TEBING TINGGI – Pemanggilan bek berusia 17 tahun, Matthew Baker, ke skuad senior Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026 sukses menyita perhatian publik. Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, membeberkan bahwa keputusan tersebut bukanlah hal yang mendadak, melainkan bagian dari rencana jangka panjang tim kepelatihan.
Pemain berdarah Indonesia-Australia itu dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pilar masa depan Garuda. Untuk itu, Baker dimasukkan ke dalam program khusus yang disebut Acceleration Strategy (Strategi Akselerasi).
“Tujuannya adalah mempercepat perkembangan talenta-talenta muda yang menunjukkan potensi untuk menjadi bagian dari tim nasional,” ungkap Herdman di Stadion Madya, Jakarta, Senin (1/6/2026). “Matthew menunjukkan kualitas tersebut saat mengikuti camp pada bulan Mei. Semakin muda seorang pemain memulai karier internasionalnya, semakin besar peluangnya untuk berkembang ke level berikutnya.”
Pengalaman di Kanada dan Mentor Senior Pendekatan progresif ini bukan hal baru bagi Herdman. Ia pernah sukses menerapkan metode serupa saat di Kanada dengan mengorbitkan nama-nama seperti Jonathan David dan Liam Millar sejak usia belia hingga sukses menembus klub-klub besar.
Untuk mempercepat proses adaptasi Baker di level senior, Herdman telah menunjuk bek sarat pengalaman, Kevin Diks, sebagai mentor khusus.
- Tugas Kevin Diks: Secara khusus akan membimbing Baker selama pemusatan latihan agar sang pemain muda dapat merasakan langsung tuntutan dan atmosfer sepak bola internasional.
- Fokus Saat Ini: Herdman menegaskan bahwa fokus utama untuk Baker saat ini bukan sekadar mengejar menit bermain, melainkan memastikan ia mampu menyerap standar tinggi yang ditetapkan oleh tim pelatih.
Dengan usianya yang masih sangat muda, Matthew Baker diproyeksikan menjadi aset berharga Timnas Indonesia untuk berbagai turnamen besar di tahun-tahun mendatang.



