Profil Matthias Jaissle dan Analisis Taktik: Era Baru Newcastle United di Tengah Badai Eksodus Bintang

Berita Terkait

- Advertisement -

NEWCASTLE UPON TYNE – Musim panas 2026 menjadi periode pergolakan besar bagi Newcastle United. Jelang bergulirnya Premier League 2026/2027, The Magpies tidak hanya harus merelakan kepergian pilar-pilar kunci, tetapi juga mengalami kejutan besar di area manajerial.

Hanya beberapa pekan sebelum musim dimulai, Eddie Howe secara mengejutkan memutuskan mundur dari jabatannya. Sebagai suksesor, manajemen klub menunjuk Matthias Jaissle, pelatih muda asal Jerman yang sebelumnya menukangi klub Liga Pro Arab Saudi, Al Ahli.

Keputusan ini memicu pertanyaan besar di kalangan Toon Army: Siapa sebenarnya Matthias Jaissle, dan mampukah ia membangun ulang skuad Newcastle yang tengah terlucuti?

Siapa Matthias Jaissle? Sang “Murid” Ralf Rangnick

Karier bermain Matthias Jaissle harus berakhir prematur di usia 25 tahun akibat cedera saat membela Hoffenheim. Namun, musibah itu justru membuka jalannya untuk menjadi salah satu ahli taktik muda paling dihormati di Jerman.

Karier kepelatihan Jaissle tak bisa dilepaskan dari sosok Ralf Rangnick—bapak taktik gegenpressing modern. Rangnick adalah sosok yang merekrut Jaissle sebagai pemain di Hoffenheim, dan kemudian membawanya masuk ke dalam sistem kepelatihan raksasa minuman berenergi, Red Bull.

Setelah sukses di tim U-18 RB Salzburg dan FC Liefering, Jaissle mengambil alih tim utama RB Salzburg. Di sana, ia mempersembahkan dua gelar juara Bundesliga Austria dan mencetak sejarah dengan membawa klub tersebut lolos ke fase gugur Liga Champions untuk pertama kalinya.

Pesona Jaissle semakin memancar saat ia hijrah ke Al Ahli pada 2023. Ia sukses menyulap tim yang baru promosi itu finis di peringkat ketiga pada musim perdananya, sebelum akhirnya mencetak sejarah epik: membawa Al Ahli menjuarai AFC Champions League Elite dalam dua musim beruntun.

- Advertisement -

Filosofi High-Pressing dan Vertikalitas ala Red Bull

Sebagai pelatih yang “lulus” dari sistem Red Bull, taktik Jaissle sangat lekat dengan identitas high-pressing. Ia menuntut timnya bermain dengan intensitas tinggi, memburu bola secepat mungkin saat kehilangan penguasaan, dan langsung melancarkan serangan vertikal menuju gawang lawan begitu bola direbut.

“Saya ingin memberikan tekanan pada lawan secepat mungkin. Dan saat kami memenangi bola, saya ingin bergerak secepat mungkin ke arah gawang lawan. Pendekatan saya sangat vertikal,” tegas Jaissle dalam sebuah wawancara dengan The Athletic.

Secara formasi, pelatih berusia 38 tahun ini sangat adaptif. Meski sering menggunakan 4-3-3 atau 4-2-3-1 (seperti di Al Ahli), ia juga fasih menerapkan formasi 4-4-2 berlian (diamond). Fleksibilitas inilah yang membuatnya mampu menyesuaikan taktik dengan profil pemain yang ada, sebuah keahlian yang sangat dibutuhkan Newcastle saat ini.

Ujian Skuad Baru di Premier League

Sistem pressing tinggi Jaissle sejatinya tidak asing di Premier League. Manajer seperti Andoni Iraola, Roberto De Zerbi, dan Fabian Hurzeler telah membuktikan bahwa pendekatan ini bisa sukses di Inggris. Menariknya, analisis dari The Mirror menunjukkan bahwa era keemasan Eddie Howe di Newcastle juga terjadi saat mereka mengadopsi intensitas pressing tinggi serupa, sebelum akhirnya beralih ke gaya yang lebih mengontrol permainan karena tuntutan fisik di Liga Champions.

Tantangan terbesar Jaissle kini adalah meramu skuad baru. Lini tengah Newcastle benar-benar lowong usai ditinggal Sandro Tonali dan Bruno Guimaraes. Sebagai gantinya, klub mendatangkan wajah-wajah baru seperti Sean Steur dan Aladji Bamba.

Di sektor sayap, Jaissle membawa “gerbongnya” dari Hoffenheim dengan merekrut Bazoumana Toure. Sementara itu, krisis kebugaran Tino Livramento diantisipasi dengan perekrutan bek kanan Amar Dedic senilai £30 juta dari Benfica. Ujian taktis lainnya adalah menentukan siapa striker utama tim setelah Nick Woltemade dan Yoane Wissa tampil kesulitan musim lalu, sementara William Osula mulai menunjukkan potensinya.

