ONESPORTS.ID – Perhelatan akbar Piala Dunia 2026 kini hanya menyisakan satu pertandingan pamungkas. Dari total 48 tim yang berpartisipasi, hanya Spanyol dan Argentina yang tersisa. Hanya butuh 90 menit (atau lebih) bagi salah satu dari mereka untuk meraih kejayaan abadi.
Laga ini menjadi tontonan yang sangat dinantikan, menyajikan pertarungan lintas generasi dengan skala epik: sang legenda Lionel Messi akan berhadapan dengan “anak didiknya” dari akademi Barcelona, Lamine Yamal, dalam duel yang mempertaruhkan segalanya.
Mengapa Spanyol Dijagokan Menjadi Juara?
Menurut analisis Tims Onesports, Spanyol diprediksi akan keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0. Keunggulan La Furia Roja bertumpu pada kemampuan mereka mengeksploitasi kelemahan lawan di lini tengah, strategi yang sukses menenggelamkan Prancis di semifinal.
Kelemahan serupa diyakini ada pada skuad Argentina. Sepanjang turnamen, lini tengah La Albiceleste kerap tampil rapuh. Meski mereka sempat mendominasi 30 menit terakhir saat melawan Inggris yang kelelahan, secara keseluruhan performa lini sentral mereka cukup tersendat-sendat.
Bahkan saat menghadapi tim yang di atas kertas lebih lemah seperti Tanjung Verde dan Mesir, lini tengah Argentina mampu dieksploitasi lewat serangan balik cepat. Situasi diperparah dengan minimnya variasi serangan dari sektor sayap. Upaya pelatih Lionel Scaloni memasang Giuliano Simeone untuk melebarkan serangan saat melawan Inggris terbukti tidak efektif dan minim kontribusi.
Spanyol diprediksi akan kembali memadati lini tengah dan membiarkan bek sayap mereka, seperti Marc Cucurella, leluasa membantu serangan. Spanyol juga berpotensi meniru taktik Inggris yang sukses memaksa Messi turun jauh ke area pertahanannya sendiri untuk menjemput bola, sehingga menjauhkannya dari zona berbahaya.
Peluang Argentina Mempertahankan Gelar
Di sisi lain, Argentina tentu tidak bisa diremehkan. Mereka masih memiliki Lionel Messi yang terus bermain di level luar biasa.
Lebih penting lagi, Argentina memiliki sistem pressing yang jauh lebih aktif dan agresif dibandingkan Prancis. Gaya permainan fisik ini sempat merepotkan Inggris dan berpotensi merusak ritme penguasaan bola Spanyol di lini tengah. Namun, sekadar mengandalkan pelanggaran taktis tidak akan cukup untuk menghentikan Spanyol sepenuhnya.
Kunci kebangkitan Argentina bisa jadi berada di tangan Enzo Fernandez. Gelandang Chelsea ini sempat menjalani turnamen yang kurang meyakinkan, namun gol krusialnya ke gawang Inggris tampaknya mengembalikan percikan kepercayaan dirinya. Jika Enzo mampu membawa energi tersebut ke laga final, wajah permainan Argentina bisa berubah drastis dan kembali menjadi ancaman mematikan.
“Kekuatan terbesar Spanyol adalah kelemahan terbesar Argentina, dan sama seperti hal itu menenggelamkan Prancis, hal itu juga akan terjadi pada Argentina.” — Analisis ONESPORTS.


