ONESPORTS.ID – Chelsea dilaporkan tengah mematangkan rencana untuk merekrut winger andalan sekaligus kapten West Ham United, Jarrod Bowen. Langkah strategis ini dipersiapkan The Blues menjelang dibukanya jendela bursa transfer musim panas 2026.
Menurut laporan dari jurnalis sepak bola Miguel Delaney, manajemen Chelsea memiliki ambisi untuk menyuntikkan pemain berpengalaman di kancah Liga Primer guna memperkuat daya gedor lini serang mereka.
Bowen dinilai sebagai salah satu kandidat paling ideal berkat konsistensi performanya bersama West Ham dalam beberapa musim terakhir. Selain memiliki atribut menyerang yang serba bisa, pemain internasional Inggris tersebut juga diyakini mampu menghadirkan figur kepemimpinan yang solid di ruang ganti Stamford Bridge.
Potensi Diskon Akibat Turun Kasta
Status West Ham yang baru saja dipastikan terdegradasi ke divisi Championship musim ini membuat masa depan sejumlah pemain bintang mereka, termasuk Bowen, berada di ambang pintu keluar.
Awalnya, West Ham mematok banderol harga di kisaran £50 juta untuk sang kapten. Namun, sejumlah pihak di industri sepak bola memprediksi bahwa kesepakatan transfer sangat mungkin tercapai di angka yang lebih rendah, yakni sekitar £40 juta, mengingat situasi finansial dan turun kastanya klub asal London Timur tersebut.
Meski demikian, Chelsea harus bergerak cepat karena mereka bukan satu-satunya peminat; sejumlah klub Liga Inggris lainnya dikabarkan turut memantau situasi pemain berusia 29 tahun itu.
Memori Indah Praha dan Kekecewaan Musim Ini
Bowen telah menjadi pilar tak tergantikan bagi West Ham selama beberapa tahun terakhir. Salah satu momen paling ikonisnya adalah saat mengantarkan klub menjuarai Liga Konferensi Europa (UECL) 2023.
Pada partai final tersebut, ia menjadi pahlawan kemenangan 2-1 atas Fiorentina berkat gol dramatisnya pada menit ke-90, sekaligus mengakhiri puasa gelar Eropa West Ham selama 58 tahun.
Meski sukses menutup musim 2025/2026 sebagai pencetak gol terbanyak klub dengan torehan sembilan gol di Liga Primer, Bowen gagal menyelamatkan timnya dari jurang degradasi.
Sang pemain tak dapat menutupi kekecewaannya melihat perbedaan kontras antara kejayaan masa lalu dan realitas pahit musim ini.
“Memenangi trofi itu di Praha adalah malam terbaik dalam karier saya,” ungkap Bowen. Namun, terkait situasi tim saat ini yang harus terdegradasi, ia menambahkan, “Dan itulah alasan mengapa musim ini berakhir seperti yang terjadi.”



