Manchester City kini kembali berada dalam sorotan tajam. Raksasa Liga Inggris tersebut belakangan dilaporkan dinyatakan bersalah atas mayoritas dari 115 dakwaan dugaan pelanggaran aturan finansial (FFP) oleh Premier League. Skandal ini memicu peninjauan kembali atas sepak terjang klub selama 20 tahun terakhir di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Mayoritas periode yang diselidiki (2009-2018) sejatinya terjadi sebelum Pep Guardiola resmi mengambil alih kursi manajerial. Meski begitu, pelatih yang mengundurkan diri pada musim panas 2026 dan digantikan Enzo Maresca ini sering kali menjadi tameng utama klub dalam menangkis berbagai spekulasi dan serangan dari publik.
Ketika kabar investigasi pertama kali mencuat pada 2018, Guardiola awalnya enggan banyak berkomentar. Namun, tensi mulai memanas ketika media Der Spiegel menuduh mantan pelatih City, Roberto Mancini, menerima bayaran ilegal dari Al Jazira. Dalam jumpa pers usai City menjuarai Piala FA 2018/19, Guardiola bahkan sempat dicecar soal legitimasi gajinya sendiri.
“Jujur saja, apakah menurut Anda saya pantas mendapat pertanyaan seperti ini? Di hari kami memenangkan treble, apakah saya menerima uang (ilegal)? Apakah Anda menuduh saya menerima uang?” jawab Guardiola dengan raut wajah tak percaya kala itu.
Pada Februari 2020, ketika UEFA menjatuhkan sanksi (yang akhirnya dibatalkan oleh CAS), pelatih asal Catalan ini secara terbuka membela petinggi klub.
“Ketika Manchester City dituduh melanggar Financial Fair Play, saya bertanya kepada dewan direksi. Mereka menjelaskannya dan saya mempercayai mereka. Tapi saya bilang kepada mereka: ‘kalau kalian berbohong kepada saya, saya akan pergi dan tidak akan menjadi teman kalian lagi’,” tegas pelatih yang sukses menyumbangkan 17 trofi mayor (20 total trofi) selama satu dekade di Etihad tersebut.
Pembelaan Guardiola makin vokal saat 115 dakwaan Premier League resmi dirilis pada Februari 2023. Ia merasa timnya selalu dihakimi bahkan sebelum ada putusan resmi, seperti halnya kasus dengan UEFA.
“Pikiran pertama saya adalah kami sudah dihukum. Klub telah membuktikan bahwa kami sepenuhnya tidak bersalah. Pada akhirnya, saya tahu bahwa apa yang kami menangkan adalah hasil di atas lapangan,” ujarnya kala itu.
Guardiola sendiri akhirnya memutuskan mundur dari posisinya pada Mei 2026 karena merasa kelelahan, bukan karena kasus ini. Kini, setelah ia pergi, nasib Manchester City terkait pelanggaran finansial tersebut berada di ujung tanduk.