BIRMINGHAM, OneSportsID – Perjalanan Liverpool di kompetisi Premier League musim 2025/2026 resmi berubah menjadi mimpi buruk yang tak berkesudahan.
Berstatus sebagai juara bertahan, performa The Reds justru terjun bebas dan puncaknya kembali menelan kekalahan memalukan saat bertandang ke markas Aston Villa.
Bertanding di Villa Park pada Sabtu (16/5/2026) dini hari WIB, armada Merseyside Merah luluh lantak dihajar tuan rumah dengan skor telak 4-2.
Hasil minor pada matchday ke-37 ini menjadi kekalahan ke-12 Liverpool di liga domestik musim ini.
Dampaknya sangat fatal, Liverpool harus rela melorot ke peringkat kelima klasemen dengan raihan 59 poin, digeser oleh Aston Villa (62 poin) yang sekaligus sukses menyegel tiket menuju Liga Champions musim depan.
Lini Pertahanan Amburadul dan Rapor Merah
Keruntuhan performa Liverpool musim ini berbanding lurus dengan rapuhnya lini belakang mereka. Hingga pekan ke-37, gawang The Reds sudah terkoyak sebanyak 52 kali—catatan kebobolan terburuk di antara penghuni lima besar klasemen Premier League saat ini.
Imbas dari performa amburadul tersebut, manajer Arne Slot kini menjadi sasaran tembak utama.
Lembaga statistik Sofascore merilis data mengejutkan di mana juru taktik asal Belanda tersebut sukses mengoleksi rentetan rekor memalukan hanya dalam tempo dua tahun kariernya di Anfield.
Berikut adalah rincian rapor merah Arne Slot di kancah Premier League musim ini:
- Poin Terendah: Membawa Liverpool meraih poin terendah (59 poin) sejak musim 2015/2016.
- Kekalahan Terbanyak: Menyamai catatan 12 kekalahan dalam semusim Premier League, menjadi yang terbanyak pertama kali sejak musim 2011/2012.
- Kebobolan Terbanyak: Menjadi manajer dengan lini pertahanan paling rapuh karena kebobolan 52 gol, catatan terburuk klub sejak musim 1993/1994.
Penderitaan Slot semakin lengkap jika menghitung performa di seluruh kompetisi resmi.
Sepanjang musim ini, Liverpool secara total sudah tumbang sebanyak 20 kali. Angka ini resmi menobatkan Arne Slot sebagai manajer Liverpool dengan jumlah kekalahan terbanyak dalam satu musim sepanjang sejarah klub, melampaui rekor buruk Rafael Benitez yang menelan 19 kekalahan pada musim 2004/2005 dan 2009/2010.
Desakan Pecat dan Sikap Keras Kepala Slot
Rentetan hasil minor bin memalukan ini memicu gelombang kemarahan dari para pendukung setia klub.
Seruan pemecatan mulai menggema kencang di jagat maya, mendesak manajemen untuk segera mendepak mantan pelatih Feyenoord tersebut dari kursi kemudi sebelum musim baru dimulai.
Kendati berada di bawah tekanan hebat dan hujan kritik, Arne Slot tetap menunjukkan sikap tenang dan optimistis terkait masa depannya di Anfield.
Ia meyakini masih mengantongi modal kepercayaan penuh dari jajaran petinggi klub untuk tetap menukangi tim pada musim depan.
“Saya rasa saya tidak memutuskan itu sendirian, tetapi saya memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa saya akan menjadi manajer Liverpool musim depan. Pertama-tama, saya terikat kontrak dengan klub ini dan kedua, dari semua pembicaraan yang telah kami lakukan. Itulah pendapat saya,” tegas Slot membela diri.
Kini, manajemen Liverpool dihadapkan pada dilema besar: mempertahankan sang manajer demi menghormati ikatan kontrak, atau melakukan langkah ekstrem berupa perombakan total demi menyelamatkan marwah klub sebagai salah satu raksasa sepak bola Inggris.


