Jamie Carragher Peringatkan Liverpool: Jangan Jadi Seperti MU Usai Era Sir Alex

Berita Terkait

- Advertisement -

LIVERPOOL – Mantan bek sekaligus legenda Liverpool, Jamie Carragher, melontarkan peringatan keras kepada mantan klubnya.

Ia meminta The Reds untuk segera lepas dari bayang-bayang kesuksesan Juergen Klopp agar tidak bernasib sama seperti rival abadi mereka, Manchester United, yang hingga kini seolah masih terjebak dalam memori kejayaan Sir Alex Ferguson.

Seperti diketahui, Manchester United sangat kesulitan mengembalikan dominasi mereka di sepak bola Inggris sejak ditinggal pensiun oleh Sir Alex Ferguson.

Pria asal Skotlandia itu membesut Setan Merah pada periode 1986 hingga 2013, menjadikannya manajer tersukses dengan raihan 13 titel Premier League.

Situasi transisi serupa kini tengah dihadapi oleh Liverpool. Selama hampir satu dekade (2015-2024), publik Anfield sangat bergantung pada magis Juergen Klopp.

Pelatih asal Jerman tersebut tidak hanya mengembalikan identitas klub, tetapi juga sukses menyudahi puasa gelar juara Liga Inggris yang telah berlangsung selama 30 tahun.

Bahaya Siklus Gonta-ganti Manajer

- Advertisement -

Carragher menilai bahwa obsesi para penggemar atau manajemen untuk mencari replika sosok yang sama persis dengan Klopp adalah sebuah kesalahan yang bisa berakibat fatal.

“Tidak ada Klopp lainnya, dia sosok yang sangat unik,” tegas Jamie Carragher seperti dilansir dari Telegraph.

“Kekhawatiran utama saya adalah para pendukung Liverpool saat ini sudah mulai berperilaku seperti pendukung Man United setelah kepergian Sir Alex,” sambungnya.

Sejak berakhirnya era Sir Alex, manajemen Manchester United tercatat sudah berganti sembilan manajer, namun tak satu pun yang mampu membawa trofi Premier League kembali ke Old Trafford. Carragher tidak ingin siklus instan dan tidak sabaran itu menular ke Anfield.

“Jika Liverpool terlalu bersemangat mencari sosok ‘Klopp yang lain’, maka mereka akan rela melepas banyak manajer musim demi musim dengan harapan yang mungkin sia-sia,” ungkap pria yang kini aktif sebagai pandit sepak bola tersebut.

Dukungan Penuh untuk Arne Slot

Saat ini, kursi kepelatihan Liverpool diduduki oleh pelatih asal Belanda, Arne Slot. Datang sebagai suksesor Klopp, Slot diikat kontrak dari tahun 2024 hingga 2027.

Meski demikian, dinamika kompetisi membuat nasib Slot belakangan mulai menjadi perbincangan, memicu spekulasi apakah ia akan dipertahankan atau dilepas pada akhir musim ini.

Terlepas dari tekanan yang ada, Slot sejatinya memiliki rekam jejak yang luar biasa.

Ia sukses membawa skuad The Reds memenangi titel Premier League pada musim perdananya tahun lalu. Di musim ini, meski jalan di liga cukup berat, peluang juara bagi Liverpool masih terbuka lebar di ajang Liga Champions dan Piala FA.

- Advertisement -

Bagi Carragher, yang mengoleksi 737 penampilan bersama Si Merah, prestasi Slot tersebut sudah cukup menjadi alasan mengapa manajemen dan para fans harus bersabar dan memberinya waktu untuk membangun dinasti baru.

“Kecenderungan alami saya adalah terus mendukung Slot, karena kemenangan gelar (Premier League musim lalu) masih sangat segar dalam ingatan,” tutup Carragher.

- Advertisement -

Mingguan

Prediksi Grup D Piala Dunia 2026: Taktik Pragmatis Australia Siap Redam Kekacauan Timnas Turki

Arda Guler menjadi tumpuan kreativitas serangan Turki, sementara The Socceroos asuhan Tony Popovic akan mengandalkan serangan balik mematikan.

Prediksi Grup E Piala Dunia 2026: Misi Penebusan Dosa Jerman Ditantang Dongeng Debutan Curacao

Der Panzer asuhan Julian Nagelsmann membidik kemenangan telak untuk mengakhiri trauma masa lalu, sementara Curacao siap menumpuk pemain demi menciptakan keajaiban di Houston.

Pesta Gol di Houston: Gol Kilat Felix Nmecha Awali Kemenangan Dominan 7-1 Jerman Atas Curacao

Mencetak gol tercepat di turnamen sejauh ini, Felix Nmecha menjadi motor penggerak lini serang Jerman. Curacao sempat memberikan perlawanan lewat gol bersejarah Livano Comenencia.

Diincar Bayern Munchen €65 Juta, Wonderkid Nathaniel Brown Siap Debut Starter Bersama Jerman di Piala Dunia 2026

Mundur dari kejaran Manchester United, bek muda Eintracht Frankfurt ini bersiap mewujudkan mimpi terbesarnya di laga pembuka Grup E melawan Curacao.

Memburu Kemenangan Perdana! Prediksi Piala Dunia 2026 Kanada...

Sukses mengamankan poin pertama sepanjang sejarah di laga pembuka, Les Rouges bertekad mengukir sejarah baru di Vancouver meski lini serang mereka tengah tumpul.

Laga Hidup Mati Grup A! Prediksi Piala Dunia 2026 Ceko vs Af...

Sama-sama menelan kekalahan di laga pembuka, bentrok kedua tim yang baru kembali dari absen panjang di Piala Dunia ini diprediksi berjalan alot demi menjaga asa lolos ke fase gugur.

Menggila di Kansas City! Hat-trick Lionel Messi Bawa Argenti...

Sempat dikejutkan oleh gol Aljazair yang dianulir VAR di menit-menit awal, La Albiceleste merespons dengan dominasi penuh lewat pertunjukan magis sang kapten.

Skenario Gila Bagan Piala Dunia 2026: Kapan dan di Mana Duel...

Belum pernah sekalipun bentrok di ajang Piala Dunia, struktur bagan fase gugur tahun ini membuka asa terwujudnya duel epik antara Argentina melawan Portugal.

Trending

Prediksi Grup B Piala Dunia 2026: Ujian Berat Qata...

Tampil untuk kedua kalinya di panggung Piala Dunia, The Maroons harus mati-matian menjaga selisih gol saat menghadapi dominasi La Nati di San Francisco.

Adu Taktik di Laga Perdana Grup C Piala Dunia 2026...

Ujian pertama Carlo Ancelotti bersama Selecao akan mendapat perlawanan sengit dari Singa Atlas yang tak lagi berstatus sebagai tim kuda hitam.

Cristiano Ronaldo Bersama Generasi Emas Portugal d...

Menginjak usia 41 tahun di turnamen pamungkasnya, CR7 percaya penuh pada kedalaman skuad Selecao das Quinas, namun tetap bersikap realistis terhadap hasil akhir.

#Taggar