ONESPORTS.ID – Banyak pihak sempat meragukan masa depan Timnas Jerman setelah mereka mengalami mimpi buruk berupa kegagalan lolos dari fase grup secara berturut-turut pada Piala Dunia 2018 dan 2022. Penurunan performa tersebut sempat dianggap sebagai akhir dari era keemasan Der Panzer. Namun, narasi keterpurukan itu kini sukses diputarbalikkan.
Di bawah komando taktik Julian Nagelsmann, Jerman kembali menemukan identitasnya sebagai raksasa sepak bola Eropa. Kemenangan dramatis 2-1 lewat skema comeback melawan Pantai Gading (Ivory Coast) di penyisihan grup Piala Dunia 2026 menjadi bukti sahih kebangkitan mereka. Hasil tersebut tak hanya memperpanjang rekor kemenangan beruntun mereka, tetapi juga menjadikan Jerman sebagai tim ketiga yang berhasil menyegel tiket ke babak 32 besar.
Rekor Sempurna: 11 Kemenangan Beruntun
Sejak September 2025, “Die Nationalelf” sukses menyapu bersih setiap pertandingan yang mereka jalani. Rangkaian 11 kemenangan beruntun ini diraih di berbagai ajang, mulai dari Kualifikasi Piala Dunia zona Eropa, laga persahabatan internasional, hingga panggung utama penyisihan grup Piala Dunia 2026.
Laga persahabatan (friendly match) sendiri sangat krusial bagi tim asuhan Nagelsmann untuk mematangkan taktik dan rotasi pemain sebelum bertempur di turnamen resmi.
Berikut adalah catatan fantastis 11 kemenangan terakhir Timnas Jerman:
| Tanggal | Skor | Lawan | Kompetisi |
| 20 Juni 2026 | 2 – 1 | Pantai Gading | Penyisihan Grup Piala Dunia |
| 14 Juni 2026 | 7 – 1 | Curacao | Penyisihan Grup Piala Dunia |
| 6 Juni 2026 | 2 – 1 | Amerika Serikat | Laga Persahabatan |
| 31 Mei 2026 | 4 – 0 | Finlandia | Laga Persahabatan |
| 30 Mar 2026 | 2 – 1 | Ghana | Laga Persahabatan |
| 27 Mar 2026 | 4 – 3 | Swiss | Laga Persahabatan |
| 17 Nov 2025 | 6 – 0 | Slovakia | Kualifikasi Piala Dunia |
| 14 Nov 2025 | 2 – 0 | Luksemburg | Kualifikasi Piala Dunia |
| 13 Okt 2025 | 1 – 0 | Irlandia Utara | Kualifikasi Piala Dunia |
| 10 Okt 2025 | 4 – 0 | Luksemburg | Kualifikasi Piala Dunia |
| 7 Sep 2025 | 3 – 1 | Irlandia Utara | Kualifikasi Piala Dunia |
Kapan Terakhir Kali Jerman Kalah?
Menariknya, noda terakhir dalam catatan Jerman terjadi pada 4 September 2025, saat mereka mengawali kampanye Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan hasil minor. Secara mengejutkan, Jerman tumbang 0-2 dari Slovakia.
Slovakia saat itu dimotori oleh dua pemain veteran berusia di atas 30 tahun, yakni kiper Martin Dubravka dan bek tengah Milan Skriniar, yang sukses membuat barisan penyerang Jerman frustrasi. Kekalahan itu menjadi tamparan keras, terutama karena sebagian besar pemain utama yang kini tampil apik di Piala Dunia turut bermain malam itu.
Sentuhan Magis Julian Nagelsmann
Julian Nagelsmann resmi duduk di kursi pelatih utama Timnas Jerman pada September 2023, menjelang bergulirnya ajang EURO 2024 (di mana langkah mereka terhenti di perempat final oleh sang juara, Spanyol).
Sebelum menangani timnas, pelatih muda jenius ini mencuri perhatian saat menukangi raksasa Bundesliga, Bayern Munchen, pada April 2021. Bersama Bayern, ia sukses mempersembahkan satu gelar Bundesliga dan dua Piala Super Jerman. Meski ia memiliki rekor poin per pertandingan tertinggi keempat dalam sejarah manajer Bayern Munchen, dinamika ruang ganti dan tingginya ekspektasi klub berujung pada pemecatannya di bulan Maret 2023. Kini, ia menemukan arena pembuktian terbaiknya di level tim nasional.
Tradisi Emas Der Panzer di Piala Dunia
Kebangkitan di edisi 2026 ini seakan membangkitkan kembali memori sejarah panjang Jerman sebagai penguasa turnamen empat tahunan ini. Berikut adalah daftar pencapaian terbaik Jerman sepanjang sejarah Piala Dunia:
| Tahun | Pencapaian |
| 2014 | Juara |
| 2010 | Semifinal |
| 2006 | Semifinal |
| 2002 | Runner-up |
| 1990 | Juara |
| 1986 | Runner-up |
| 1982 | Runner-up |
| 1974 | Juara |
| 1970 | Semifinal |
| 1966 | Runner-up |
| 1954 | Juara |
| 1934 | Semifinal |
“Di bawah komando taktik Julian Nagelsmann, Jerman kembali menemukan identitasnya. Meraih 11 kemenangan berturut-turut membuktikan bahwa memori kelam di edisi 2018 dan 2022 telah sepenuhnya dikubur oleh skuad Die Nationalelf.”



