Allegri Layak Latih Timnas Italia

- Advertisement -

ROMA, OneSports – Badai krisis yang menghantam persepakbolaan negeri Pizza tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat. Kegagalan tragis Timnas Italia menembus putaran final Piala Dunia 2026 memaksa Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk segera memutar otak dan merencanakan perombakan total. Di tengah gejolak bursa kursi kepelatihan Gli Azzurri, nama Massimiliano Allegri muncul sebagai kandidat terkuat yang mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk dari eks bintang Inter Milan, Antonio Paganin.

Skuad Gli Azzurri saat ini sedang berada di titik nadir setelah kembali gagal berpartisipasi di turnamen sepak bola terakbar sejagat tersebut. Tragedi ini menuntut adanya revolusi besar-besaran, baik dari segi komposisi pemain maupun sosok nakhoda yang memimpin di pinggir lapangan hijau.

Hattrick Kegagalan di Babak Playoff

Luka publik Italia kembali menganga lebar pada awal pekan ini. Bermain di bawah asuhan pelatih Gennaro Gattuso, langkah Italia harus terhenti secara dramatis di tangan Bosnia Herzegovina dalam laga krusial babak playoff kualifikasi zona Eropa. Gianluigi Donnarumma dan kawan-kawan sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit dan menahan imbang lawan dengan skor 1-1 hingga babak perpanjangan waktu (extra time) berakhir.

Sayangnya, dewi fortuna tidak berpihak pada mereka di babak adu penalti. Eksekutor Italia tampil di bawah tekanan dan harus rela terdepak setelah kalah telak 1-4 dalam adu tos-tosan tersebut.

Kekalahan menyakitkan ini memastikan bahwa Timnas Italia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut harus absen dan hanya menjadi penonton di ajang Piala Dunia. Sebuah rekor kelam yang sangat memalukan bagi negara pengoleksi empat gelar juara dunia. Sebelumnya, mereka juga secara tragis terjegal di babak playoff pada edisi 2018 usai dikalahkan Swedia 0-1, dan kembali mengulang nasib buruk yang sama pada edisi 2022 setelah disingkirkan oleh Makedonia Utara dengan skor identik 0-1.

Posisi Gennaro Gattuso Tinggal Menunggu Waktu

Menyusul kegagalan beruntun ini, posisi Gennaro Gattuso di kursi kepelatihan praktis berada di ujung tanduk. Legenda AC Milan tersebut sejatinya baru ditunjuk sebagai pelatih utama Italia pada musim panas lalu dengan tugas berat menggantikan Luciano Spalletti. Target utamanya sangat jelas: meloloskan Gli Azzurri ke benua Amerika untuk Piala Dunia 2026.

Mengingat target absolut tersebut gagal dipenuhi, pemecatan atau pengunduran diri Gattuso kini dinilai oleh banyak pengamat sepak bola hanya tinggal menunggu waktu saja. Manajemen FIGC dikabarkan sudah mulai bergerak gerilya mencari sosok juru taktik baru yang mampu membangkitkan mentalitas skuad yang sedang hancur lebur ini.

- Advertisement -

Bursa calon pelatih baru Timnas Italia pun mulai memanas dan bergejolak. Beberapa nama besar langsung dikaitkan dengan kursi panas tersebut. Roberto Mancini, yang pernah membawa Italia menjuarai Euro 2020, dikabarkan bersedia untuk turun gunung dan kembali menangani skuad nasional. Di sisi lain, muncul pula rumor sensasional yang menyebutkan bahwa FIGC sedang berupaya merayu manajer Manchester City, Pep Guardiola.

Paganin: Allegri Adalah Solusi Paling Logis

Di tengah ramainya spekulasi yang beredar, mantan pemain bertahan andalan Inter Milan, Antonio Paganin, secara terbuka menyuarakan pendapatnya. Menurut pria yang pernah merasakan manisnya medali juara Piala UEFA ini, sosok yang paling pas dan realistis untuk menyelamatkan sepak bola Italia saat ini adalah Massimiliano Allegri.

“Dalam situasi krisis seperti saat ini, daripada kita harus kembali ke masa lalu dengan menunjuk Roberto Mancini atau Antonio Conte, saya secara pribadi akan mendukung penuh Massimiliano Allegri untuk mengambil alih posisi tersebut,” tegas Paganin dalam sebuah sesi wawancara khusus bersama Radio TMW.

Paganin sangat menyadari bahwa pendekatan taktik Allegri seringkali mengundang kritik dari para puritan sepak bola yang mendambakan permainan indah dan menyerang. Namun, ia menekankan bahwa yang dibutuhkan Italia saat ini bukanlah permainan cantik, melainkan hasil akhir yang nyata dan stabilitas mental.

“Beberapa pihak mungkin akan merasa ragu karena gaya bermainnya yang dinilai terlalu pragmatis. Tapi kita tidak bisa menutup mata bahwa Allegri itu sudah membuktikan diri berkali-kali sebagai seorang manajer yang hebat dengan mentalitas juara,” puji Paganin.

