Rapor Manajer Manchester United Pasca-Sir Alex Ferguson: Statistik Lengkap di Tengah Krisis Michael Carrick

- Advertisement -

Ringkasan Eksekutif:

  • Kursi kepelatihan Michael Carrick di Manchester United berada dalam ancaman pemecatan serius setelah sembilan bulan memimpin di Old Trafford.
  • Kekalahan 0-2 dari Chelsea memperpanjang tren negatif Setan Merah menjadi sembilan pertandingan beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi dan terpuruk di peringkat ke-17 klasemen Liga Inggris.
  • Carrick merupakan manajer kedelapan (di luar caretaker singkat) yang menangani MU sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada Mei 2013.
  • Secara statistik, Jose Mourinho masih memegang persentase kemenangan tertinggi (58,33%) sekaligus koleksi trofi terbanyak pasca-era Ferguson, disusul oleh Erik ten Hag (56,25%) dan Ole Gunnar Solskjaer (54,76%).

MANCHESTER – Perjalanan Michael Carrick sebagai juru taktik Manchester United tampaknya semakin mendekati garis akhir. Setelah sembilan bulan memegang kendali di Old Trafford, mantan gelandang timnas Inggris tersebut kini berada di ambang pemecatan menyusul merosotnya performa tim secara drastis pada musim kompetisi 2026/2027.

Carrick sejatinya sempat membawa perubahan dramatis ketika masuk menggantikan Ruben Amorim pada Januari 2026 lalu, awalnya melalui kontrak jangka pendek hingga akhir musim. Berkat keberhasilannya mendongkrak The Red Devils finis di peringkat ketiga klasemen akhir musim 2025/2026 dan mengamankan tiket Liga Champions, manajemen memberinya kontrak permanen. Namun, fondasi tersebut runtuh sepenuhnya musim ini.

- Advertisement -

Kekalahan 0-2 di markas Chelsea pada Sabtu (31/10/2026) memperpanjang puasa kemenangan Manchester United menjadi sembilan laga beruntun di semua ajang, sekaligus membenamkan mereka di peringkat ke-17 klasemen sementara Premier League.

Sebagai manajer permanen dan interim jangka panjang kedelapan sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada Mei 2013 (tidak menghitung masa jabatan singkat caretaker Ryan Giggs, Darren Fletcher, serta periode singkat Carrick sendiri di antara era Solskjaer dan Rangnick), bagaimana perbandingan statistik Carrick dengan para pendahulunya?

- Advertisement -

Tabel Komparasi Statistik Manajer Manchester United Pasca-Sir Alex Ferguson

Berikut adalah rincian rekam jejak, persentase kemenangan, dan perolehan trofi dari delapan manajer yang menukangi Manchester United sejak musim panas 2013:

Nama ManajerTanggal DitunjukTanggal Dipecat / BerakhirMainMenangSeriKalahPersentase Menang (%)Trofi yang Diraih
David Moyes1 Juli 201322 April 20145126101550,98%Community Shield 2014
Louis van Gaal16 Juli 201423 Mei 201610354242552,43%Piala FA 2015/16
Jose Mourinho27 Mei 201618 Desember 201814484312958,33%Community Shield 2016, Carabao Cup 2016/17, Liga Europa 2016/17
Ole Gunnar Solskjaer18 Desember 201821 November 202116892354154,76%Nihil
Ralf Rangnick3 Desember 202122 Mei 202229119937,93%*Nihil
Erik ten Hag23 Mei 202228 Oktober 202412872203656,25%Carabao Cup 2022/23, Piala FA 2023/24
Ruben Amorim11 November 20245 Januari 20266324182138,10%Nihil
Michael Carrick13 Januari 2026*Masih Menjabat30147946,66%Nihil

(Catatan Data: Dalam rilis catatan asli, tertulis persentase Rangnick 39,93% dan penunjukan Carrick tertulis 2024, namun secara kronologis merujuk pada suksesi pasca-Amorim di Januari 2026).

Bedah Rekam Jejak Nakhoda Old Trafford (2013–2026)

1. David Moyes (2013–2014)

Menyandang label berat sebagai “The Chosen One” pilihan langsung Sir Alex Ferguson, David Moyes sebenarnya memulai kiprahnya dengan cukup baik. Ia mempersembahkan trofi Community Shield lewat kemenangan atas Wigan Athletic dan melibas Swansea City 4-1 di pekan pembuka Premier League.

