Poin Utama:
- Eli Junior Kroupi tampil menggila di musim debutnya bersama Bournemouth dengan gelontoran 13 gol di Premier League.
- Striker 19 tahun ini sukses menghancurkan rekor 32 tahun milik Robbie Keane dan legenda Liverpool, Robbie Fowler (12 gol).
- Pelatih Portugal, Roberto Martinez, mengakui sudah membujuk Kroupi untuk Piala Dunia 2026, namun pinangan itu ditolak.
- Kroupi, yang bisa memilih membela Pantai Gading, Portugal, atau Prancis, menegaskan kesetiaannya untuk menanti panggilan skuad Les Bleus.
Timnas Portugal sedang patah hati. Tawaran emas mereka untuk membawa salah satu striker remaja paling mematikan di Liga Inggris terbang ke Piala Dunia 2026 justru bertepuk sebelah tangan. Sosok yang berani menolak panggilan mewah itu tak lain adalah Eli Junior Kroupi.
Saat ini, Kroupi memang lagi asyik mencuri panggung utama Premier League. Bersama Bournemouth, wonderkid berusia 19 tahun ini mengamuk liar di kotak penalti lawan dengan torehan 13 gol. Ini bukan sekadar angka biasa. Catatan gila ini sukses mematahkan rekor keramat yang sudah bertahan 32 tahun milik Robbie Keane dan legenda Liverpool, Robbie Fowler, sebagai pemain remaja dengan gol terbanyak di musim debut Liga Inggris (12 gol).
Dengan latar belakang darah campuran—Pantai Gading dari sang ayah, Portugal dari garis ibu, dan lahir di Prancis—publik mulai bertanya-tanya: bendera mana yang akhirnya akan ia cium?
Melihat potensi monsternya, pelatih Portugal, Roberto Martinez, diam-diam langsung bermanuver cepat. Membawa Kroupi ke Piala Dunia 2026 adalah proyeksi sempurna menyambut transisi era pasca-Cristiano Ronaldo. Namun sayangnya, Martinez harus gigit jari karena sang pemain sudah membuat keputusan absolut.
“Ya, memang ada ketertarikan. Sebelum pemusatan latihan timnas di Maret kemarin, kami sudah mengontaknya,” beber Martinez saat dimintai konfirmasi. “Kroupi mau bermain untuk Prancis dan kami menghormatinya. Case closed,” tegas eks pelatih Everton tersebut.
Bagi Kroupi, darah Les Bleus sepertinya mengalir lebih deras. Ia sudah langganan membela Prancis di berbagai kelompok umur, mulai dari U-16 hingga U-21. Meski namanya belum masuk dalam koper skuad senior Prancis untuk Piala Dunia 2026 ini, kesabarannya tak goyah sedikit pun.
Kini tinggal menunggu waktu untuk melihat apakah kesetiaan Kroupi menanti panggilan Prancis bakal terbayar lunas di masa depan, atau justru ia akan menyesal telah menolak tiket instan ke panggung termegah bersama Portugal. Momen ini benar-benar jadi perjudian besar bagi karier sang wonderkid!



