ONESPORTS.ID – Drama dan ketegangan langsung menyelimuti persaingan di Grup B Piala Dunia 2026. Hingga hari ini, Minggu (14/6/2026), grup ini resmi menjadi grup yang paling sulit ditebak arahnya. Bagaimana tidak, kedua pertandingan pembuka yang mempertemukan Kanada vs Bosnia & Herzegovina serta Qatar vs Swiss berakhir dengan skor identik, yakni 1-1.
Hasil ini membuat keempat tim mengoleksi satu poin dengan selisih gol yang sama persis (0). Situasi ini menjanjikan pertarungan yang jauh lebih brutal di dua laga tersisa demi memperebutkan tiket ke babak 32 besar.
Beban Berat Tuan Rumah Kanada
Tampil di hadapan pendukung sendiri di BMO Field, Toronto, Timnas Kanada harus puas berbagi angka dengan wakil Eropa, Bosnia & Herzegovina. Di bawah asuhan pelatih asal Amerika Serikat, Jesse Marsch, Kanada mengusung beban berat untuk menebus kegagalan di edisi 2022 lalu (pulang tanpa poin dan tanpa gol).
Meski disebut-sebut memiliki generasi dengan talenta terbaik dalam sejarah mereka, seperti Jonathan David dan Stephen Eustaquio, Kanada masih harus berkeringat dingin menanti pemulihan cedera bintang utama mereka, Alphonso Davies (Bayern Munchen). Kanada diwajibkan meraih hasil maksimal di dua laga sisa agar tidak tersingkir prematur di rumah sendiri.
Swiss Sang Unggulan dan Kejutan Bosnia
Di atas kertas, Swiss adalah tim dengan peringkat FIFA tertinggi di grup ini (peringkat 19). Skuad La Nati asuhan Murat Yakin tetap menjadi favorit berkat pengalaman inti dari generasi emas mereka, seperti Granit Xhaka dan Manuel Akanji. Namun, hasil imbang melawan Qatar di San Francisco membuktikan bahwa Swiss tidak bisa bersantai.
Di sisi lain, Bosnia & Herzegovina adalah tim kejutan yang patut diwaspadai. Datang dengan label tim yang sukses menyingkirkan raksasa Italia di babak playoff, The Dragons bermain tanpa beban. Dipimpin oleh striker veteran berusia 40 tahun, Edin Dzeko, dan pemain muda berbakat Esmir Bajraktarevic, Bosnia terbukti mampu menahan imbang gempuran tuan rumah Kanada di laga perdana.
Qatar: Kekuatan Domestik di Bawah Kendali Eks Pelatih Real Madrid
Jangan lupakan sang juara Piala Asia 2023, Qatar. Mengusung taktik unik di mana seluruh pemainnya berlaga di kompetisi domestik lokal, skuad The Maroons terbukti memiliki chemistry yang sangat solid.
Kini diarsiteki oleh mantan pelatih Real Madrid dan Timnas Spanyol, Julen Lopetegui, Qatar bermain jauh lebih taktis. Hasil imbang 1-1 melawan tim kuat Eropa seperti Swiss menjadi sinyal peringatan bagi Kanada dan Bosnia bahwa Qatar siap mencuri tiket kelolosan.
Klasemen dan Jadwal Tersisa Grup B (WIB)
Mengingat format baru Piala Dunia 2026 yang meloloskan juara grup, runner-up, dan delapan tim peringkat ketiga terbaik, setiap gol dan poin di Grup B kini bernilai emas.
Klasemen Sementara Grup B:
| Posisi | Tim | Poin | Menang | Seri | Kalah | Selisih Gol |
| 1 | Kanada | 1 | 0 | 1 | 0 | 0 |
| 2 | Bosnia & Herzegovina | 1 | 0 | 1 | 0 | 0 |
| 3 | Qatar | 1 | 0 | 1 | 0 | 0 |
| 4 | Swiss | 1 | 0 | 1 | 0 | 0 |
Jadwal Sisa Grup B (Waktu Indonesia Barat):
- Jumat, 19 Juni 2026 (02.00 WIB): Swiss vs. Bosnia & Herzegovina (SoFi Stadium, Inglewood)
- Jumat, 19 Juni 2026 (05.00 WIB): Kanada vs. Qatar (BC Place, Vancouver)
- Kamis, 25 Juni 2026 (02.00 WIB): Kanada vs. Swiss (BC Place, Vancouver)
- Kamis, 25 Juni 2026 (02.00 WIB): Bosnia & Herzegovina vs. Qatar (Lumen Field, Seattle)
“Grup B menjadi grup paling seimbang sejauh ini. Dengan hasil imbang di dua laga pembuka, setiap tim kini dituntut tampil habis-habisan di dua laga tersisa karena penentuan tiket ke babak 32 besar bisa saja bergantung pada selisih gol.”