Namun, kekalahan tipis 0-1 dari Liverpool di Anfield dan kekalahan telak 1-4 dalam derbi melawan Manchester City menjadi pukulan telak yang membuat timnya gagal bangkit. Dua kekalahan memalukan dengan skor identik 0-3 dari Liverpool dan Man City di Old Trafford pada Maret 2014 membuat posisi pelatih asal Skotlandia itu berada di ujung tanduk. Kekalahan di markas mantan klubnya, Everton, di Goodison Park akhirnya mengakhiri masa jabatan Moyes bahkan sebelum musim pertamanya dari kontrak enam tahun selesai.

  • Rekor David Moyes: 51 Main | 26 Menang | 10 Seri | 15 Kalah (50,98% Kemenangan).

2. Louis van Gaal (2014–2016)

Setelah rencana suksesi berkesinambungan gagal di tangan Moyes, manajemen MU beralih mencari sosok pelatih kelas dunia berkarisma besar. Harapan tinggi menyertai kedatangan Louis van Gaal yang baru saja mengantarkan Timnas Belanda meraih peringkat ketiga di Piala Dunia 2014.

- Advertisement -

Start meyakinkan di Old Trafford langsung dirusak oleh kekalahan mengejutkan 3-5 dari Leicester City yang dimotori Jamie Vardy. Sejak hasil tersebut, permainan MU di bawah Van Gaal menjadi sangat kaku dan membosankan, di mana bintang mahal seperti Angel Di Maria dan Robin van Persie mengalami penurunan kontribusi secara drastis.

Meski sempat bangkit pada musim semi 2015 dengan menumbangkan Liverpool serta Man City untuk kembali ke zona Liga Champions, sekaligus mengorbitkan Marcus Rashford, MU gagal menjaga konsistensi pada musim 2015/2016 dan hanya finis di peringkat keenam saat Leicester keluar sebagai juara liga. Gelar juara Piala FA usai mengalahkan Crystal Palace di partai final tidak cukup menyelamatkan kursi Van Gaal, terutama karena ketersediaan Jose Mourinho di bursa pelatih saat itu.

  • Rekor Louis van Gaal: 103 Main | 54 Menang | 24 Seri | 25 Kalah (52,43% Kemenangan).

3. Jose Mourinho (2016–2018)

Kedatangan Jose Mourinho kembali menghidupkan panggung rivalitas klasiknya dengan Pep Guardiola di Manchester, melanjutkan ketegangan El Clasico setengah dekade sebelumnya. Meski hanya finis di peringkat keenam pada musim perdananya saat Chelsea di bawah asuhan Antonio Conte menjuarai liga, Mourinho sukses mempersembahkan trofi Carabao Cup dan Liga Europa (UEFA Europa League). Musim 2016/2017 tersebut hingga kini masih tercatat sebagai musim paling sukses MU pasca-Ferguson dalam hal koleksi trofi mayor.

Klaim terkenal Mourinho bahwa keberhasilan membawa MU finis sebagai runner-up musim 2017/2018 di bawah skuad Centurions Manchester City sebagai salah satu pencapaian terbaik dalam kariernya sempat dianggap berlebihan, namun terbukti valid seiring berjalannya waktu. Sayangnya, keretakan ruang ganti—terutama friksi terbuka dengan rekrutan termahal klub, Paul Pogba—merusak segalanya. Mourinho akhirnya dipecat usai kekalahan dari Liverpool pada Desember 2018 saat MU terpuruk di papan tengah.

  • Rekor Jose Mourinho: 144 Main | 84 Menang | 31 Seri | 29 Kalah (58,33% Kemenangan).

4. Ole Gunnar Solskjaer (2018–2021)

Pendekatan Ole Gunnar Solskjaer yang kerap berbicara tentang “bermain dengan senyuman” dan mengembalikan “DNA Man United” sempat terdengar kurang meyakinkan di tengah dominasi taktik era Juergen Klopp dan Pep Guardiola. Namun, secara stabilitas posisi liga, Solskjaer memiliki argumen kuat sebagai manajer terbaik MU pasca-era mentornya, Sir Alex Ferguson.

