SEOUL – Maung Bandung mengamuk dan sukses menorehkan tinta emas di kancah sepak bola Asia. Persib Bandung resmi mencatatkan sejarah gemilang sebagai klub asal Indonesia pertama yang berhasil meraih kemenangan tandang di markas klub Korea Selatan usai menaklukkan FC Seoul dengan skor tipis 1-0.
Laga perdana babak penyisihan Grup E AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2026/2027 tersebut dihelat di hadapan ribuan suporter di Seoul World Cup Stadium, Rabu (16/9/2026).
Gol tunggal kemenangan skuad Pangeran Biru tercipta sangat cepat saat pertandingan baru berjalan lima menit. Memanfaatkan situasi sepak pojok matang dari Marc Klok, bek tangguh Julio Cesar sukses menyambar bola ke dalam gawang tuan rumah dan mengubah papan skor menjadi 0-1.
Tertinggal di awal laga, FC Seoul yang menurunkan banyak pemain muda dan debutan langsung meningkatkan intensitas serangan. Pelatih tuan rumah, Kim Gi-Dong, mengakui timnya kesulitan membongkar lini pertahanan Persib yang tampil sangat disiplin dan rapat sepanjang pertandingan.
Hingga peluit panjang berbunyi, keunggulan 1-0 bagi wakil Indonesia tetap bertahan. Kemenangan krusial ini langsung mengantarkan Persib Bandung bertengger di puncak klasemen sementara Grup E dengan koleksi 3 poin, di atas Melbourne Victory dan The Cong Viettel FC yang bermain imbang 1-1, serta FC Seoul yang tertahan di juru kunci.
Nostalgia Oh In-kyun dan Militansi Bobotoh
Duel bersejarah di Korea Selatan ini turut disaksikan langsung oleh mantan gelandang asing Persib asal Korsel, Oh In-kyun. Pemain yang membela Maung Bandung pada musim 2018–2019 itu sengaja datang ke stadion untuk bernostalgia dan memberikan dukungan.
“Persib adalah klub tempat saya bermain dan saya masih memiliki beberapa teman lama serta anggota staf di sana. Menyaksikan pertandingan itu sungguh pengalaman yang menyenangkan dan mengharukan,” ujar In-kyun.
Tak hanya terpukau dengan perkembangan permainan Persib yang kini jauh lebih solid dan dihuni pemain berkualitas, In-kyun juga dibuat terharu dengan militansi ribuan Bobotoh yang nekat terbang langsung ke Korea Selatan demi mengawal tim kebanggaan.
“Perjalanan sejauh ini pastinya memakan biaya yang cukup besar serta banyak waktu dan tenaga. Sulit untuk melakukan hal seperti itu tanpa semangat yang luar biasa. Saya sangat menghargai mereka,” pungkasnya.