Ringkasan Cepat:
- Joan Gaspart sempat menyerang Lionel Messi secara verbal di sebuah siniar karena menolak pulang ke Barcelona selama Joan Laporta menjabat.
- Gaspart menilai tidak ada pemain yang lebih besar dari nama klub terkait wacana penyelenggaraan laga perpisahan di masa depan.
- Menyadari ucapannya melewati batas, Gaspart langsung mengirimkan pesan permintaan maaf secara personal kepada megabintang asal Argentina tersebut.
CATALUNYA – Ketegangan antara para petinggi dan legenda hidup Barcelona kembali mencuat ke permukaan. Mantan Presiden Barcelona, Joan Gaspart, baru-baru ini melontarkan permohonan maaf secara terbuka kepada Lionel Messi usai melayangkan kritik tajam terkait hubungan sang pemain dengan Joan Laporta.
Kritik Tajam di Siniar ‘Slo Para Cules’
Insiden ini bermula saat Gaspart hadir sebagai bintang tamu dalam program siniar Slo Para Cules. Ia ditanya mengenai keretakan hubungan antara Messi dan Presiden Barcelona saat ini, Joan Laporta, yang berujung pada kepergian sang megabintang pada 2021 silam. Kekecewaan Messi disinyalir bersumber dari kegagalan perpanjangan kontrak serta komentar kontroversial Laporta terkait pemotongan gaji.
Gaspart bereaksi keras dengan menyinggung wacana laga perpisahan (tribute match) Messi di Camp Nou. Ia mengecam sikap sang pemain jika benar-benar menolak hadir hanya karena Laporta masih menjabat sebagai presiden klub.
“Memangnya dia pikir dia siapa? Siapa pun presidennya, Messi seharusnya tetap datang untuk berpamitan kepada Barca,” ketus Gaspart dalam wawancara tersebut. Ia bahkan mengancam tidak akan menghadiri acara penghormatan tersebut jika Messi bersikeras memboikot kepemimpinan Laporta.
Klarifikasi dan Pesan Personal ke Messi
Hanya berselang beberapa hari usai siniar tersebut mengudara, Gaspart buru-buru meralat pernyataannya. Mantan petinggi yang memimpin Barcelona pada periode 2000-2003 ini mengakui bahwa kritikannya terlalu agresif dan melewati batas kewajaran.
“Saya mengirim pesan kepada Leo, dan karena saya begitu menyayanginya, saya sadar saya sudah bertindak terlalu jauh. Harusnya saya hanya sampai di kata-kata, ‘kami sangat menyayangimu, tetapi Barca jauh lebih besar daripadamu’,” papar Gaspart memberikan klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa teguran tersebut murni didasari rasa cintanya yang mendalam terhadap institusi klub. Hingga saat ini, wacana laga perpisahan Messi di Camp Nou masih menjadi harapan besar bagi para Cules (pendukung Barcelona) yang belum sempat melepas kepergian sang legenda secara langsung.