- Advertisement -

Meski kerap dinilai kurang memiliki visi taktis mendalam untuk mendominasi pertandingan, ia berhasil mencairkan atmosfer beracun peninggalan era akhir Mourinho. Kemenangan comeback dramatis atas Paris Saint-Germain di babak 16 besar Liga Champions menggaransi status permanennya. Pada musim 2020/2021, Solskjaer membawa MU finis di posisi kedua di bawah Man City—dengan rekor derbi yang sangat impresif saat melawan Guardiola, khususnya di laga tandang—meski harus kalah menyakitkan lewat adu penalti dari Villarreal di final Liga Europa.

- Advertisement -

Saat Solskjaer telah memiliki fondasi skuad muda yang enerjik dan pekerja keras, keputusan klub memulangkan Cristiano Ronaldo justru merusak sistem permainannya secara total. Solskjaer akhirnya kehilangan pekerjaannya menyusul kekalahan telak di kandang Watford pada November 2021.

  • Rekor Ole Gunnar Solskjaer: 168 Main | 92 Menang | 35 Seri | 41 Kalah (54,76% Kemenangan).

5. Ralf Rangnick (2021–2022)

Keputusan manajemen menunjuk “bapak gegenpressing Jerman” untuk memimpin lini serang yang bertumpu pada Cristiano Ronaldo di tengah skuad yang kehilangan motivasi hingga akhir musim menjadi cerminan kebingungan arah kebijakan klub.

Rangnick mengikuti jejak pendahulunya dengan menelan kekalahan telak saat berhadapan dengan Manchester City dan Liverpool. Ketika rencana transisinya menuju peran konsultan klub yang tidak terdefinisi dengan jelas mulai batal terealisasi, Rangnick berulang kali melontarkan kritik terbuka di konferensi pers. Ia menyebut skuad MU tidak cocok dengan tuntutan taktik modern dan membutuhkan operasi perombakan besar-besaran (open-heart surgery). Meski analisisnya terbukti benar, langkah tersebut lebih terlihat sebagai upaya menyelamatkan reputasi pribadi ketimbang kepemimpinan manajerial.

  • Rekor Ralf Rangnick: 29 Main | 11 Menang | 9 Seri | 9 Kalah (39,93% / 37,93% Kemenangan).

6. Erik ten Hag (2022–2024)

Dua pertiga awal dari musim perdana Erik ten Hag berjalan sangat sukses. Pelatih asal Belanda ini membawa MU bersaing di papan atas, mendepak Cristiano Ronaldo yang menimbulkan friksi, mengalahkan Manchester City di Old Trafford, dan mengakhiri puasa gelar dengan menjuarai Carabao Cup 2022/2023.

- Advertisement -

Namun, titik balik kehancuran dimulai saat bertandang ke Anfield, di mana Liverpool—yang musim itu sebenarnya finis di bawah MU—menghancurkan mereka dengan skor 7-0. Sejak saat itu, performa tim tidak pernah benar-benar pulih. Musim 2023/2024 berjalan sangat buruk: MU terpuruk di peringkat kedelapan klasemen akhir Liga Inggris dan tersingkir sebagai juru kunci fase grup Liga Champions.

Meski demikian, kemenangan mengejutkan atas Manchester City di final Piala FA 2024 memberikan trofi kedua dalam dua musim bagi Ten Hag. Kemenangan itu membuat manajemen memberinya perpanjangan kontrak—sebuah keputusan keliru yang akhirnya berujung pada pemecatannya usai kekalahan dari West Ham United pada Oktober 2024.

  • Rekor Erik ten Hag: 128 Main | 72 Menang | 20 Seri | 36 Kalah (56,25% Kemenangan).

7. Ruben Amorim (2024–2026)

Ekspektasi melambung tinggi ketika Ruben Amorim tiba di Old Trafford berbekal kesuksesan besar bersama Sporting CP, terlebih laga kandang terakhirnya di Portugal ditandai dengan kemenangan telak 4-1 atas Manchester City di Liga Champions. Kemenangan dramatis di derbi Manchester pada Desember 2024 serta ketegasannya mendisiplinkan pemain bintang seperti Marcus Rashford dan Alejandro Garnacho sempat mendapat sambutan hangat dari suporter.

