Kampanye Aston Villa di musim 2025/2026 mungkin sedikit luput dari sorotan utama Premier League yang sibuk membahas kepergian Pep Guardiola, Mo Salah, hingga drama di puncak dan dasar klasemen. Namun secara diam-diam, The Villans sukses merangkai musim yang luar biasa fantastis.
Skuad asuhan Unai Emery tidak hanya berhasil mengamankan tiket ke Liga Champions, tetapi juga sukses mencetak sejarah dengan menjuarai kasta kedua Eropa. Aston Villa berhasil mengangkat trofi Europa League usai menumbangkan SC Freiburg di partai final, sekaligus menyudahi puasa gelar klub yang sudah berlangsung sejak 1996.
Peran Veteran Douglas Luiz
Kesuksesan luar biasa Emery musim ini tentu tidak lepas dari kedalaman skuad yang mumpuni. Salah satu nama yang turut andil adalah Douglas Luiz. Sang gelandang veteran kembali menginjakkan kaki di Villa Park dengan status pinjaman dari raksasa Serie A, Juventus.
Meski bukan pemain yang paling mencolok di atas lapangan, kontribusi Luiz tetap terasa. Selama masa pinjamannya, gelandang berusia 28 tahun itu mencatatkan 20 penampilan dengan total 881 menit bermain.
Berikut adalah catatan statistik Douglas Luiz bersama Aston Villa musim 2025/2026:
- Penampilan: 20 Laga
- Gol: 1
- Assist: 1
- Intersep: 12
- Tekel Sukses: 16
Catatan tersebut membuktikan bahwa Luiz cukup tangguh menjadi “hama” perusak ritme serangan lawan di lini tengah.
Batal Dipermanenkan
Sayangnya, romantisme periode kedua Luiz bersama publik Villa Park harus berakhir lebih cepat. Dalam kesepakatan peminjamannya, Aston Villa sejatinya memiliki opsi untuk mempermanenkan status sang pemain dengan mahar €25 juta (sekitar Rp435 miliar).
Namun, pakar transfer Eropa, Fabrizio Romano, melaporkan bahwa manajemen The Villans memutuskan untuk tidak menarik pelatuk tersebut.

“Douglas Luiz kembali ke Juventus dari masa pinjamannya di Aston Villa karena #AVFC tidak akan menjadikan kesepakatan itu permanen. Klausul opsi pembelian €25 juta tidak akan diaktifkan,” cuit Romano melalui akun X (Twitter) pribadinya.
Keputusan ini memaksa Luiz untuk kembali ke Italia. Situasi ini tentu menjadi tantangan berat baginya, mengingat Juventus bukanlah tempat yang ramah untuk kariernya. Pada dua tahun pertamanya berseragam Bianconeri, gelandang asal Brasil ini kesulitan menembus skuad utama dan hanya tampil dalam 27 pertandingan.



