BREDA, OneSportsID – Perjalanan penuh drama dan kontroversi NAC Breda di kasta tertinggi Liga Belanda musim ini akhirnya berujung nestapa. Klub yang sempat memicu kehebohan nasional lewat kasus Paspoortgate tersebut kini harus menerima kenyataan pahit: resmi terdegradasi dari Eredivisie.
Kepastian turun kastanya NAC Breda ke Eerste Divisie (divisi kedua) didapat pada rangkaian laga pekan ke-33 yang berlangsung Minggu (10/5/2026). Ini menjadi degradasi pertama mereka semenjak musim 2018/2019 silam.
Menang, Tapi Tak Mampu Selamat
Pasukan asuhan Carl Hoefkens sejatinya tampil ngotot dan berhasil memetik kemenangan 2-0 atas Heerenveen. Namun, tambahan tiga poin tersebut ternyata menguap sia-sia karena para pesaing mereka di papan bawah juga meraih hasil positif.
Telstar secara mengejutkan menang telak 3-0 atas Heracles, sementara FC Volendam sukses menahan imbang Excelsior 1-1.
Kondisi ini membuat NAC Breda terkunci di urutan ke-17 klasemen sementara. Dengan koleksi 28 poin dan hanya menyisakan satu laga pamungkas, secara matematis poin mereka sudah tidak mungkin lagi mengejar FC Volendam (32 poin) yang berada di zona aman. NAC Breda resmi menyusul juru kunci Heracles yang sudah lebih dulu terjun bebas.
Kena Karma “Paspoortgate”
Jatuhnya NAC Breda ini banyak disebut oleh publik sebagai “karma instan”. Pasalnya, klub ini sempat menjadi musuh bersama setelah memicu investigasi besar-besaran bertajuk Paspoortgate.
Kisah memalukan ini bermula saat NAC Breda dibantai habis-habisan dengan skor 0-6 oleh Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026 lalu. Tak terima dipermalukan, manajemen NAC justru mencari kambing hitam dengan mengajukan protes resmi ke KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda).
Mereka menuding Eagles menurunkan pemain ilegal, yakni bek kiri Dean James, yang notabene baru saja berganti kewarganegaraan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) demi membela Timnas. NAC berdalih James membutuhkan izin kerja baru pasca-naturalisasi.
Imbas dari laporan salty tersebut sangat masif. KNVB terpaksa memarkir dan menginvestigasi 25 pemain Belanda keturunan Indonesia, Suriname, dan Cape Verde. Namun, pada akhirnya KNVB dan pengadilan menolak gugatan NAC Breda karena tidak ditemukan adanya pelanggaran regulasi.
Sindiran Telak Justin Hubner
Tingkah laku manajemen NAC Breda ini sebelumnya juga sempat memancing amarah para pemain, tak terkecuali bek tangguh Timnas Indonesia yang merumput di Fortuna Sittard, Justin Hubner.
Hubner yang juga sempat terdampak investigasi tak segan melontarkan kritik pedas yang kini terasa sangat relevan seiring terdegradasinya NAC.
“Jika Anda dihancurkan 6-0 oleh Go Ahead Eagles, maka Anda tidak berhak mulai berbicara tentang paspor. Ini juga tentang Dean James, tetapi bukan berarti dia mencetak 5 gol melawan NAC. Dia bermain sebagai bek kiri, dia melakukan tugasnya. Sungguh memalukan bagi manajemen NAC untuk mengambil tindakan,” kecam Hubner pada awal April lalu.
Kini, tim yang sibuk mengurusi paspor pemain lawan itu justru harus membereskan koper mereka sendiri untuk turun ke kasta kedua musim depan.