Akan tetapi, MU di bawah Amorim gagal meraih kemenangan yang cukup. Sekalipun diberi (kelonggaran) masa transisi untuk mengadaptasi skema kaku 3-4-2-1 andalannya, finis di peringkat ke-15 klasemen akhir Premier League 2024/2025 adalah hasil yang tidak dapat diterima. Ditambah kekalahan dari Tottenham Hotspur di partai final Liga Europa, banyak pelatih lain pasti sudah langsung dipecat. Amorim sempat dipertahankan dan didukung di bursa transfer, namun kebiasaannya melontarkan ultimatum yang tidak sebanding dengan hasil di lapangan membuat masa jabatannya berakhir pada 5 Januari 2026.

  • Rekor Ruben Amorim: 63 Main | 24 Menang | 18 Seri | 21 Kalah (38,10% Kemenangan).

8. Michael Carrick (Januari 2026–Sekarang)

Sebuah pola berulang kembali terlihat jelas di Old Trafford: setelah memecat pelatih asal Portugal yang kaku dan keras kepala di pertengahan musim, klub kembali menunjuk sosok mantan pemain favorit suporter untuk mencairkan suasana. Namun, melabeli Carrick sekadar sebagai “Solskjaer Jilid 2” tidak sepenuhnya adil jika melihat dampak instan pada bulan-bulan awalnya.

- Advertisement -

Carrick sempat mengubah wajah skuad yang sebelumnya tampil buruk di bawah Amorim menjadi tim yang sangat impresif. Dalam dua pertandingan pertamanya, ia sukses melibas Manchester City di Old Trafford dan menumbangkan calon juara Arsenal di Emirates Stadium, hingga akhirnya mengunci posisi ketiga klasemen musim lalu.

Fakta bahwa skuad yang nyaris tidak berubah—selain perombakan lini tengah kelas dua pada bursa transfer musim panas 2026—kini kembali terjun bebas memicu pertanyaan besar mengenai mentalitas pemain. Selepas kekalahan 0-3 dari Bournemouth, publik Old Trafford bahkan masih menyanyikan dukungan untuk Carrick sembari menyoraki para pemain dengan cemoohan keras.

- Advertisement -

Kendati kekacauan struktural di level pemilik dan eksekutif seperti Sir Jim Ratcliffe, Omar Berrada, dan Jason Wilcox layak mendapat kritik, Carrick tetap tidak lepas dari tanggung jawab. Tim yang musim lalu finis di posisi ketiga kini terpuruk di peringkat ke-16/17 dan gagal menang dalam sembilan laga. Carrick sendiri sempat mengeluhkan para pemainnya yang malas berlari saat dibantai Como 1-4 di Liga Champions, dan secara fisik timnya memang terlihat tidak bugar sepanjang musim ini.

Bek MU, Lisandro Martinez, sempat memberikan peringatan terbuka usai kekalahan dari Atletico Madrid mengenai stagnasi taktik timnya:

“Dia (Carrick) sudah melakukan yang terbaik. Tetapi setiap musim itu berbeda. Anda tidak bisa terus bertahan dengan apa yang Anda lakukan musim lalu. Tim-tim lawan sudah tahu bagaimana Anda bermain; mereka tahu setiap detailnya. Dan jika Anda tidak berubah, musim berikutnya akan menjadi masalah besar,” ungkap Martinez.

- Advertisement -

Ironisnya, kartu merah konyol yang diterima Martinez saat melawan Chelsea menunjukkan bahwa para pemain juga wajib berkaca pada diri sendiri. Begitu pula dengan kapten Bruno Fernandes. Jika musim lalu Carrick dipuji karena sukses mengembalikan performa terbaik sang playmaker hingga menyapu bersih gelar Pemain Terbaik versi PFA dan FWA, kini Carrick juga harus memikul tanggung jawab atas sikap sang kapten yang kerap terlihat frustrasi di lapangan. Sebagaimana ia layak dipuji saat mengangkat tim musim lalu, Carrick kini harus memikul beban atas kehancuran taktik dan temperamen skuadnya di titik kritis ini.

  • Rekor Michael Carrick (Hingga 31 Oktober 2026): 30 Main | 14 Menang | 7 Seri | 9 Kalah (46,66% Kemenangan).

