MADRID, OneSportsID – Ketegangan tingkat tinggi mewarnai jalannya laga lanjutan Liga Spanyol (LaLiga) di Santiago Bernabeu saat Real Madrid menjamu tim juru kunci, Real Oviedo, pada Jumat (15/5/2026) dini hari WIB.
Meski Los Blancos sukses mengamankan kemenangan 2-0 di atas lapangan, sorotan utama justru tertuju pada insiden panas yang terjadi di area tribun penonton.
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menjadi sasaran tembak amarah para pendukungnya sendiri.
Spanduk Protes dan Ketegangan di Tribun
Dilaporkan oleh Marca, sekelompok suporter garis keras Real Madrid secara mengejutkan membentangkan spanduk besar berisi protes tajam terhadap sang presiden klub.
Spanduk tersebut memuat tulisan berbunyi ‘Florentino, mundur sekarang’ dan ‘Florentino bersalah’.
Insiden ini langsung memicu reaksi cepat dari petugas keamanan stadion. Sempat terjadi ketegangan dan aksi tarik-menarik yang cukup alot antara petugas dan fans di tribun, sebelum akhirnya spanduk provokatif tersebut berhasil dilucuti dan diamankan.
Menariknya, Florentino Perez yang tengah menyaksikan langsung pertandingan dari tribun VIP menyadari aksi protes tersebut.
Pria berusia 79 tahun itu bahkan terekam kamera sempat terlibat perdebatan dan adu mulut dengan penggemar yang berada di tribun tepat di bawah tempat duduknya.
Buntut Konferensi Pers Kontroversial
Aksi boikot dan kecaman dari fans ini diyakini sebagai imbas langsung dari konferensi pers kontroversial yang digelar Perez pada Selasa (12/5/2026) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, sang pengusaha melontarkan rentetan kalimat pedas yang menyerang berbagai pihak, mulai dari para jurnalis hingga rival bebuyutan mereka, Barcelona.
Dalam konferensi pers yang sama, Perez dengan nada menantang juga menegaskan komitmennya untuk tidak mundur.
Ia justru mendeklarasikan diri akan kembali maju dalam pemilihan umum presiden klub berikutnya dengan mempertahankan struktur pejabat yang ada saat ini.
“Mereka yang ingin keluar dan menentang saya, silakan. Saya juga akan membela hak-hak anggota kami. Jika seseorang ingin maju, silakan. Namun jangan bergerak secara sembunyi-sembunyi,” tantang Perez pada Selasa lalu.
“Saya telah meminta dewan pemilihan untuk memulai proses penyelenggaraan pemilihan, di mana dewan saat ini akan kembali menjabat,” tegasnya kala itu.
Sebagai catatan, Florentino Perez telah memegang tampuk kekuasaan tertinggi di Real Madrid sejak Juni 2009 (periode keduanya setelah 2000-2006).
Dominasinya begitu kuat hingga ia selalu melenggang sebagai calon tunggal tanpa pesaing dalam empat pemilihan presiden klub secara beruntun, dengan yang terbaru terjadi pada tahun 2025 lalu.
Kini, dominasi tersebut tampaknya mulai mendapat perlawanan serius dari akar rumput suporter mereka sendiri.


