BARCELONA – Setelah sukses memenangi dua gelar La Liga secara berturut-turut pada dua musim awal kepemimpinan Hansi Flick di Spotify Camp Nou, Barcelona kini mengalihkan fokus utama mereka ke panggung Eropa. Blaugrana berambisi besar untuk kembali bertakhta di Liga Champions, trofi bergengsi yang belum pernah lagi mereka menangkan sejak era keemasan Lionel Messi pada 2015 lalu.
Setelah berhasil keluar dari himpitan finansial yang membelenggu dalam beberapa tahun terakhir, Barcelona tampil agresif di bursa transfer musim panas demi merombak kedalaman skuad untuk bersaing memperebutkan seluruh gelar juara.
Perekrutan Bintang dan Taktik High-Press Ekstrem
Barcelona melakukan investasi besar dengan memboyong gelandang peraih Ballon d’Or, Rodri, dari Manchester City senilai €60 juta, serta Anthony Gordon dari Newcastle United seharga €70 juta. Kedatangan Karim Adeyemi (€22 juta) dan bakat muda Jesse Bisiwu (€8,5 juta) semakin memperkaya opsi serangan Flick.
Dalam mengarungi musim 2026/2027, Hansi Flick diprediksi menerapkan formasi 4-2-3-1 dengan susunan pemain utama:
- Kiper: Joan Garcia
- Lini Belakang: Jules Kounde, Pau Cubarsi, Eric Garcia, Alejandro Balde
- Lini Tengah: Rodri, Pedri
- Lini Depan: Lamine Yamal, Dani Olmo, Anthony Gordon
- Penyerang Utama: Raphinha
Flick tetap setia pada garis pertahanan yang sangat tinggi (extremely high defensive line) dan filosofi Gegenpressing berisiko tinggi. Penyerang sayap seperti Lamine Yamal dan Raphinha diinstruksikan menempel garis tepi lapangan untuk melebar dan melakukan tusukan mematikan ke area penalti.
Kelemahan Penyerang Tengah dan Kedalaman Sektor Bek
Di balik kemewahan skuad yang dihuni talenta muda terbaik dunia seperti Lamine Yamal dan Pedri, Barcelona menghadapi masalah krusial di posisi penyerang murni. Kepergian Robert Lewandowski ke Chicago Fire dan Ferran Torres ke PSG membuat Barca saat ini tidak memiliki pemain bernomor 9 alami.
Pihak klub masih terus mengupayakan transfer Julian Alvarez dari Atletico Madrid. Jika negosiasi gagal, Flick terpaksa menempatkan Anthony Gordon atau Raphinha sebagai penyerang tengah darurat.
Selain itu, lini belakang Blaugrana juga relatif tipis pasca peminjaman Ronald Araujo ke Liverpool dan Marc-Andre ter Stegen ke Ajax. Duet Pau Cubarsi dan Eric Garcia di jantung pertahanan kini hanya menyisakan Andreas Christensen, Gerard Martin, dan pemain muda Alvaro Cortes sebagai opsi pelapis.
