MADRID – Saga transfer Julian Alvarez tampaknya bakal jadi bom waktu buat ruang ganti Atletico Madrid musim ini. Sang striker terlihat kena mental dan memasang wajah masam tanpa senyum saat Los Colchoneros ditahan imbang 2-2 oleh Villarreal di Wanda Metropolitano, Minggu (23/8).
Penyerang 26 tahun asal Argentina ini mendadak berubah jadi public enemy nomor satu di mata pendukungnya sendiri. Penyebabnya jelas, Alvarez dikabarkan ngebet minta dilepas ke Barcelona pada bursa transfer musim panas ini.
Sayangnya, niat Alvarez membelot ke klub rival bertepuk sebelah tangan. Manajemen Atletico menolak keras tawaran tersebut dan langsung memagari sang pemain dengan kontrak panjang yang mengikatnya hingga tahun 2030.
Keputusan sepihak ini memicu perang dingin. Buntutnya, puluhan ribu fans yang merasa dikhianati langsung menyoraki dan mencemooh nama Alvarez saat susunan pemain diumumkan di stadion.
Turun sebagai pemain pengganti di menit ke-66 menggantikan Marc Pubill, performa Alvarez di atas lapangan pun ikut melempem. Tanpa soul dan motivasi, ia cuma sanggup mencatatkan satu tembakan yang dengan mudah diblok oleh bek lawan.
Puncaknya terjadi usai peluit panjang berbunyi. Alih-alih ikut memberikan apresiasi kepada suporter di tribun, Alvarez langsung melenggang kaku menuju lorong ruang ganti.
Gestur perlawanan terbuka ini jelas memunculkan tanda tanya besar: Bagaimana nasib Alvarez di bawah komando Diego Simeone musim ini?
Bicara soal taktik dan mentalitas, kita tahu betul kalau Simeone adalah penganut paham Cholismo. Sang juru taktik menuntut loyalitas tanpa syarat, etos kerja spartan, dan pemain yang rela berdarah-darah demi lambang di dada.
Bagi Simeone, pemain yang main setengah hati tidak punya tempat di skuadnya. Jika Alvarez terus-terusan ngambek dan menolak berdamai dengan situasi, siap-siap saja sang juru gedor bakal dicadangkan mati atau bahkan diasingkan sepenuhnya dari tim utama.
Kini, bola panas ada di tangan manajemen Atletico dan Simeone. Mempertahankan aset mahal yang sudah kehilangan hati jelas bukan investasi yang sehat, apalagi jika hal itu mulai merusak keharmonisan ruang ganti tim yang tengah memburu gelar LaLiga.


