Ringkasan Eksekutif:
- Persija Jakarta kembali menderita kekalahan di Banten International Stadium (BIS), kali ini takluk 1-2 dari Dewa United pada laga pekan ke-8 Super League 2026/2027.
- Ini merupakan kekalahan kedua Macan Kemayoran di stadion yang sama, setelah sebelumnya pada pekan ke-5 mereka juga tersungkur di tangan Persita Tangerang dengan skor 2-3.
- Pelatih Shin Tae-yong secara terbuka mengungkapkan rasa frustrasinya dan menilai stadion tersebut tidak membawa keberuntungan bagi timnya.
- Meski masih berada di puncak klasemen sementara dengan 18 poin, posisi Persija kini sangat rawan digeser oleh Persita Tangerang yang memiliki tabungan satu pertandingan lebih sedikit.
TANGERANG – Banten International Stadium (BIS) tampaknya telah menjelma menjadi arena “angker” bagi Persija Jakarta pada kampanye Super League musim 2026/2027. Skuad Macan Kemayoran kembali harus pulang dengan kepala tertunduk setelah menderita kekalahan menyakitkan 1-2 dari tuan rumah Dewa United pada laga lanjutan pekan kedelapan.
Kekalahan ini seolah mengulang kembali memori buruk yang dialami tim ibu kota beberapa pekan sebelumnya. Rekor fantastis yang coba dibangun oleh Shin Tae-yong kembali runtuh saat pasukannya menginjakkan kaki di rumput stadion kebanggaan masyarakat Banten tersebut.
Dua Kekalahan Beruntun di Arena yang Sama
Perjalanan Persija di awal musim ini sejatinya sangat impresif. Mereka sempat menyapu bersih empat kemenangan dari empat pertandingan pembuka kompetisi. Namun, laju mulus tersebut seketika terhenti saat mereka bertandang ke markas Persita Tangerang di BIS pada pekan ke-5. Kala itu, laga berjalan dramatis dan berkesudahan dengan skor 3-2 untuk kemenangan Pendekar Cisadane.
Pasca-kekalahan dari Persita, Persija berhasil merespons dengan cepat. Mereka sukses kembali ke jalur kemenangan dengan menumbangkan Arema FC dan Persik Kediri. Namun, ritme positif itu kembali terputus saat mereka harus melawat kembali ke Banten International Stadium untuk menghadapi Dewa United pekan ini.
Kehilangan poin penuh secara beruntun di stadion yang sama memicu kekecewaan mendalam dari sang peracik taktik, Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu secara terang-terangan mengakui ketidaknyamanannya.
“Ya, memang sepertinya tidak cocok dengan stadion ini buat saya dan juga tim dengan dua kekalahan ini,” tegas Shin Tae-yong dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
“Jujur, saya merasa kurang senang dengan stadion ini,” tambahnya tanpa menutupi rasa frustrasinya.
Alarm Bahaya di Papan Atas Klasemen
Meski menelan kekalahan krusial, posisi Persija di puncak klasemen sementara Super League 2026/2027 belum tergoyahkan. Sampai tuntasnya pekan ke-8, Macan Kemayoran masih memimpin dengan koleksi 18 poin.
Namun, jarak mereka dengan para pesaing terdekat kini semakin terkikis habis. Dewa United yang baru saja mengalahkan mereka kini menempel ketat di urutan kedua dengan 17 poin. Ancaman paling nyata justru datang dari Persita Tangerang.
Berikut adalah peta persaingan tiga besar klasemen sementara Super League:
| Peringkat | Klub / Tim | Jumlah Laga | Poin Sementara | Skenario Ancaman bagi Persija |
| 1 | Persija Jakarta | 8 | 18 | Wajib menyapu bersih laga selanjutnya agar tidak tergeser. |
| 2 | Dewa United | 8 | 17 | Hanya terpaut 1 poin, siap menyalip jika Persija kembali tergelincir. |
| 3 | Persita Tangerang | 7 | 15 | Memiliki 1 “tabungan” laga. Jika menang, akan merebut puncak klasemen berkat keunggulan head-to-head atas Persija. |
Rizky Ridho: Jangan Ada Waktu untuk Berleha-leha
Kegagalan memanfaatkan momen krusial ini juga sangat disesalkan oleh palang pintu andalan Persija, Rizky Ridho. Mantan bek Persebaya Surabaya ini menilai timnya telah membuang peluang emas untuk menjauh dari kejaran para rival di papan atas.
“Sebenarnya ini (laga melawan Dewa United) adalah kesempatan untuk memperlebar jarak dengan tim pesaing. Tapi kami malah kalah, sehingga akhirnya jaraknya menjadi dekat untuk tim peringkat kedua,” keluh Rizky Ridho menganalisis situasi timnya.
Lebih lanjut, bek andalan Timnas Indonesia ini meminta seluruh elemen tim untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. “Tentunya ini alarm buat kami. Artinya kami tidak boleh berleha-leha lagi,” pungkasnya memberikan peringatan keras kepada rekan-rekannya di ruang ganti.
Dengan direnovasinya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang memaksa Persija kembali berstatus sebagai tim musafir, ketahanan mental dan adaptasi taktik di stadion lawan akan menjadi ujian terberat bagi Shin Tae-yong dalam menjaga asa merengkuh gelar juara Super League musim ini.