laga perdana di fase grup.
Batas waktu tersebut telah lama lewat, tepatnya sebelum duel pembuka Kanada melawan Bosnia-Herzegovina pada 13 Juni lalu. Alhasil, pelatih Jesse Marsch kini harus memaksimalkan kedalaman skuad dengan 25 pemain yang tersisa hingga akhir kompetisi.
Fokus Menatap Laga Penentu Kontra Swiss
Meski harus kehilangan salah satu motor serangan di lini tengah, moral pasukan The Maple Leaf dipastikan tetap tinggi. Kanada saat ini kokoh di puncak klasemen Grup B dengan raihan empat poin dari dua pertandingan.
Langkah mereka menuju babak sistem gugur sudah berada di depan mata. Hasil imbang dalam laga pamungkas grup melawan Swiss pada Kamis (25/6) mendatang sudah lebih dari cukup untuk menyegel tiket ke babak 32 besar dengan status sebagai juara grup.
“Tadi malam, operasi Ismael Kone untuk memperbaiki patah tulang tungkai bawahnya berjalan sukses. Dia diperkirakan akan pulih total, namun dengan sangat menyesal kami pastikan ia akan absen di sisa Piala Dunia 2026.” — Asosiasi Sepak Bola Kanada (CSA).