ONESPORTS Insight

Penunjukan Matthias Jaissle adalah langkah high-risk, high-reward dari pemilik Newcastle. Ia mewarisi skuad yang kehilangan tulang punggungnya, namun juga memiliki kebebasan absolut untuk menanamkan filosofi vertikalnya tanpa terganggu jadwal Liga Champions musim ini. Jika Jaissle mampu menyatukan kepingan pemain baru (Steur, Bamba, Dedic) dengan sisa pilar lama secepat ia meraih kesuksesan di Al Ahli dan Salzburg, Newcastle bisa menjadi kuda hitam paling berbahaya yang mengandalkan transisi kilat di Premier League musim ini.

Prediksi Formasi Newcastle United era Jaissle (4-2-3-1): N. Pope (GK) — A. Dedic, M. Thiaw, D. Burn, L. Hall — A. Bamba, S. Steur — A. Elanga, Joelinton, H. Barnes — N. Woltemade.

- Advertisement -

Mingguan

DESIL DTSEN 2026: PANDUAN LENGKAP DARI CARA CEK, ARTI DESIL 1-10 HINGGA CARA PERBARUI DATA

Desil DTSEN bukan sekadar angka untuk menentukan siapa yang mendapat bansos. Angka 1 sampai 10 merupakan posisi relatif kesejahteraan keluarga dalam pemeringkatan sosial ekonomi. Karena itu, memahami cara membaca desil jauh lebih penting daripada sekadar mengetahui angka yang muncul di layar.

Der Klassiker di DFL-Supercup: Jadwal Borussia Dortmund vs Bayern Munich dan Rekor Head-to-Head

Signal Iduna Park bersiap memanas. Dortmund mengusung misi balas dendam untuk menghentikan dominasi absolut Bayern di laga pembuka kompetisi domestik Jerman.

Manchester City Tanpa Pep Guardiola: Tantangan Berat Enzo Maresca di Tengah Perombakan Skuad

Mengawali musim 2026/2027 dengan deretan pilar utama yang hengkang, The Citizens mengandalkan rekor transfer Elliot Anderson dan ketajaman Erling Haaland.

Reuni Panas dan Pembuktian Mantan! Jadwal Everton vs Crystal Palace di Laga Pembuka Premier League 2026

Laga debut manajer baru Pierre Sage bersama The Eagles langsung dibumbui drama reuni Brennan Johnson dan Dwight McNeil di Hill Dickinson Stadium.

Jadwal Newcastle vs Liverpool 2026: Era Baru Pelatih dan Reu...

NEWCASTLE UPON TYNE – Pertemuan antara Newcastle United dan Liverpool selalu memiliki tempat khusus dalam buku sejarah Premier League sebagai salah satu bentro...

Mogok Kerja Hyundai Cetak Rekor 10 Tahun Terakhir: Kerugian ...

SEOUL – Industri otomotif Korea Selatan tengah menghadapi guncangan hebat. Raksasa otomotif Hyundai Motor terpaksa menelan kerugian triliunan won setelah puluh...

Klasemen Liga Inggris 2026/2027 Pekan ke-1: Arsenal Berkibar...

LONDON – Kompetisi sepak bola paling kompetitif di dunia, Premier League 2026/2027, baru saja menggelar enam dari sepuluh pertandingan di pekan pembukanya. Ken...

Petaka Bola Mati di MKM Stadium: Hull City Beri Pelajaran Ta...

Mendominasi jalannya laga tak menjamin kemenangan. Setan Merah harus menelan pil pahit di laga pembuka Premier League 2026/2027 akibat lemahnya organisasi pertahanan saat menghadapi skema set-piece.

Trending

Cari Kaca Film Berkualitas di Bali? Kunjungi Kevin...

Memilih kaca film original bukan sekadar soal gaya, tetapi investasi perlindungan dari terik matahari Bali. Simak panduan menghindari produk abal-abal agar interior mobil Anda tetap awet dan sejuk.

Juara Bertahan Kian Perkasa! Arsenal Amankan Trans...

Ditengah krisis cedera William Saliba, Mikel Arteta bergerak cepat memperkuat lini pertahanan The Gunners sekaligus memanfaatkan eksodus bintang di skuad Unai Emery.

Julian Alvarez Diklaim Jadi Kepingan Terakhir Menu...

Tampil dominan di dua laga pembuka, skuad asuhan Mikel Arteta dinilai tinggal membutuhkan satu penyerang tajam untuk mengawinkan gelar Premier League dan Liga Champions.
Brosur penawaran jasa pembuatan artikel sepak bola dari onesports.id
RajaBackLink.com