Real Madrid kembali menunjukkan dominasi mutlak mereka di pentas La Liga setelah membantai Malaga dengan skor telak 4-0.
Pertandingan lanjutan kompetisi kasta tertinggi Liga Spanyol tersebut berlangsung mendebarkan di Stadion Santiago Bernabeu pada Minggu (30/8).
Tuan rumah tampil sangat beringas sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit Juan Martinez.
Skuad Los Blancos yang kini berada di bawah komando taktis Jose Mourinho langsung menekan lini pertahanan tim tamu.
Malang bagi Malaga, benteng pertahanan mereka sudah terus digempur tanpa henti sejak awal laga.
Sorak-sorai puluhan ribu pendukung setia El Real akhirnya pecah pada menit ke-19.
Jude Bellingham sukses membuka keran gol Real Madrid melalui aksi individu yang sangat memukau.
Gelandang asal Inggris tersebut berhasil melepaskan diri dari kawalan ketat para pemain belakang Malaga.
Bellingham kemudian mengakhiri aksinya dengan tembakan terukur dari dalam kotak penalti.
Bola meluncur deras menghujam gawang lawan tanpa bisa dijangkau oleh kiper.
Wasit Juan Martinez sempat menunda perayaan gol tersebut untuk meninjau rekaman Video Assistant Referee atau VAR.
Setelah melakukan pemeriksaan singkat di pinggir lapangan, sang pengadil lapangan secara resmi mengesahkan gol tersebut.
Keputusan wasit memberikan kelegaan luar biasa bagi seluruh penggawa dan staf pelatih Real Madrid.
Unggul satu gol tidak membuat ketajaman serangan anak asuh Jose Mourinho menurun.
Real Madrid justru semakin gencar melancarkan serangan gelombang demi gelombang ke jantung pertahanan Malaga.
Tekanan bertubi-tubi itu akhirnya membuahkan hasil manis kembali pada menit ke-26.
Kiper Malaga, Alfonso Herrero, melakukan kesalahan fatal yang berujung pada gol bunuh diri.
Upaya Herrero dalam mengantisipasi ancaman bahaya justru membuat bola masuk ke dalam gawangnya sendiri.
Publik Santiago Bernabeu kembali bergemuruh menyambut keunggulan ganda bagi tim kesayangan mereka.
Hanya berselang empat menit dari gol kedua, Real Madrid kembali mencetak gol ketiganya.
Giliran penyerang bintang asal Prancis, Kylian Mbappe, yang mencatatkan namanya di papan skor.
Mbappe dengan sangat tenang menceploskan si kulit bulat ke dalam jaring gawang Malaga.
Gol tersebut tercipta setelah menuntaskan umpan tarik matang yang dilepaskan oleh Trent Alexander-Arnold dari sisi sayap.
Kombinasi apik antara Alexander-Arnold dan Mbappe membuktikan betapa menakutkannya lini serang Los Merengues musim ini.
Bagi Kylian Mbappe, ini merupakan gol keempatnya di panggung La Liga musim ini.
Penyerang haus gol tersebut sebelumnya sukses mencetak hattrick fantastis ketika Real Madrid melumat Real Sociedad 4-1 di Bernabeu.
Konsistensi Mbappe dalam mencetak gol menjadi sinyal bahaya bagi tim-tim pesaing di Liga Spanyol.
Real Madrid akhirnya menutup babak pertama dengan keunggulan sangat meyakinkan 3-0 atas Malaga.
Keunggulan tiga gol di paruh pertama membuat tuan rumah berada di atas angin dan memegang kendali penuh atas jalannya permainan.
Memasuki babak kedua, irama pertandingan perlahan mulai berubah dan cenderung berlangsung alot.
Barisan pertahanan Malaga mencoba tampil lebih disiplin demi menghindari kekalahan yang lebih memalukan.
Jose Mourinho merespons situasi tersebut dengan melakukan beberapa penyegaran strategi dari bangku cadangan.
