ONESPORTS.ID – Pemilihan skuad final Tim Nasional Belanda untuk ajang Piala Dunia 2026 menghadirkan satu kejutan besar yang cukup menuai polemik. Nama bek kanan dinamis, Jeremie Frimpong, secara mengejutkan menghilang dari daftar rombongan skuad Tim Oranje yang akan terbang ke Amerika Utara.
Sebagai salah satu pemain yang memiliki profil menjanjikan dan daya jelajah tinggi di sisi kanan lapangan, Frimpong awalnya diprediksi akan menjadi pilihan logis untuk mengisi pos pertahanan Belanda. Namun, kenyataan pahit harus diterima oleh sang pemain usai pengumuman resmi dirilis.
Bukan Pemain Liverpool, Melainkan Bintang Leverkusen
Sebelum membedah lebih jauh soal pencoretannya, ada satu miskonsepsi yang kerap beredar di kalangan penikmat sepak bola belakangan ini yang menyebutkan bahwa Frimpong bermain untuk klub Liga Inggris, Liverpool.
Faktanya, pemain asal Belanda ini adalah pilar utama di kompetisi Bundesliga bersama Bayer Leverkusen. Meski sempat dirumorkan diincar oleh banyak klub top Premier League berkat kecepatan dan kemampuan serangnya yang luar biasa, Frimpong tetaplah bintang andalan di BayArena. Mengingat statusnya sebagai pemain di salah satu klub elite Eropa dengan skillset level atas, pencoretannya dari skuad tentu mengundang tanda tanya besar.
Alasan di Balik Absennya Frimpong
Lantas, mengapa pemain sekelas Jeremie Frimpong justru diparkir?
Berdasarkan dinamika tim saat ini, gaya bermain Frimpong rupanya dianggap surplus alias tidak terlalu sesuai dengan kebutuhan taktis spesifik yang sedang diracik oleh staf pelatih Belanda untuk turnamen kali ini.
Selain masalah kecocokan taktik, faktor kebugaran juga mengambil peran. Sepanjang musim terakhirnya, performa Frimpong sempat terganggu oleh cedera kambuhan dan kebijakan rotasi skuad di level klub. Hal ini membuat ritme permainannya sedikit terputus-putus (stop-and-start season), sehingga ia tidak berada dalam kondisi yang benar-benar 100% dominan saat momen krusial pemilihan skuad tiba.
Melalui akun media sosial pribadinya, Frimpong sempat membagikan unggahan yang menyiratkan kekecewaan mendalam atas keputusan tersebut, meski ia tetap mendukung rekan-rekan senegaranya.
Pertaruhan Lini Belakang Belanda
Timnas Belanda memang dikenal memiliki kedalaman skuad yang mewah di sektor pertahanan. Nama-nama seperti Virgil van Dijk, Nathan Ake, Matthijs de Ligt, hingga Denzel Dumfries membuat posisi bek menjadi area terkuat mereka.
Namun, mengabaikan opsi serangan sayap eksplosif yang ditawarkan Frimpong bisa menjadi bumerang tersendiri. Jika nantinya lini pertahanan Oranje gagal tampil rapat, atau mereka mengalami kebuntuan saat butuh daya dobrak ekstra dari sektor fullback, keputusan meninggalkan Frimpong pasti akan menjadi sorotan tajam.
Kabar baiknya, di usianya yang baru menginjak 25 tahun, Jeremie Frimpong masih memiliki jalan karier yang sangat panjang. Jika ia mampu menjaga konsistensi permainannya di level klub, peluang untuk comeback di turnamen internasional selanjutnya masih terbuka sangat lebar.
“Keputusan mencoret Jeremie Frimpong adalah sebuah pertaruhan. Belanda memang memiliki pertahanan yang solid, namun jika skuad Oranje mengalami kebuntuan taktis dari sisi sayap, ketiadaan pemain se-eksplosif dirinya bisa menjadi penyesalan besar di Piala Dunia 2026.”



