Kapten Bosnia Tolak Salami Israel

- Advertisement -

BUDAPEST, OneSports – Jagat sepak bola Eropa kembali dihebohkan oleh sebuah insiden sarat makna di luar urusan teknis lapangan hijau. Kapten Timnas Bosnia & Herzegovina U-21, Muhamed Buljubasic, mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dunia setelah dengan tegas menolak untuk bersalaman dengan para pemain Timnas Israel U-21.

Aksi berani dan penuh prinsip ini terjadi menjelang laga kualifikasi Piala Eropa U-21 (Euro U-21) yang mempertemukan Israel U-21 melawan Bosnia & Herzegovina U-21. Sikap dingin sang kapten di atas lapangan hijau tersebut segera memicu gelombang reaksi dari publik, mempertegas bagaimana arena sepak bola seringkali tidak bisa dipisahkan dari sikap solidaritas kemanusiaan dan dinamika geopolitik global.

Momen Panas Sebelum Kick-Off

Pertandingan yang penuh ketegangan tersebut diselenggarakan pada Selasa (31/3/2026). Mengingat situasi keamanan dan politik yang sensitif, UEFA memutuskan untuk menggelar laga tersebut di tempat netral, yakni di Hungaria.

Seperti protokol resmi pertandingan sepak bola internasional pada umumnya, kedua kesebelasan berbaris rapi di tengah lapangan sebelum kick-off untuk menyanyikan lagu kebangsaan dan melakukan prosesi jabat tangan. Namun, sebuah pemandangan yang tidak biasa dan menyedot perhatian terjadi saat prosesi tersebut berlangsung.

Muhamed Buljubasic, yang memimpin barisan rekan-rekannya sebagai kapten tim, dengan sengaja menunjukkan sikap penolakannya. Ia hanya menjabat tangan wasit beserta perangkat pertandingan lainnya, lalu berjalan lurus melewati barisan pemain Israel tanpa menyodorkan tangannya sedikit pun. Aksi boikot jabat tangan yang dipelopori oleh sang kapten ini kemudian diikuti secara serempak oleh seluruh punggawa Timnas Bosnia U-21 di belakangnya.

Adapun pertandingan tersebut pada akhirnya berjalan sangat alot dan berkesudahan dengan skor kacamata 0-0. Tambahan satu poin ini membuat Timnas Bosnia U-21 untuk sementara duduk nyaman di peringkat kedua klasemen Grup G dengan koleksi tujuh poin, sementara Israel menempel ketat dengan perolehan poin yang sama tepat di bawah mereka.

Pesan Menohok Muhamed Buljubasic

Aksi diam di atas lapangan tersebut rupanya menyimpan pesan moral yang sangat lantang. Tak lama setelah pertandingan usai, Muhamed Buljubasic langsung menggunakan akun media sosial pribadinya untuk mengklarifikasi sekaligus menyuarakan isi hatinya terkait insiden penolakan jabat tangan tersebut.

- Advertisement -

Pemain muda berbakat yang baru menginjak usia 21 tahun itu memberikan pernyataan tertulis yang sangat menohok dan sarat akan nilai-nilai kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa tindakannya bukanlah sebuah ketidaksengajaan, melainkan keputusan sadar yang didorong oleh prinsip hidup yang ditanamkan oleh keluarga dan negaranya.

“Sebagai kapten tim, sebelum pertandingan kemarin, saya dengan jelas menyatakan bahwa tanah air dan keluarga saya tidak pernah mengajarkan atau mendorong saya untuk tunduk kepada mereka yang mendorong dunia ini ke dalam jurang kehinaan dan kekerasan,” tulis Buljubasic dengan tegas di akun pribadinya.

Ia juga menambahkan bahwa posisinya sebagai kapten bukan hanya mewakili tim di atas lapangan, tetapi juga mewakili suara nurani rakyat negaranya. “Tujuan utama saya adalah untuk mencerminkan pemikiran seluruh negara saya dan apa yang dirasakan oleh setiap orang waras tentang situasi dunia saat ini,” sambungnya mengakhiri pesan tersebut.

Solidaritas Melawan Penindasan Global

Sikap berani yang ditunjukkan oleh Muhamed Buljubasic tentu tidak lepas dari latar belakang eskalasi konflik di Timur Tengah. Hingga saat ini, Israel masih terlibat dalam pusaran peperangan yang meluas, termasuk ketegangan tingkat tinggi dengan Iran.

Terlebih lagi, selama beberapa tahun terakhir, gempuran militer Israel ke wilayah Palestina telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di abad modern. Serangan tanpa henti yang menelan puluhan ribu korban jiwa warga sipil tersebut bahkan telah memicu kecaman dunia internasional, di mana Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan berbagai lembaga hak asasi manusia tengah menyorotinya sebagai potensi aksi genosida.

Aksi heroik di Hungaria ini nyatanya bukanlah insiden pertama yang terjadi di pentas sepak bola Eropa. Seiring dengan meningkatnya kesadaran publik dunia atas krisis kemanusiaan di Palestina, banyak perwakilan Israel di kancah sepak bola yang harus kehilangan kehormatan dan harga dirinya di atas rumput hijau.

