ONESPORTS.ID – Babak 16 besar Piala Dunia 2026 kembali menyajikan drama yang menguras emosi dan detak jantung pada Rabu (8/7/2026) pagi WIB. Argentina sukses menorehkan kebangkitan bersejarah saat menyingkirkan Mesir 3-2, sementara Timnas Swiss melaju ke perempat final usai menang dramatis lewat adu penalti kontra Kolombia.
Keajaiban 10 Menit La Albiceleste
Laga antara Argentina melawan Mesir di Stadion AT&T nyaris menjadi mimpi buruk bagi sang juara bertahan. Hingga menit ke-78, armada The Pharaohs secara mengejutkan memimpin 2-0. Situasi Argentina kian terpuruk usai Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti di babak pertama, menempatkannya pada rekor suram sebagai pemain pertama yang gagal menendang dua penalti di satu edisi Piala Dunia.
Namun, di saat jutaan pasang mata sudah mengantisipasi kepulangan mengejutkan Tim Tango, keajaiban itu datang. Pada menit ke-79, umpan silang akurat Messi dari sayap kanan sukses ditanduk oleh bek Cristian Romero untuk memperkecil kedudukan menjadi 1-2.
Momentum tersebut langsung membakar semangat skuad asuhan Lionel Scaloni. Tak berselang lama, seisi stadion bergemuruh hebat ketika Messi menebus kesalahannya lewat sebuah tendangan voli kaki kiri yang sangat keras. Bola meluncur deras tanpa sanggup dihalau kiper Mesir, mengubah papan skor menjadi 2-2.
Gempuran berlanjut, dan puncaknya terjadi pada masa injury time (90+2′). Gelandang Chelsea, Enzo Fernandez, keluar sebagai pahlawan lewat sundulan spektakulernya yang merobek jala Mesir, mengunci kemenangan comeback 3-2 untuk Argentina. Usai peluit panjang, Messi tak kuasa menahan tangis emosionalnya dan langsung dipeluk oleh seluruh rekan setim.
Rekor Super Messi dan Kontroversi
Satu gol ke gawang Mesir membuat Lionel Messi kini telah mengoleksi 8 gol di Piala Dunia 2026, menempatkannya di puncak daftar top skor sementara. Lebih fantastis lagi, La Pulga kini menjadi satu-satunya pemain dalam sejarah yang menembus 21 gol di ajang Piala Dunia, secara resmi melampaui rekor legenda seperti Diego Maradona dan Miroslav Klose.
Meski laga berakhir heroik bagi Argentina, kubu Mesir meninggalkan lapangan dengan kekecewaan mendalam. Pelatih Mesir, Hossam Hassan, bahkan secara terang-terangan melontarkan pernyataan bernada marah yang menuding bahwa hasil pertandingan tersebut “dicurangi.”
Kobel Gemilang, Swiss Pulangkan Kolombia
Di pertandingan lainnya, Timnas Swiss harus berjuang hingga titik darah penghabisan untuk menundukkan Kolombia 5-4 melalui adu penalti, setelah bermain imbang 0-0 selama 120 menit.
Laga berjalan terbuka dengan tempo tinggi sejak menit awal. Kolombia banyak mengancam lewat pergerakan Luis Diaz dan James Rodriguez, namun selalu kandas di tangan kiper Swiss, Gregor Kobel, yang tampil kesetanan. Di babak tambahan, Kolombia nyaris mencetak gol andai sundulan Jhon Lucumi tak membentur mistar, sementara tembakan jarak dekat Jaminton Campaz di menit ke-116 juga gagal menemui sasaran. Swiss pun sempat merespons lewat sepakan Granit Xhaka yang membentur tiang.
Pada drama adu penalti, tensi memuncak. Eksekutor Kolombia, Davinson Sanchez, gagal usai tembakannya menghantam mistar. Meski penendang Swiss, Manuel Akanji dan Noah Okafor, juga gagal melaksanakan tugasnya, eksekusi krusial dari Cedric Itten dan Ruben Vargas memastikan Swiss mengamankan tiket ke babak 8 besar.
“Tepat ketika semua orang mengantisipasi kekalahan mengejutkan, ketenangan sang juara bertahan kembali. Sebuah kebangkitan bersejarah ketika Argentina mencetak tiga gol dalam 10 menit terakhir.”