Meskipun terus menguasai jalannya aliran bola, Real Madrid sempat kesulitan menembus barikade ketat tim tamu di waktu normal.
Peluang demi peluang yang didapat oleh para juru gedor El Real kerap kali membentur tembok pertahanan Malaga.
Namun, kegigihan para pemain Real Madrid akhirnya kembali membuahkan hasil pada masa injury time babak kedua.
Arda Guler berhasil melengkapi pesta gol kemenangan Real Madrid menjadi 4-0 di penghujung laga.
Pemain muda berbakat asal Turki tersebut menceploskan bola melalui tembakan jarak dekat yang sangat dingin.
Gol penutup tersebut lahir berkat assist ciamik yang disodorkan oleh Vinicius Junior dari sisi penyerangan.
Kemenangan telak ini semakin memperkokoh posisi Real Madrid di puncak klasemen sementara La Liga.
Los Blancos saat ini mengoleksi nilai sempurna sembilan poin dari tiga pertandingan awal musim.
Performa impresif ini membuktikan bahwa Real Madrid merupakan kandidat terkuat dalam perburuan gelar juara musim ini.
Taktik cerdik yang diterapkan oleh Jose Mourinho sejauh ini terbukti sangat ampuh menguji ketahanan lawan-lawannya.
Selain tajam di lini depan, lini belakang Real Madrid juga menunjukkan soliditas yang sangat luar biasa.
Malaga sama sekali tidak diberikan ruang bebas untuk mengembangkan permainan terbaik mereka di Bernabeu.
Kekalahan berat ini semakin memperpanjang catatan buruk Malaga saat bertandang ke markas besar Real Madrid.
Di sisi lain, para pendukung Real Madrid merasa sangat puas dengan penampilan atraktif yang ditunjukkan tim kesayangan mereka.
Atmosfer Santiago Bernabeu sepanjang 90 menit pertandingan terasa begitu gemuruh dan penuh kebanggaan.
Jose Mourinho sendiri memberikan pujian tinggi kepada seluruh pemainnya atas kerja keras yang ditunjukkan di lapangan.
Menurut Mourinho, kedisiplinan taktik dan fokus tinggi menjadi kunci utama dari hasil gemilang dalam laga ini.
Kehadiran Kylian Mbappe dan Trent Alexander-Arnold terbukti langsung memberikan dampak instan bagi keharmonisan skema permainan tim.
Kombinasi pemain senior dan pemain muda dalam skuad El Real menciptakan kedalaman tim yang sangat menakutkan lawan.
Arda Guler yang masuk sebagai pemain pengganti kembali membuktikan kualitas dirinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa.
Kerjasama harmonis antara Vinicius Junior dan Arda Guler di masa injury time menjadi penutup manis dalam duel seru ini.
Real Madrid kini mengalihkan fokus mereka untuk menghadapi pertandingan penting selanjutnya di kompetisi domestik.
Dengan tren positif yang terus terjaga, tim Ibu Kota Spanyol tersebut siap melibas setiap lawan yang menghalangi jalan mereka.
Sapu bersih tiga kemenangan beruntun di awal musim memberikan rasa percaya diri yang amat tinggi bagi seluruh anggota tim.
Persaingan meraih takhta tertinggi La Liga jelas masih sangat panjang dan penuh tantangan berat.
Namun, jika Real Madrid mampu menjaga konsistensi permainan seperti laga melawan Malaga ini, mereka akan sangat sulit dihentikan.
Malaga sendiri harus segera melakukan evaluasi menyeluruh atas berbagai kelemahan di barisan pertahanan mereka.
Pelatih Malaga mengakui bahwa keunggulan kualitas individu dan kolektivitas pemain Real Madrid memang sangat sulit ditandingi.
Hasil akhir pertandingan di Santiago Bernabeu ini sekaligus menegaskan keperkasaan dominasi Real Madrid dalam persaingan kasta tertinggi sepak bola Spanyol.
Sumber: www.cnnindonesia.com