Dua sejarah besar menanti di laga puncak sepak bola Eropa tahun ini. Raksasa Inggris, Arsenal, akan menantang juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga final Liga Champions 2026 di Puskas Arena, Budapest, akhir pekan ini.
Meski berstatus sebagai salah satu klub paling bersejarah di ranah domestik, The Gunners tercatat belum pernah memenangi trofi elite antarklub Eropa ini. Penampilan terakhir mereka di final terjadi dua dekade silam saat skuad Thierry Henry dkk takluk di tangan Barcelona. Di sisi lain, Les Parisiens berambisi mencetak rekor sebagai tim pertama sejak Real Madrid (2016-2018) yang mampu mempertahankan mahkota Liga Champions secara beruntun.
Pertandingan ini menjanjikan duel sengit antara dua jawara kompetisi lokal. Skuad asuhan Mikel Arteta datang dengan status kampiun liga pertama sejak era Invincibles 2003/04, sementara PSG juga baru saja mengamankan gelar kelima secara beruntun di Prancis.
Peta Kekuatan dan Taktik
Menjelang laga krusial ini, banyak pihak sedikit mengunggulkan PSG. Skuad racikan Luis Enrique dinilai tengah berada di puncak performa pada waktu yang tepat. Sebaliknya, Arsenal belakangan lebih mengandalkan pragmatisme pertahanan untuk mengamankan hasil, mengingat lini serang mereka belum sepenuhnya kembali ke bentuk terbaik meski Bukayo Saka, Kai Havertz, dan Martin Odegaard dalam kondisi fit.
Peluang terbaik Arsenal untuk merampas trofi di Budapest bertumpu pada skema yang mengantarkan mereka merajai liga musim ini: mencetak gol lebih dulu dan langsung memperkokoh garis pertahanan. Namun, mereka akan berhadapan dengan barisan belakang PSG yang tampil luar biasa solid. Duet Marquinhos dan William Pacho terbukti sangat krusial dalam meredam transisi lawan, termasuk saat menetralisir gempuran Bayern Munchen di fase semifinal.
Kondisi Skuad Jelang Laga
Dari ketersediaan pemain, PSG hampir bisa menurunkan kekuatan penuh berkat sistem rotasi apik Luis Enrique sepanjang musim. Bek sayap andalan Achraf Hakimi dilaporkan telah pulih dari cedera hamstring dan siap tampil. Praktis PSG hanya kehilangan kiper Lucas Chevallier karena masalah paha, meski posisinya kini memang paten menjadi milik Matvey Safanov.
Di kubu Arsenal, Noni Madueke dan Jurrien Timber diproyeksikan masuk dalam skuad. Gelandang Mikel Merino juga berpeluang mengisi lini tengah setelah kembali merumput usai operasi kaki. Sayangnya, pertahanan The Gunners dipastikan sedikit berlubang menyusul absennya Ben White akibat cedera lutut.
Catatan Statistik Kunci
Laga puncak ini akan menyoroti kontras taktik kedua kubu. Gelandang PSG, Vitinha, memimpin statistik umpan terbanyak di kompetisi ini dengan total 1.439 operan sukses, menjadikannya motor utama dominasi penguasaan bola tim Prancis tersebut.
Sebaliknya, Arsenal membawa rekor pertahanan baja; mereka belum pernah kebobolan satu gol pun dari skema permainan terbuka (open play) selama fase gugur Liga Champions.
Dengan gaya main Arsenal yang cenderung membiarkan lawan menguasai lini tengah dan menunggu momentum serangan balik, laga ini diprediksi berjalan alot dengan intensitas pelanggaran yang tinggi. Jika Arsenal gagal memaksimalkan efisiensi serangan mereka, kematangan taktik PSG diprediksi mampu mengunci kemenangan dengan skor 2-0 untuk kembali membawa pulang trofi Si Kuping Besar ke Paris.



