TANGERANG, OneSportsID – Menyeberangi samudera sejauh 12.000 kilometer demi mengejar bola di negeri orang bukan perkara mudah bagi seorang pemain profesional.
Namun, bagi Sonny Stevens, keputusan “nekat” meninggalkan kenyamanan di Eropa untuk berlabuh ke Dewa United kini terbukti menjadi langkah terbaik dalam kariernya.
Penjaga gawang tangguh asal Belanda ini kini menjadi salah satu pilar tak tergantikan di bawah mistar Tangsel Warriors.
Menariknya, Stevens mengakui bahwa faktor utama yang meluluhkan keraguannya bukan sekadar nilai kontrak, melainkan kuatnya aroma “Belanda” di internal klub.
Efek Magis Sjoerd Woudenberg
Awal mula petualangan Stevens di Indonesia bermula dari sebuah panggilan telepon yang mengubah segalanya.
Sosok di balik layar itu adalah Sjoerd Woudenberg, pelatih kiper yang bekerja sama dengan pelatih kepala Jan Olde Riekerink.
Stevens mengenang momen saat Woudenberg menawarinya tantangan baru di Asia. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan staf pelatih yang sudah ia kenal membuat segala keraguan sirna.
“Dia tahu situasi saya. Dia bertanya apakah saya bersedia datang ke Indonesia karena Dewa United memiliki pelatih Belanda.
Kehadiran Sjoerd membuat segalanya terasa lebih dekat dan meyakinkan,” ungkap Stevens sebagaimana dilansir dari Voetbal Primeur.
Loncatan Jauh dari Eropa ke Asia
Stevens tidak memungkiri bahwa faktor jarak sempat menjadi bahan pertimbangan yang berat. Baginya, terbang dari Belanda ke Indonesia jauh lebih menantang ketimbang hanya bepergian di sekitaran daratan Eropa.
“Saya sempat berpikir, ini artinya berada 12.000 kilometer jauhnya. Sangat kontras jika dibandingkan hanya terbang tiga jam ke Kreta (Yunani).
Saya butuh waktu sejenak untuk memantapkan hati,” tuturnya mengenang masa-masa bimbang tersebut.
Namun, intuisi sepak bolanya mengatakan bahwa pasar Asia adalah tempat yang tepat untuk mengeksplorasi potensi diri.
Ia pun memilih untuk mengambil risiko tersebut dan melihat sejauh mana kariernya akan berkembang di Indonesia.
Tiga Musim yang Menyenangkan
Keberanian Stevens membuahkan hasil manis. Hampir tiga musim berseragam Dewa United, ia justru semakin betah dan menyukai atmosfer kompetisi BRI Super League.
Ia pun menegaskan bahwa keputusannya merumput di tanah air mungkin tidak akan pernah terjadi jika tidak ada “koneksi Belanda” di dalam tim.
“Jika tidak ada staf pelatih asal Belanda, mungkin saya tidak akan melakukannya (pindah ke Indonesia). Keberadaan Sjoerd dan Jan sangat krusial.
Sekarang, setelah berjalan sekian lama, saya harus mengakui bahwa ini adalah langkah karier yang sangat baik,” pungkas Stevens.
Ketangguhan Sonny Stevens di bawah mistar gawang kini terus menjadi jaminan keamanan bagi lini pertahanan Dewa United di setiap pekannya.
Bagi sang kiper, Indonesia kini bukan lagi sekadar tempat bekerja, melainkan rumah kedua di mana ia bisa menikmati sepak bola dengan sepenuh hati.


