Perjalanan Maroko di Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah takluk 0-2 dari Prancis pada babak perempat final. Meski harus mengubur mimpi melangkah lebih jauh, pelatih Mohamed Ouahbi tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemainnya sepanjang turnamen.
Ouahbi mengakui timnya datang dengan ambisi besar untuk meraih kemenangan. Namun, ia menilai Prancis tampil lebih efektif dan mampu memanfaatkan momen-momen penting dalam pertandingan.
Menurutnya, Maroko sebenarnya masih mampu bertahan dalam permainan berkat penampilan gemilang kiper Yassine Bono. Penyelamatan penalti yang dilakukan Bono pada babak pertama membuat peluang Maroko untuk memberikan perlawanan tetap terbuka hingga turun minum.
Meski demikian, situasi berubah pada babak kedua. Saat Maroko mulai menemukan ritme permainan dan tampil lebih berani menyerang, Prancis justru berhasil memecah kebuntuan melalui aksi Kylian Mbappe.
Ouahbi menilai kualitas individu sang kapten Prancis menjadi faktor utama yang membedakan kedua tim di laga tersebut.
“Kami harus mengakui bahwa kami menghadapi lawan yang sangat bagus. Kami kesulitan di babak pertama dan keberhasilan Bono menggagalkan penalti membuat kami masih bertahan di permainan tadi,” ujar Ouahbi.
“Namun pada akhirnya aksi individu yang brilian dari Mbappe menjadi perbedaan,” lanjutnya.
Selain menyoroti kualitas lawan, Ouahbi juga menilai Maroko masih perlu memperkuat kedalaman skuad untuk bersaing di level tertinggi. Menurutnya, keterbatasan pilihan pemain menjadi tantangan ketika tim harus menghadapi masalah cedera, akumulasi kartu, maupun kelelahan selama turnamen berlangsung.
Meski tersingkir, pelatih berusia 49 tahun itu menegaskan bahwa pencapaian Maroko di Piala Dunia kali ini tetap memiliki arti besar. Ia merasa timnya tidak hanya membawa harapan masyarakat Maroko, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan bagi banyak negara di kawasan Afrika dan dunia Arab.
“Kami tahu bahwa kami bukan hanya mewakili satu negara. Kami mewakili orang-orang Maroko dan banyak negara yang melihat diri mereka dalam tim ini,” kata Ouahbi.
Ia memastikan kekalahan dari Prancis tidak akan menghentikan ambisi Maroko untuk terus berkembang. Fokus berikutnya adalah membangun tim yang lebih kompetitif agar mampu kembali bersaing dan mengejar prestasi lebih tinggi di turnamen internasional mendatang.
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri perjalanan impresif Maroko di Piala Dunia 2026. Sementara itu, Prancis melangkah ke semifinal dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah kembali menunjukkan kualitas mereka sebagai salah satu kandidat kuat peraih gelar juara dunia.
Mohamed Ouahbi menilai aksi individu Kylian Mbappe menjadi pembeda utama saat Prancis mengalahkan Maroko di perempat final Piala Dunia 2026.
