Seiring dengan semakin dekatnya kick-off Piala Dunia FIFA 2026, tim-tim dari seluruh penjuru dunia tengah sibuk mematangkan persiapan demi mengangkat trofi ikonik tersebut. Antusiasme besar sangat terasa di kubu Skotlandia, yang akhirnya kembali ke panggung sepak bola global untuk pertama kalinya sejak edisi 1998.
Keberhasilan mereka lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi oase setelah rentetan hasil mengecewakan di dua edisi UEFA Euro terakhir (2020 dan 2024), di mana mereka selalu gagal melangkah dari fase grup. Namun, jalan mereka di turnamen musim panas ini dipastikan tidak akan mudah. Tergabung di grup yang cukup berat bersama Brasil, Maroko, dan Haiti, ujian berat bagi skuad Tartan Army nyatanya sudah dimulai bahkan sebelum turnamen resmi digelar.
Petaka Cedera Billy Gilmour
Berdasarkan pengumuman resmi melalui laman media sosial Timnas Skotlandia, mereka dipastikan tidak akan diperkuat oleh Billy Gilmour di Piala Dunia mendatang. Sang gelandang terpaksa ditarik keluar dan menepi usai menderita cedera lutut saat Skotlandia memetik kemenangan 4-1 atas Curacao dalam laga persahabatan akhir Mei lalu.
Kehilangan Gilmour jelas menjadi pukulan telak bagi pelatih kepala, Steve Clarke. Pasalnya, pemain tersebut tengah berada dalam tren performa yang sangat positif bersama klubnya, Napoli. Sepanjang musim ini, kontribusi terbesarnya tidak hanya terlihat saat menguasai bola, tetapi juga dari etos kerjanya saat tim kehilangan penguasaan (out-of-possession), dengan catatan statistik impresif berupa:
- 11 Intersep
- 8 Tekel Sukses
Opsi Lini Tengah Pengganti
Tanpa kehadiran Gilmour sebagai motor penggerak, Steve Clarke kini dihadapkan pada tugas berat untuk meracik ulang lini tengahnya. Beruntung, Skotlandia masih memiliki beberapa opsi gelandang pekerja keras yang bisa diandalkan untuk menambal lubang tersebut, di antaranya:
- Scott McTominay (Rekan setim Gilmour di Napoli)
- John McGinn
- Lewis Ferguson
- Findlay Curtis
Cedera yang menimpa Gilmour terjadi tepat dua minggu sebelum Skotlandia memulai kampanye Piala Dunia mereka melawan wakil CONCACAF, Haiti. Jeda waktu yang tersisa ini diharapkan cukup bagi Clarke untuk melakukan penyesuaian taktik dan mencari komposisi lini tengah terbaik demi meraih hasil maksimal.