Sebagai contoh nyata, penolakan dan cemoohan dari tribun penonton tidak hanya dialami oleh tim nasional, tetapi juga merembet ke level klub. Pemain sayap asal Israel, Manor Solomon, pernah mengalami momen memalukan ketika ia dicemooh habis-habisan oleh kelompok suporter klubnya sendiri, Villarreal, saat bertanding.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa bagi banyak pemain dan suporter di seluruh dunia, sepak bola adalah panggung yang valid untuk menyuarakan perlawanan terhadap penindasan dan menegakkan nilai-nilai keadilan. Dan bagi Muhamed Buljubasic, ban kapten di lengannya adalah simbol bahwa harga diri dan kemanusiaan selalu berdiri di atas hasil sebuah pertandingan.

- Advertisement -

Berita Terkait

Mingguan

Bantai Persita 3-0, Persijap Jepara Resmi Lolos dari Jeratan Degradasi Liga 1

Persijap Jepara sukses mengamankan tiket bertahan di kasta tertinggi BRI Super League musim depan usai membungkam Persita Tangerang dengan skor telak 3-0.

Cuci Gudang! 5 Pemain Lazio Ini Habis Kontrak pada Juni 2026

Lazio bersiap melakukan perombakan skuad. Simak daftar 5 pemain Lazio yang habis kontrak pada Juni 2026, dari Pedro hingga Daniel Maldini.

Mimpi Besar Hector Souto: Liga Futsal Kuat dan Gaji Layak untuk Pemain

Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, Piala AFF Futsal 2026, Kesejahteraan Atlet, Futsal Indonesia

Sanksi Tegas Chelsea Untuk Enzo

LONDON, OneSports – Suas...

Italia Gagal ke Piala Dunia 3 Kali Beruntun, Del Piero: Jadi Olok-olok Dunia

ROMA – Tragedi kelam kembali menyelimuti dunia sepak bola Italia. Tim nasional kesayangan mereka, Gli Azzurri, harus kembali mengubur mimpi untuk tampil di put...

Dihina Rasis Usai Euro 2020, Kylian Mbappe Nyaris Pensiun dari Timnas Prancis

PARIS – Berada di puncak karier sepak bola dunia tidak selalu menghadirkan cerita yang indah. Hal inilah yang dirasakan oleh megabintang Real Madrid, Kylia...

Tangis Donnarumma, Italia Gagal Lagi

ROMA, OneSports – Langit sepak bola negeri Pizza kembali diselimuti awan kelam. Kiper utama sekaligus kapten Timnas Italia, Gianluigi Donnarumma, mengaku sanga...

Harga Tiket Final Menggila

ZURICH, OneSports – Menjelang bergulirnya perhelatan akbar Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan secara gabungan oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko...

Swedia Lolos Lewat Jalur AjaibKeajaiban Timnas Swedia: Lolos Piala Dunia 2026 Jalur Nation...

SOLNA – Dunia sepak bola kembali menyajikan kisah yang berada di luar nalar. Timnas Swedia secara resmi memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026...

Jepang Sikat Inggris di Wembley

LONDON – Sinyal bahaya level tertinggi resmi dikirimkan oleh Timnas Jepang jelang bergulirnya ajang akbar Piala Dunia 2026. Skuad berjuluk Samurai Biru ini kem...

Chelsea vs Tottenham: Derby London Penentu Nasib Spurs dan Mimpi Eropa The Blues

Chelsea dan Tottenham sama-sama datang dengan luka besar jelang Derby London di Stamford Bridge. Spurs masih dibayangi ancaman degradasi, sementara The Blues memburu tiket kompetisi Eropa.

Skandal “Spygate” Guncang Championship, Southampton Terancam Dicoret dari Fina...

Skandal "Spygate" mengguncang divisi Championship. Southampton terancam batal tampil di final playoff promosi ke Liga Inggris setelah stafnya tertangkap basah memata-matai sesi latihan Middlesbrough

Misi Lepas dari Jerat Degradasi, Spurs Wajib Manfaatkan Keterpurukan Chelsea

Tottenham Hotspur berpeluang besar lolos dari jerat degradasi jika mampu mengamankan poin saat bertandang ke markas Chelsea, yang saat ini tengah babak belur.

Panggung Terakhir Ronaldo: Skuad Emas Portugal Siap Gebrak Piala Dunia 2026

Timnas Portugal bersiap menatap Piala Dunia 2026 bersama Cristiano Ronaldo yang berambisi melengkapi kepingan terakhir trofinya dalam skuad bertabur bintang asuhan Roberto Martinez.

Akhir Sebuah Era: Pep Guardiola Ucapkan Selamat Tinggal pada Manchester City

Setelah satu dekade mendominasi dan mengubah lanskap sepak bola Inggris, Pep Guardiola dilaporkan bersiap meninggalkan Manchester City di penghujung musim untuk mengambil masa rehat.

Singkirkan Wakil Swedia, Janice Tjen Melaju ke Babak Kedua Maroko Open 2026

Petenis putri andalan Indonesia, Janice Tjen, sukses mengamankan tiket ke babak kedua turnamen WTA 250 Maroko Open 2026 usai menumbangkan perlawanan alot wakil Swedia, Caijsa Hennemann.