Spesialis Memaksimalkan Skuad Seadanya

Lebih lanjut, Paganin membeberkan alasan taktis mengapa Massimiliano Allegri sangat cocok menangani Gli Azzurri saat ini. Menurutnya, masalah utama Timnas Italia saat ini adalah minimnya regenerasi pemain bintang kelas dunia (krisis talenta). Dalam kondisi skuad yang terbatas secara kualitas, dibutuhkan pelatih yang jenius dalam meracik formasi dari bahan yang ada.

“Dan di atas semua catatan taktis itu, kemampuan terbaik Allegri adalah dia mampu bekerja dengan sangat baik dan meraih hasil maksimal dengan memanfaatkan pemain-pemain yang ada di tangannya,” imbuh Paganin memberikan analisis mendalam.

Rintangan Kontrak di San Siro

Meski dukungan dari legenda sepak bola mengalir deras, jalan untuk menunjuk Allegri tidak akan mudah. Tantangan terbesar bagi FIGC saat ini adalah status sang pelatih yang masih terikat kontrak profesional jangka panjang bersama AC Milan hingga musim panas tahun 2027 mendatang.

Sentuhan dingin Allegri terbukti telah membangkitkan kembali raksasa kota mode tersebut. Di bawah asuhannya musim ini, Rossoneri yang pada musim lalu terpuruk dan hanya mampu finis di peringkat kedelapan klasemen, kini berhasil kembali bersaing di papan atas Serie A. Milan bahkan sedang bersaing sengit dalam perebutan gelar Scudetto musim ini melawan rival sekotanya, Inter Milan.

Kini, bola berada di tangan Federasi Sepak Bola Italia. Apakah mereka bersedia melakukan negosiasi alot dan mengeluarkan kompensasi besar untuk menebus Allegri dari San Siro demi ambisi membangkitkan kembali kejayaan masa lalu Timnas Italia? Waktu yang akan menjawabnya.

- Advertisement -

Berita Terkait

Mingguan

Bantai Persita 3-0, Persijap Jepara Resmi Lolos dari Jeratan Degradasi Liga 1

Persijap Jepara sukses mengamankan tiket bertahan di kasta tertinggi BRI Super League musim depan usai membungkam Persita Tangerang dengan skor telak 3-0.

Cuci Gudang! 5 Pemain Lazio Ini Habis Kontrak pada Juni 2026

Lazio bersiap melakukan perombakan skuad. Simak daftar 5 pemain Lazio yang habis kontrak pada Juni 2026, dari Pedro hingga Daniel Maldini.

Mimpi Besar Hector Souto: Liga Futsal Kuat dan Gaji Layak untuk Pemain

Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, Piala AFF Futsal 2026, Kesejahteraan Atlet, Futsal Indonesia

Sanksi Tegas Chelsea Untuk Enzo

LONDON, OneSports – Suas...

Raksasa Serie A Tur ke Australia di Turnamen Pramusim Calcio Italiano 2026

AC Milan, Inter Milan, Juventus, dan Palermo akan meramaikan turnamen pramusim Calcio Italiano di Perth, Australia pada Agustus 2026. Cek jadwalnya di sini!

Davide Bartesaghi Tegaskan Pervis Estupinan Bukan Rival di AC Milan

Bek muda AC Milan, Davide Bartesaghi, buka suara soal hubungannya dengan Pervis Estupinan serta dukungan dari pelatih dan pemain senior Rossoneri.

Tampil Gacor di Inter, Hakan Calhanoglu Kembali Jadi Incaran Galatasaray

Gelandang Inter Milan Hakan Calhanoglu kembali menjadi target prioritas Galatasaray pada bursa transfer musim panas mendatang.

Prediksi Napoli vs AC Milan: Head to Head, Taktik, dan Skor Akhir

NAPLES, OneSports – Pertarungan level tinggi dua raksasa Italia akan mewarnai pekan ke-31 Serie A musim 2025/2026. SSC Napoli bersiap menjamu AC Milan di S...

Hasil Inter Milan vs AS Roma: Comeback Lautaro Bawa Nerazzurri Pesta Gol 5-2

MILAN, OneSports – Kembalinya sang kapten, Lautaro Martinez, membawa angin segar sekaligus daya hancur mematikan bagi Inter Milan. Sempat absen selama 45 ha...

Lautaro Martinez: Jenderal Romawi Baru untuk Inter Milan

Lautaro Martinez telah resmi kembali ke lapangan sepakbola setelah mengalami absen sepanjang 45 hari akibat cedera. Cedera yang mengganggu performa dan ket...

Hasil Inter Milan vs AS Roma: Pesta Gol 5-2, Nerazzurri Kirim Sinyal Scudetto

MILAN, OneSports – Inter Milan akhirnya kembali merasakan manisnya kemenangan setelah melewati jeda internasional yang berat. Tampil di hadapan pendukung s...

