Willem II Tilburg harus puas berbagi angka saat menjamu SC Heerenveen pada laga pekan keempat Eredivisie musim 2026/2027 di Koning Willem II Stadium, Minggu.
Pertandingan yang berlangsung sangat sengit tersebut berakhir dengan skor imbang 2-2 setelah terjadi kejar-kejaran gol pada babak kedua.
Bek sayap Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On, dipercaya tampil sebagai starter sejak menit pertama oleh sang pelatih.
Pemain berusia muda tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan dan berhasil menorehkan satu assist berharga bagi timnya.
Hasil imbang ini membuat Willem II menempati peringkat ke-15 klasemen sementara Eredivisie dengan mengantongi satu poin.
Sementara itu, SC Heerenveen tertahan di posisi kesembilan klasemen sementara dengan perolehan lima poin dari empat laga.
Pertandingan diawali dengan tempo sedang di mana kedua kesebelasan saling mencoba membongkar pertahanan lawan secara perlahan.
Nathan Tjoe-A-On yang dipasang di posisi bek kiri dalam skema 4-2-3-1 tampil sangat disiplin menjaga area pertahanan.
Selain tangguh mengawal lini belakang, pemain Timnas Indonesia tersebut juga rajin membantu serangan dari sisi sayap.
Babak pertama berjalan cukup alot karena barisan pertahanan kedua tim tampil sangat solid dan tanpa cela.
Heerenveen sempat mengancam melalui pergerakan penyerang mereka, Dylan Vente, namun barisan belakang Willem II masih sanggup meredamnya.
Willem II juga melancarkan beberapa tekanan balasan lewat Eser Gurbuz dan Uriel Van Alst di lini depan.
Kendati kedua tim saling berganti melakukan serangan, tidak ada gol yang tercipta hingga jeda babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Willem II mencoba meningkatkan intensitas permainan demi mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
Gelombang serangan yang dilancarkan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-61.
Nathan Tjoe-A-On mengirimkan umpan matang nan terukur yang sukses dimaksimalkan oleh Uriel Van Alst menjadi gol pembuka.
Sepakan akurat Van Alst menggetarkan jala gawang Heerenveen yang dikawal Bernt Klaverboer sekaligus mengubah skor menjadi 1-0.
Kontribusi assist ini menjadi bukti nyata kapasitas Nathan Tjoe-A-On dalam membantu skema penyerangan Willem II.
Namun keunggulan Willem II tidak bertahan lama akibat kelengahan di lini pertahanan mereka sendiri.
Hanya berselang tiga menit dari gol tuan rumah, Heerenveen berhasil mencetak gol balasan pada menit ke-64.
Jacob Trenskow melepaskan tembakan terukur yang gagal diantisipasi oleh penjaga gawang Willem II, Karst De Leeuw.
Skor berubah menjadi imbang 1-1 dan membuat atmosfer pertandingan di Koning Willem II Stadium semakin memanas.
Gol penyama kedudukan tersebut membangkitkan rasa percaya diri para pemain Heerenveen untuk terus menekan.
Petaka bagi Willem II kembali datang pada menit ke-77 saat Heerenveen berhasil membalikkan kedudukan menjadi 2-1.
Oliver Braude mencatatkan namanya di papan skor setelah mengonversi umpan terobosan dari pemain pengganti, Levi Smans.
Keadaan berbalik ini memaksa Willem II tampil lebih menyerang demi terhindar dari kekalahan di depan pendukung sendiri.
Pantang menyerah, laskar Willem II terus mengurung lini pertahanan tim tamu pada sepuluh menit terakhir pertandingan.
Perjuangan tanpa lelah tuan rumah akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-82.
Penyerang Devin Haen tampil sebagai pahlawan setelah sukses menjebol gawang Heerenveen dan mengubah skor menjadi 2-2.
Gol Devin Haen disambut gemuruh sorak-sorai pendukung Willem II yang memenuhi tribun stadion.
Setelah skor kembali imbang, pelatih Willem II melakukan penyegaran di lini belakang pada menit ke-85.
Nathan Tjoe-A-On ditarik keluar dan digantikan oleh Alessio Ciranni guna memperkuat daya tahan lini pertahanan.
Penampilan Nathan Tjoe-A-On selama 85 menit di lapangan mendapatkan apresiasi atas kerja keras dan kontribusi assist-nya.
Pada sisa waktu pertandingan, kedua tim tetap berupaya mencari gol kemenangan melalui skema serangan balik cepat.
Akan tetapi, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.
Tambahan satu poin ini menjadi modal berharga bagi Willem II yang baru saja promosi ke kasta tertinggi Liga Belanda.
Penampilan konsisten Nathan Tjoe-A-On di Liga Belanda tentu menjadi kabar gembira bagi pecinta sepak bola tanah air.
Menit bermain yang reguler di kompetisi Eropa dipastikan akan menjaga kualitas serta kondisi fisik sang pemain bertahan.
Hal ini sangat menguntungkan Timnas Indonesia yang sedang bersiap menghadapi laga-laga krusial di kualifikasi internasional.
Pelatih Willem II diyakini akan terus memberikan kepercayaan kepada Nathan jika ia mampu menjaga konsistensi permainannya.
Dalam laga ini, Willem II menurunkan formasi terbaiknya sejak awal pertandingan dengan memasang Karst De Leeuw di bawah mistar.
Lini belakang diisi oleh Hidde Ter Avest, Finn Stam, Justin Hoogma, dan Nathan Tjoe-A-On.
Sektor tengah dipercayakan kepada duet double pivot Kasper Boogaard dan Calvin Twigt.
Tiga gelandang serang Eser Gurbuz, Uriel Van Alst, serta Jaden Slory bertugas menopang Devin Haen sebagai ujung tombak.
Di kubu Heerenveen, pelatih menurunkan kiper Bernt Klaverboer sebagai benteng terakhir pertahanan tim tamu.
Barisan pertahanan diisi oleh Vasilios Zagaritis, Maas Willemsen, Sam Kersten, dan Oliver Braude.
Lini tengah diisi oleh kombinasi Dirk Proper serta Courtens Mabeneyshi untuk mengatur ritme permainan.
Trisula gelandang serang Maxence Rivera, Ringo Meerveld, dan Jacob Trenskow bertugas melayani Dylan Vente di posisi penyerang tengah.
Hasil imbang 2-2 ini memperlihatkan betapa ketatnya persaingan di papan tengah dan bawah Eredivisie musim ini.
Willem II kini harus segera mengalihkan fokus mereka untuk menghadapi pertandingan pekan berikutnya demi meraih kemenangan perdana.
Sumber: www.antaranews.com