BANDUNG, OneSportsID – Ambisi Persib Bandung untuk mencetak sejarah hattrick juara BRI Super League 2025/2026 harus menemui ujian berat di tikungan terakhir.
Di saat skuad Maung Bandung membutuhkan kekuatan penuh untuk mengunci gelar, mereka justru kehilangan salah satu pilar asingnya, Layvin Kurzawa, yang terpaksa masuk ruang perawatan.
Mantan bek sayap Paris Saint-Germain (PSG) itu dipastikan bakal melewatkan dua laga sisa yang sangat menentukan.
Pukulan telak ini menjadi “oleh-oleh” pahit dari kemenangan krusial Persib atas sang rival abadi, Persija Jakarta, pada pekan ke-32, Minggu (10/5/2026).
Jadi “Tumbal” Kemenangan Laga Klasik
Nasib apes menimpa Kurzawa pada menit ke-60 saat ia masuk menggantikan Luciano Guaycochea.
Alih-alih memberikan kontribusi hingga peluit panjang, Kurzawa hanya sanggup bertahan sekitar 20 menit di atas rumput hijau.
Otot hamstring-nya bermasalah, memaksanya kembali ditarik keluar lebih cepat untuk digantikan oleh Dedi Kusnandar.
Kondisi ini membuat pelatih kepala Bojan Hodak merasa sangat kehilangan. Pasalnya, grafik permainan bek asal Prancis tersebut sedang menunjukkan tren positif dalam beberapa pertandingan terakhir.
“Saya rasa dia mengalami cedera hamstring. Sangat disayangkan, padahal dia mulai bermain sangat bagus belakangan ini dan sudah kembali ke performa terbaiknya,” ungkap Hodak dengan nada kecewa merespons kondisi anak asuhnya.
Krisis Waktu Istirahat Jadi Biang Keladi
Pelatih yang telah membawa Persib berjaya dalam dua musim terakhir ini menengarai padatnya jadwal dan minimnya waktu pemulihan menjadi faktor utama robohnya fisik Kurzawa.
Dengan intensitas liga yang sangat tinggi, risiko cedera otot seperti ini memang menjadi momok menakutkan bagi setiap pelatih.
“Ketika seorang pemain tidak memiliki waktu istirahat yang cukup, hal-hal seperti ini memang terkadang terjadi dan sulit dihindari,” tambah pelatih berusia 55 tahun tersebut.
Misi Hattrick Juara Tanpa Sang Bintang
Akibat cedera ini, Kurzawa dipastikan hanya akan menjadi penonton saat Persib melakoni dua partai “final” penentu musim ini.
Persib dijadwalkan akan melakoni duel hidup mati melawan PSM Makassar pada 17 Mei dan dilanjutkan menghadapi Persijap Jepara pada 23 Mei mendatang.
Tanpa pemain yang telah mencatatkan satu assist dalam tujuh laga tersebut, Hodak menginstruksikan anak asuhnya untuk ekstra waspada.
Langkah Persib untuk merajai kompetisi selama tiga musim berturut-turut kini murni bergantung pada determinasi skuad yang tersisa di lapangan hijau.
“Kami memiliki dua pertandingan lagi jadi kami harus sangat berhati-hati. Setelah itu, hasilnya hanya bergantung pada diri kami sendiri, bukan orang lain,” pungkas Hodak menegaskan misi sapu bersih di pengujung musim.