Media Italia Kritik Jay Idzes Buntut Blunder Handball Lawan Cagliari

CAGLIARI – Kiprah bek andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes, di pentas Serie A Italia tengah mendapat sorotan tajam. Pemain belakang yang kini berseragam Ven...

Chelsea vs Tottenham: Derby London Penentu Nasib Spurs dan Mimpi Eropa The Blues

Chelsea dan Tottenham sama-sama datang dengan luka besar jelang Derby London di Stamford Bridge. Spurs masih dibayangi ancaman degradasi, sementara The Blues memburu tiket kompetisi Eropa.

Skandal “Spygate” Guncang Championship, Southampton Terancam Dicoret dari Fina...

Skandal "Spygate" mengguncang divisi Championship. Southampton terancam batal tampil di final playoff promosi ke Liga Inggris setelah stafnya tertangkap basah memata-matai sesi latihan Middlesbrough

Misi Lepas dari Jerat Degradasi, Spurs Wajib Manfaatkan Keterpurukan Chelsea

Tottenham Hotspur berpeluang besar lolos dari jerat degradasi jika mampu mengamankan poin saat bertandang ke markas Chelsea, yang saat ini tengah babak belur.

Panggung Terakhir Ronaldo: Skuad Emas Portugal Siap Gebrak Piala Dunia 2026

Timnas Portugal bersiap menatap Piala Dunia 2026 bersama Cristiano Ronaldo yang berambisi melengkapi kepingan terakhir trofinya dalam skuad bertabur bintang asuhan Roberto Martinez.

Akhir Sebuah Era: Pep Guardiola Ucapkan Selamat Tinggal pada Manchester City

Setelah satu dekade mendominasi dan mengubah lanskap sepak bola Inggris, Pep Guardiola dilaporkan bersiap meninggalkan Manchester City di penghujung musim untuk mengambil masa rehat.

Singkirkan Wakil Swedia, Janice Tjen Melaju ke Babak Kedua Maroko Open 2026

Petenis putri andalan Indonesia, Janice Tjen, sukses mengamankan tiket ke babak kedua turnamen WTA 250 Maroko Open 2026 usai menumbangkan perlawanan alot wakil Swedia, Caijsa Hennemann.

Tak Sekadar Label Eropa, John Herdman Padukan Daya Juang dan Kecerdasan Taktis di Timnas

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa status bermain di Eropa tidak menjamin tempat di Skuad Garuda. Ia mencari perpaduan sempurna antara daya juang pemain domestik dan kecerdasan taktis pemain diaspora.

Joe Taslim Bintangi Remake “The Man From Nowhere”, Indonesia Kian Dominasi Gen...

Aktor laga kebanggaan Indonesia, Joe Taslim, dipastikan membintangi remake film Korea Selatan populer, The Man From Nowhere. Proyek ini menjadi salah satu sorotan utama di Cannes Film Market.

#Taggar Trending

Berita Timnas

Panggung Terakhir Ronaldo: Skuad Emas Portugal Siap Gebrak P...

Timnas Portugal bersiap menatap Piala Dunia 2026 bersama Cristiano Ronaldo yang berambisi melengkapi kepingan terakhir trofinya dalam skuad bertabur bintang asuhan Roberto Martinez.

Tak Sekadar Label Eropa, John Herdman Padukan Daya Juang dan Kecerdasan Taktis di Timnas

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa status bermain di Eropa tidak menjamin tempat di Skuad Garuda. Ia mencari perpaduan sempurna antara daya juang pemain domestik dan kecerdasan taktis pemain diaspora.

Ancelotti Coret Bintang Premier League! Gabriel Jesus hingga Richarlison Tersingkir dari S...

Carlo Ancelotti membuat keputusan mengejutkan dengan mencoret sejumlah pemain Premier League dari skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Gabriel Jesus hingga Richarlison harus rela hanya menjadi penonton.

Neymar Dipanggil Ancelotti, Tapi Brasil Sedang Membawa Senjata atau Bom Waktu?

Kembalinya Neymar ke skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 memunculkan dilema besar. Carlo Ancelotti mendapat senjata berbakat sekaligus bom waktu emosional di tengah ambisi Selecao merebut mahkota dunia.

Harry Kane Buka Luka Qatar 2022: Penalti Gagal Itu Ubah Saya Jadi Monster di Piala Dunia 2...

Harry Kane mengaku kegagalan penalti di Qatar 2022 membuat mentalnya jauh lebih kuat menuju Piala Dunia 2026.

Harus Baca

Panggung Terakhir Ronaldo: Skuad Emas Portugal Siap Gebrak P...

Timnas Portugal bersiap menatap Piala Dunia 2026 bersama Cristiano Ronaldo yang berambisi melengkapi kepingan terakhir trofinya dalam skuad bertabur bintang asuhan Roberto Martinez.