ONESPORTS.ID – Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo telah mengukir warisan abadi yang memastikan nama mereka akan terpampang sebagai ikon terbesar sepanjang sejarah sepak bola saat mereka memutuskan untuk gantung sepatu nanti.
Keduanya seolah tak bisa dipisahkan, membangun rivalitas tingkat tinggi hanya karena takdir menempatkan mereka di era sejarah yang sama. Namun, narasi persaingan ini sebagian besar memang lebih banyak “direkayasa” oleh ekspektasi para penggemar dan media ketimbang intensitas pertemuan mereka secara langsung di atas lapangan.
Mayoritas duel Messi vs Ronaldo terjadi saat nama terakhir membela panji Real Madrid, menghadirkan laga El Clasico yang panas beberapa kali dalam setahun.
Di luar itu, pertemuan mereka terbilang sangat langka. Oleh karena itu, bagan turnamen Piala Dunia 2026 langsung memicu histeria massal para fans. Publik menyadari bahwa ada potensi besar keduanya bisa berhadapan dalam pertemuan kompetitif pertama mereka di panggung internasional!
Lantas, skenario apa yang harus terjadi agar La Albiceleste asuhan Messi dan Selecao das Quinas yang dipimpin Ronaldo bisa saling tikam di Amerika Utara musim panas ini?
Sejarah Pertemuan: Nihil di Piala Dunia
Di tengah segala lika-liku rivalitas legendaris mereka, Messi dan Ronaldo ternyata belum pernah sekalipun berhadapan di ajang resmi Piala Dunia.
Mereka tercatat hanya pernah bertemu dua kali di level internasional, dan keduanya sebatas pertandingan uji coba persahabatan (friendly match):
- Februari 2011 (Jenewa, Swiss): Argentina menumbangkan Portugal 2-1. Angel Di Maria membuka skor (14′), dibalas oleh gol penyama kedudukan dari Ronaldo (21′). Messi kemudian tampil sebagai pahlawan lewat gol penentunya di menit ke-90.
- November 2014 (Old Trafford, Inggris): Laga balas dendam bagi Ronaldo. Portugal sukses mencuri kemenangan tipis 1-0 atas Argentina berkat gol Raphael Guerreiro di masa injury time.
3 Skenario Terjadinya ‘The Last Dance’ di Piala Dunia 2026
Mengingat Argentina (Grup J) dan Portugal (Grup K) berada di Pot 1 saat pengundian, mereka tidak mungkin bertemu di fase grup. Keduanya hanya bisa bentrok di fase gugur (knockout round).
Dengan format baru 48 tim, berikut adalah tiga skenario utama yang bisa mempertemukan dua pesepak bola terhebat di bumi ini:
Opsi 1: Sama-sama Lolos Sebagai Juara Grup (Skenario Paling Realistis) Jika Argentina juara Grup J dan Portugal juara Grup K, mereka akan masuk ke blok bagan yang sama.
Setelah melewati ujian masing-masing di Babak 32 Besar dan Babak 16 Besar, takdir akan mempertemukan mereka di partai Perempat Final.
Laga epik ini akan digelar pada 11 Juli 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City. Sebagai catatan, Argentina akan sedikit diuntungkan karena mereka sudah memainkan dua laga fase grup di stadion ini.
Opsi 2: Sama-sama Lolos Sebagai Runner-up Grup Jika salah satu juara grup dan yang lain runner-up, mereka akan berada di blok bagan yang berseberangan dan hanya bisa bertemu di partai Final.
Namun, jika keduanya sama-sama terpeleset dan finis sebagai peringkat kedua grup, mereka bisa bertemu lebih cepat. Jika skenario ini terjadi dan keduanya sukses melewati lawan masing-masing di Babak 32 Besar, Messi dan Ronaldo akan saling bunuh di Babak 16 Besar pada 6 Juli 2026 di AT&T Stadium, Arlington, Texas.
Opsi 3: Argentina Lolos via Peringkat Tiga Terbaik Ini adalah skenario yang paling rumit dan tidak terduga. Jika Argentina tampil mengecewakan namun masih lolos lewat jalur salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik, perhitungannya akan bergantung pada probabilitas matematis FIFA.
- Jika Portugal juara Grup K dan Argentina mendapat undian berhadapan langsung dengan mereka, duel bisa terjadi lebih dini di Babak 32 Besar pada 3 Juli 2026 di Kansas City (Meski peluang undian ini terjadi hanya 7 dari 330 kemungkinan).
- Jika Argentina diundi melawan juara Grup B, lalu menang, dan Portugal juga lolos dari Babak 32 Besar, mereka berpotensi bentrok di Babak 16 Besar di Vancouver pada 7 Juli 2026.
“Pertemuan antara Argentina dan Portugal di ajang Piala Dunia 2026 akan menciptakan tingkat histeria dan daya tarik penonton yang tak terbayangkan di seluruh dunia. Ini adalah potensi laga kompetitif internasional pertama sekaligus terakhir bagi dua ikon terbesar di era modern.”