Tak Sekadar Label Eropa, John Herdman Padukan Daya Juang dan Kecerdasan Taktis di Timnas

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa status bermain di Eropa tidak menjamin tempat di Skuad Garuda. Ia mencari perpaduan sempurna antara daya juang pemain domestik dan kecerdasan taktis pemain diaspora.

Joe Taslim Bintangi Remake “The Man From Nowhere”, Indonesia Kian Dominasi Gen...

Aktor laga kebanggaan Indonesia, Joe Taslim, dipastikan membintangi remake film Korea Selatan populer, The Man From Nowhere. Proyek ini menjadi salah satu sorotan utama di Cannes Film Market.

Menang “Jelek” Lagi, Arsenal Kini Tinggal Selangkah dari Trofi Premier League

Arsenal tinggal selangkah lagi mengakhiri kutukan 22 tahun tanpa gelar Premier League. Meski kembali menang dengan permainan “jelek”, pasukan Mikel Arteta justru semakin dekat menuju sejarah.

Ironis! Amerika Dicibir Sebut Sepak Bola “Soccer”, Padahal Inggrislah yang Menciptakan Ist...

Banyak orang mengira Amerika Serikat menciptakan istilah “soccer”. Faktanya, kata tersebut justru lahir di Inggris sebelum akhirnya ditinggalkan oleh negara asalnya sendiri.

Ancelotti Coret Bintang Premier League! Gabriel Jesus hingga Richarlison Tersingkir dari S...

Carlo Ancelotti membuat keputusan mengejutkan dengan mencoret sejumlah pemain Premier League dari skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Gabriel Jesus hingga Richarlison harus rela hanya menjadi penonton.

Neymar Dipanggil Ancelotti, Tapi Brasil Sedang Membawa Senjata atau Bom Waktu?

Kembalinya Neymar ke skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 memunculkan dilema besar. Carlo Ancelotti mendapat senjata berbakat sekaligus bom waktu emosional di tengah ambisi Selecao merebut mahkota dunia.

Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City, Akhir Sebuah Dinasti di Premier League

Penampilan Adeline Rudolph sebagai Kitana di Mortal Kombat II panen pujian. Fans menilai sang aktris sukses menghadirkan sosok putri Outworld yang elegan, mematikan, dan emosional di layar lebar.

Panen Pujian, Adeline Rudolph Dinilai Jadi Kitana Paling Akurat di Mortal Kombat II

Penampilan Adeline Rudolph sebagai Kitana di Mortal Kombat II panen pujian. Fans menilai sang aktris sukses menghadirkan sosok putri Outworld yang elegan, mematikan, dan emosional di layar lebar.

Akhiri Kutukan 28 Tahun, Skotlandia Kembali Menatap Panggung Piala Dunia

Timnas Skotlandia akhirnya kembali berlaga di panggung Piala Dunia setelah 28 tahun absen. Kemenangan dramatis 4-2 atas Denmark menjadi tiket emas bagi skuad asuhan Steve Clarke untuk mencoba mengukir sejarah baru menembus fase gugur.

Akhiri Penantian 28 Tahun, Skotlandia Siap Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026

Timnas Skotlandia akhirnya kembali berlaga di panggung Piala Dunia 2026 setelah 28 tahun absen. Skuad asuhan Steve Clarke membidik sejarah baru untuk lolos dari fase grup untuk pertama kalinya

#Taggar Trending

Berita Timnas

Panggung Terakhir Ronaldo: Skuad Emas Portugal Siap Gebrak Piala Dunia 2026

Timnas Portugal bersiap menatap Piala Dunia 2026 bersama Cristiano Ronaldo yang berambisi melengkapi kepingan terakhir trofinya dalam skuad bertabur bintang asuhan Roberto Martinez.

Tak Sekadar Label Eropa, John Herdman Padukan Daya Juang dan Kecerdasan Taktis di Timnas

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa status bermain di Eropa tidak menjamin tempat di Skuad Garuda. Ia mencari perpaduan sempurna antara daya juang pemain domestik dan kecerdasan taktis pemain diaspora.

Ancelotti Coret Bintang Premier League! Gabriel Jesus hingga Richarlison Tersingkir dari S...

Carlo Ancelotti membuat keputusan mengejutkan dengan mencoret sejumlah pemain Premier League dari skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Gabriel Jesus hingga Richarlison harus rela hanya menjadi penonton.

Neymar Dipanggil Ancelotti, Tapi Brasil Sedang Membawa Senjata atau Bom Waktu?

Kembalinya Neymar ke skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 memunculkan dilema besar. Carlo Ancelotti mendapat senjata berbakat sekaligus bom waktu emosional di tengah ambisi Selecao merebut mahkota dunia.

Harry Kane Buka Luka Qatar 2022: Penalti Gagal Itu Ubah Saya Jadi Monster di Piala Dunia 2...

Harry Kane mengaku kegagalan penalti di Qatar 2022 membuat mentalnya jauh lebih kuat menuju Piala Dunia 2026.

Harus Baca