Ringkasan Cepat:
- Barcelona sukses melibas tuan rumah Real Betis dengan skor telak 5-2 dalam laga lanjutan Liga Spanyol.
- Pemain Betis, Facundo Bernal, dijatuhi kartu merah pada menit ke-54 usai terlibat keributan fisik dengan Lamine Yamal.
- Pelatih Betis, Manuel Pellegrini, menuding Yamal melakukan provokasi dan mengkritik keras rentetan keputusan wasit serta VAR yang dinilai merugikan timnya.
SEVILLA – Kemenangan impresif 5-2 Barcelona atas tuan rumah Real Betis dalam lanjutan Liga Spanyol pada Sabtu malam WIB diwarnai insiden kontroversial. Laga yang berlangsung sengit tersebut memanas usai pemain Real Betis, Facundo Bernal, diusir keluar lapangan pada menit ke-54. Insiden kartu merah ini dipicu oleh keributan fisik secara langsung antara Bernal dengan bintang muda Los Cules, Lamine Yamal.
Kronologi Insiden dan Tudingan Provokasi
Berdasarkan tayangan ulang, ketegangan bermula saat Yamal merespons dengan mendorong Bernal yang sebelumnya telah mendorongnya lebih dulu. Bernal kemudian membalas secara agresif dengan memeluk dan menjatuhkan pemain sayap Timnas Spanyol tersebut hingga terkapar di atas lapangan. Pelatih Real Betis, Manuel Pellegrini, secara tegas menilai bahwa reaksi pemainnya dipicu oleh provokasi awal dari Yamal.
“Kartu merah diberikan karena provokasi dan dorongan oleh Lamine, yang dibalas oleh Facundo. Ada beberapa insiden yang sangat penting, dan sayangnya, kami selalu menjadi pihak yang dirugikan,” sesal Pellegrini memberikan keterangan usai pertandingan. Juru taktik kawakan tersebut menilai wasit keliru dalam menginterpretasikan insiden dan membuahkan keputusan yang berlebihan.

Kekecewaan Terhadap Kinerja Wasit dan VAR
Selain kartu merah yang merugikan timnya, Pellegrini juga mengkritik keras serangkaian keputusan pengadil lapangan yang dinilai berat sebelah. Ia menyoroti tajam pembatalan gol penyeimbang Cucho Hernandez pada babak pertama akibat dugaan pelanggaran handball.
Keputusan Video Assistant Referee (VAR) juga tak luput dari kecaman karena mengabaikan pelanggaran fatal Fermin Lopez. Pemain Barcelona tersebut dinilai mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai kepala lawan dalam proses terciptanya gol ketiga. Rentetan keputusan pengadil ini dinilai absud oleh Pellegrini karena secara langsung membunuh momentum perlawanan Betis yang harus bermain dengan sepuluh orang.