Mingguan

Hasil Barcelona vs Alaves 6-1: Badai Cedera Paksa Frenkie De Jong Jadi Bek Tengah, Begini Respons Hansi Flick

Barcelona bantai Alaves 6-1 di Camp Nou. Krisis bek tengah memaksa Frenkie De Jong turun gelanggang mengubah posisi, dan pelatih Hansi Flick memberikan pujian selangit.

Hasil Derby Milan: AC Milan Sikat Inter 3-1, Diego Moreira Tolak Sesumbar Scudetto

AC Milan sukses membungkam Inter Milan 3-1 di Derby della Madonnina berkat aksi gemilang Diego Moreira. Meski tembus empat besar, Rossoneri ogah bicara Scudetto.

‘Operasi Senyap’ Bali United: Mesin Gol Paling Tajam yang Merangsek Papan Atas Super League 2026/2027

Tanpa gembar-gembor, Bali United sukses menembus tiga besar klasemen Super League 2026/2027. Skuad asuhan Johnny Jansen puncaki rekor 23 gol berkat aksi Teppei Yachida.

“Kutukan” Banten International Stadium: Persija Tumbang Lagi, Shin Tae-yong Frustrasi

Banten International Stadium (BIS) kembali menjadi mimpi buruk bagi Persija Jakarta usai ditekuk Dewa United 1-2. Posisi puncak Macan Kemayoran kini terancam.

Berita Terkait

“Kutukan” Banten International Stadium: Persija ...

Banten International Stadium (BIS) kembali menjadi mimpi buruk bagi Persija Jakarta usai ditekuk Dewa United 1-2. Posisi puncak Macan Kemayoran kini terancam.

Hasil Barcelona vs Alaves 6-1: Badai Cedera Paksa Frenkie De...

Barcelona bantai Alaves 6-1 di Camp Nou. Krisis bek tengah memaksa Frenkie De Jong turun gelanggang mengubah posisi, dan pelatih Hansi Flick memberikan pujian selangit.

Hasil Como vs Venezia 1-0: Skuad Cesc Fabregas Tembus 4 Besa...

Como 1907 sukses menaklukkan Venezia 1-0 lewat penalti Lucas Da Cunha di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Kemenangan ini bawa pasukan Cesc Fabregas amankan posisi empat besar klasemen Serie A.

Hasil Chelsea vs MU 2-0: Sembilan Laga Tanpa Kemenangan, Bry...

Manchester United kalah 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge dengan 10 pemain. MU kini terpuruk di peringkat 17 Liga Inggris, krisis kemenangan capai 9 laga.

Hasil Derby Milan: AC Milan Sikat Inter 3-1, Diego Moreira T...

AC Milan sukses membungkam Inter Milan 3-1 di Derby della Madonnina berkat aksi gemilang Diego Moreira. Meski tembus empat besar, Rossoneri ogah bicara Scudetto.

‘Operasi Senyap’ Bali United: Mesin Gol Paling T...

Tanpa gembar-gembor, Bali United sukses menembus tiga besar klasemen Super League 2026/2027. Skuad asuhan Johnny Jansen puncaki rekor 23 gol berkat aksi Teppei Yachida.

Trending

Prediksi Atletico vs MU: Superkomputer Opta Jagoka...

Prediksi laga Liga Champions Atletico vs MU berdasarkan simulasi superkomputer Opta. Tuan rumah lebih diunggulkan dengan probabilitas kemenangan 46 persen.

Hasil PSIM vs Persija 0-4: Pesta 4 Gol Antar Macan...

Hasil PSIM vs Persija berakhir 0-4 untuk kemenangan Macan Kemayoran. Simak brace Stjepan Loncar yang bawa Persija rebut puncak klasemen Super League di sini!

Jelang LoL Worlds 2026 NA: Rekor Win Rate Hans Sam...

Para pro player mulai berlatih di Solo Queue jelang LoL Worlds 2026 Amerika Utara. Hans Sama catat 100% win rate, namun akun Faker dan Chovy masih jadi misteri.

Trafik Anjlok Dilibas Google AI Overviews, Publish...

Kehadiran Google AI Overviews memangkas trafik organik media. Publisher dituntut beralih dari sekadar SEO menuju jurnalisme premium berlisensi.