Ringkasan Cepat:
- Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dipastikan gigit jari setelah Hajime Moriyasu dilaporkan sama sekali tidak tertarik membesut skuad Harimau Malaya.
- Pelatih Timnas Jepang tersebut menyatakan lebih suka melatih klub agar bisa memantau perkembangan teknis pemain setiap harinya.
- Menjelang akhir kontraknya pada 2027, Moriyasu santer dikabarkan telah menerima tawaran dari klub kasta tertinggi Liga Belgia, Sint-Truiden.
TOKYO – Ambisi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) untuk merekrut pelatih berkaliber Piala Dunia tampaknya harus bertepuk sebelah tangan.
Pelatih utama Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, dilaporkan sama sekali tidak berminat untuk mengambil alih kursi kepelatihan skuad Harimau Malaya. Timnas Malaysia saat ini memang tengah gencar berburu juru taktik anyar guna mengisi kekosongan pasca-kepergian Peter Cklamovski pada pertengahan tahun 2026.
Alasan Penolakan dan Preferensi Karier
Berdasarkan analisis laporan media Jepang, Nikkan Gendai, Moriyasu merasa ritme manajerial di tim nasional tidak lagi sejalan dengan ambisi pribadinya ke depan.
Ia secara terbuka mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke level klub setelah kontraknya bersama skuad Samurai Biru rampung pasca-Piala Asia 2027. Posisi kepelatihan Timnas Jepang nantinya telah dipersiapkan untuk diambil alih oleh pelatih skuad U-23, Go Oiwa.
“Saya lebih cocok menjadi pelatih klub di mana saya bisa berlatih dengan para pemain setiap hari dan merasakan pertumbuhan mereka secara langsung. Ketimbang membesut tim nasional yang mana kami cuma berkumpul beberapa waktu saja untuk laga internasional lalu berpisah,” urai mantan pelatih Sanfrecce Hiroshima tersebut. Alasan inilah yang menutup pintu bagi asosiasi negara mana pun yang ingin meminangnya.
Prospek Karier di Liga Belgia
Penolakan terhadap tawaran internasional ini sangat beralasan mengingat Moriyasu tengah merintis jalan untuk menembus kerasnya kompetisi benua Eropa.
Pelatih berusia 58 tahun tersebut santer dikabarkan bakal segera merapat ke klub divisi utama Liga Belgia, Sint-Truiden. Status kepemilikan klub oleh perusahaan Jepang, DMM.com, menjadikannya destinasi yang paling masuk akal sebagai batu loncatan karier di Eropa.
Sint-Truiden sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam mematangkan pilar-pilar utama Timnas Jepang, seperti kiper Zion Suzuki, Takehiro Tomiyasu, hingga kapten Wataru Endo.
Potensi kepindahan ini kian menguat berkat kedekatan personal antara Moriyasu dengan CEO Sint-Truiden, Takayuki Tateishi. Sang CEO dilaporkan telah secara resmi menyodorkan tawaran strategis tersebut untuk direalisasikan segera setelah tugas kenegaraannya usai.