Gagal ke Piala Dunia 2026, Paolo Maldini Kritik Keras Perencanaan Sepak Bola Italia

Paolo Maldini mengkritik keras buruknya perencanaan sepak bola Italia usai Gli Azzurri gagal lolos ke Piala Dunia 2026, dan membandingkannya dengan kesuksesan tenis.

- Advertisement -

ROMA, OneSportsID – Kegagalan pahit kembali harus ditelan oleh publik sepak bola Italia. Timnas Italia dipastikan gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, menandai rekor buruk absennya Gli Azzurri dalam turnamen sepak bola terbesar sejagat tersebut selama tiga edisi berturut-turut.

Rentetan hasil mengecewakan ini langsung memicu badai kecaman keras di dalam negeri.

Efek dominonya pun tak main-main; pelatih kepala Gennaro Gattuso memutuskan mundur dari jabatannya, yang kemudian disusul oleh angkat kakinya Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, meski sebelumnya sempat bersikeras untuk bertahan.

- Advertisement -

Krisis Pemain Muda dan Infrastruktur

Kritik tajam yang mengarah ke tubuh sepak bola Italia utamanya menyoroti minimnya kesempatan bermain bagi talenta-talenta muda lokal di kompetisi domestik.

Selain itu, kurangnya fokus pada program pengembangan usia dini, lambatnya pembaruan fasilitas latihan, hingga mandeknya pembangunan infrastruktur stadion modern turut menjadi biang kerok kemunduran ini.

- Advertisement -

Melihat karut-marut tersebut, bek legendaris Italia dan AC Milan, Paolo Maldini, akhirnya angkat bicara.

Ia secara blak-blakan menilai bahwa sepak bola di negaranya saat ini berjalan tanpa arah karena tidak memiliki perencanaan jangka panjang yang terstruktur dengan baik.

Tamparan dari Kesuksesan Tenis Italia

Untuk memberikan gambaran betapa tertinggalnya tata kelola sepak bola mereka, Maldini membandingkannya dengan federasi tenis Italia yang kini tengah menikmati masa keemasannya.

Perencanaan matang di cabang olahraga tenis sukses mengantarkan Jannik Sinner bertengger sebagai petenis nomor satu dunia.

Tak hanya Sinner, dominasi tenis Italia juga dibuktikan dengan hadirnya total delapan petenis mereka di jajaran 100 besar dunia, seperti Lorenzo Musetti, Flavio Cobolli, Luciano Darderi, Lorenzo Sonego, Mattia Bellucci, Matteo Berrettini, hingga Matteo Arnaldi.

- Advertisement -

“Menurut saya punya pemain nomor satu dunia jelas menaikkan ketertarikan terhadap olahraga ini, tapi punya begitu banyak petenis Italia di peringkat 100 besar itu bukan kebetulan,” tegas Maldini, saat dijumpai di sela-sela turnamen Italian Open.

Maldini menekankan bahwa kesuksesan tersebut adalah murni hasil dari sebuah visi yang dijalankan dengan konsisten.

“Ada perencanaan di olahraga ini, yang mana itu kurang dilakukan di sepak bola. Sebab Italia itu sudah selalu jadi negara penuh talenta di olahraga,”

pungkas sang legenda memberikan tamparan keras bagi para petinggi sepak bola Italia.

- Advertisement -

Mingguan

Berita Terkait

Hasil MU vs Bournemouth 0-3: Blunder Fatal & Puasa Kemen...

Hasil MU vs Bournemouth berakhir 0-3 di Old Trafford pada pekan ke-8 Liga Inggris 2026/2027. Blunder Leny Yoro dan Senne Lammens perpanjang krisis Michael Carrick.

Peringatan Keras Oliver Kahn: Julian Nagelsmann Ambil Risiko...

Legenda Jerman Oliver Kahn memperingatkan Julian Nagelsmann tentang besarnya risiko menukangi Manchester United di tengah krisis performa era Michael Carrick.

Bruno Fernandes Sentil Manchester United: Berhenti Hidup di ...

Kapten MU Bruno Fernandes mendesak klub agar sadar diri dan berhenti bernostalgia dengan kejayaan masa lalu usai rentetan hasil buruk di Liga Champions dan domestik.

Jadwal Lengkap Liga Champions 2026/27: Format Fase Liga &...

Panduan komprehensif jadwal UEFA Champions League 2026/2027. Simak aturan fase liga 36 tim, tanggal pertandingan krusial, hingga rute menuju final di Metropolitano.

Cedera ACL Khvicha Kvaratskhelia: Bintang PSG Tumbang, Crist...

Winger andalan PSG, Khvicha Kvaratskhelia, divonis mengalami cedera ACL usai laga kontra Barcelona. Simak pesan dukungan emosional dari Cristiano Ronaldo di sini.

Rekor Kartu Topps NOW Lionel Messi: Edisi Perpisahan Argenti...

Kartu Topps NOW edisi perpisahan Lionel Messi bersama Timnas Argentina memecahkan rekor penjualan tertinggi dengan 664.325 keping, melampaui rekor Shohei Ohtani.

Trending

Prediksi Atletico vs MU: Superkomputer Opta Jagoka...

Prediksi laga Liga Champions Atletico vs MU berdasarkan simulasi superkomputer Opta. Tuan rumah lebih diunggulkan dengan probabilitas kemenangan 46 persen.

Hasil PSIM vs Persija 0-4: Pesta 4 Gol Antar Macan...

Hasil PSIM vs Persija berakhir 0-4 untuk kemenangan Macan Kemayoran. Simak brace Stjepan Loncar yang bawa Persija rebut puncak klasemen Super League di sini!

Jelang LoL Worlds 2026 NA: Rekor Win Rate Hans Sam...

Para pro player mulai berlatih di Solo Queue jelang LoL Worlds 2026 Amerika Utara. Hans Sama catat 100% win rate, namun akun Faker dan Chovy masih jadi misteri.

Trafik Anjlok Dilibas Google AI Overviews, Publish...

Kehadiran Google AI Overviews memangkas trafik organik media. Publisher dituntut beralih dari sekadar SEO menuju jurnalisme premium berlisensi.