MANCHESTER – Untuk pertama kalinya sejak musim 2015/2016, Manchester City akan mengarungi kompetisi Premier League tanpa kehadiran sosok Pep Guardiola di pinggir lapangan. Tugas berat kini berada di pundak Enzo Maresca, mantan asisten Guardiola yang kembali ke Etihad Stadium untuk memimpin era baru The Citizens.
Maresca menghadapi situasi skuad yang jauh berbeda dibandingkan saat ia membantu City meraih treble pada musim 2022/2023. Meski ditopang oleh kedatangan Elliot Anderson dengan rekor transfer klub senilai £116 juta, City harus kehilangan sejumlah pilar legendaris mereka.
Kepindahan Rodri ke Barcelona senilai £65,5 juta menjadi sorotan utama, menyusul kepergian Bernardo Silva (ke Real Madrid secara gratis) dan John Stones (ke Inter Milan secara gratis). Gelombang kepergian ini menyusul nama-nama besar lain seperti Kevin De Bruyne, Ilkay Gundogan, Kyle Walker, dan Ederson yang sudah lebih dulu angkat kaki pada musim sebelumnya.
Proyeksi Skuad dan Perubahan Taktik Enzo Maresca
Dalam menghadapi musim 2026/2027, Maresca diprediksi mengusung formasi dasar 4-2-3-1 dengan susunan pemain utama:
- Kiper: Gianluigi Donnarumma
- Lini Belakang: Matheus Nunes, Ruben Dias, Josko Gvardiol, Nick O’Reilly
- Lini Tengah: Elliot Anderson, Mateo Kovacic
- Lini Depan: Antoine Semenyo, Phil Foden, Jeremy Doku
- Penyerang Utama: Erling Haaland
Secara taktis, Maresca menerapkan skema build-up 3-2 saat menguasai bola, dengan salah satu bek sayap bergeser ke tengah mendampingi gelandang bertahan. Berbeda dengan fleksibilitas Guardiola yang sering berganti pola, Maresca cenderung konsisten dengan struktur ini. Selain itu, ia menginstruksikan para winger untuk bermain tinggi dan melebar guna mengeksploitasi area pertahanan lawan secara agresif.
Kekuatan dan Kelemahan The Citizens
Kekuatan Utama:
- Erling Haaland: Pemenang Sepatu Emas Premier League tiga kali dalam empat musim ini tetap menjadi tumpuan utama di lini serang. Gaya main sayap yang lebih langsung di bawah Maresca diprediksi akan semakin memanjakan striker berusia 26 tahun tersebut.
- Kedalaman Bek Tengah: Kendati ditinggal John Stones, Nathan Ake, dan Manuel Akanji, City masih memiliki deretan bek tengah tangguh seperti Ruben Dias, Josko Gvardiol, Marc Guehi, hingga bek muda berbakat Abdukodir Khusanov.
Kelemahan & Tantangan:
- Rombakan Lini Tengah: Kehilangan Rodri, Bernardo Silva, hingga Tijjani Reijnders (yang dilepas ke Al Qadsiah seharga £52 juta) meninggalkan celah besar di sektor tengah yang harus segera ditutupi Direktur Olahraga Hugo Viana sebelum bursa transfer ditutup.
- Kedalaman Sektor Sayap: Cedera yang menimpa Jeremy Doku serta potensi kepindahan Savinho ke Tottenham membuat stok penyerang sayap murni City relatif tipis.
