Ringkasan Cepat:
- Presiden FIFA Gianni Infantino meminta maaf kepada Dewan FIFA atas kontroversi proyek FIFA Forward Enterprise (FFE).
- Proyek komersialisasi hak turnamen Piala Dunia tersebut resmi ditarik secara permanen pasca-penolakan masif dari berbagai federasi.
- Pemilihan Presiden FIFA berikutnya dijadwalkan pada 18 Maret 2027, di mana Infantino berpeluang maju untuk masa jabatan penuh ketiganya.
ZURICH – Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terkait polemik proyek FIFA Forward Enterprise (FFE). Klarifikasi strategis ini dilakukan dalam rapat Dewan FIFA di Zurich, Swiss, menyusul gelombang kritik tajam pasca-Piala Dunia 2026. Proyek yang menuai kecaman karena dinilai mengkomersialkan sepak bola kepada penawar tertinggi secara rahasia tersebut akhirnya resmi dihentikan.
Permintaan Maaf dan Pembatalan Permanen
Dalam keterangan persnya, Infantino mengakui adanya kesalahan komunikasi dan proses konsultasi yang buruk terkait inisiatif FFE. Ia menegaskan bahwa skema penjualan saham hak komersial turnamen kepada entitas swasta tersebut awalnya sebatas proposal, bukan keputusan final. Niat utamanya diklaim untuk mencari skema pendanaan alternatif agar FIFA dapat berinvestasi lebih besar kepada asosiasi negara anggota.
Pihak FIFA kemudian merilis pernyataan resmi yang memastikan proyek FFE telah ditarik secara permanen dan tidak akan dimunculkan kembali. Sebagai langkah pengganti, dewan menyambut positif rancangan Infantino untuk mendistribusikan dana cadangan senilai USD 6 miliar secara merata. Alokasi ini direncanakan akan mengalir langsung ke 211 asosiasi anggota guna mendukung pembinaan sepak bola global.
Dukungan dan Kritik Jelang Pemilu 2027
Sikap kooperatif Infantino mendapat dukungan penuh dari Anggota Dewan FIFA sekaligus Presiden FA Mauritania, Ahmed Yahya. Yahya memuji kepemimpinan sang presiden, termasuk keberhasilan ekspansi Piala Dunia menjadi 48 tim yang dinilai menguntungkan negara-negara anggota. Ia memastikan mayoritas federasi masih menginginkan Infantino untuk terus memimpin sepak bola di masa depan.
Namun, kepuasan tersebut tidak dirasakan oleh seluruh petinggi yang hadir. Kepala FA Jerman, Bernd Neuendorf, secara terbuka menyatakan ketidakpuasannya atas jalannya rapat dewan yang berlangsung selama lebih dari tiga jam. Neuendorf menyebut dewan telah melontarkan banyak pertanyaan kritis, namun ia merasa tidak mendapatkan satupun jawaban yang memuaskan dari pihak presiden.
Dinamika dewan ini terjadi menjelang Kongres dan pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Maret 2027. Hingga saat ini, Infantino masih menjadi kandidat tunggal tanpa penantang resmi. Berdasarkan statuta organisasi, ia secara regulasi masih diizinkan maju untuk mengamankan satu masa jabatan penuh terakhirnya.