MADRID, OneSportsID – Kesepakatan prinsip yang dicapai Sergio Ramos untuk mengakuisisi saham mayoritas Sevilla FC menempatkan bek legendaris tersebut ke dalam skenario baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Transformasi luar biasa dari seorang anak akademi, bintang tim utama, dan kini bersiap menjadi bos tertinggi klub tinggal selangkah lagi menjadi kenyataan.
Namun, skenario indah ini dipastikan akan menabrak dinding hukum yang tebal. Status Ramos yang hingga saat ini belum resmi mengumumkan pensiun sebagai pesepak bola profesional, dipastikan akan berbenturan langsung dengan Undang-Undang Olahraga Spanyol, khususnya klausul ketat yang populer disebut sebagai “Ley Anti-Pique” (Undang-Undang Anti-Pique).
Aturan Ketat yang Membela Integritas Kompetisi
Klausul Anti-Pique ini sengaja dimasukkan ke dalam hukum olahraga Spanyol berkaca dari skandal hubungan bisnis mantan bek Barcelona, Gerard Pique, dengan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) beberapa tahun lalu. Aturan ini dirancang demi menjaga integritas kompetisi agar tidak terjadi konflik kepentingan.
Berdasarkan Pasal 51 Undang-Undang Olahraga Spanyol, yang mengatur fungsi privat dari federasi olahraga nasional, ditegaskan aturan sebagai berikut:
“Untuk pengorganisasian aktivitas dan kompetisi olahraga resmi di tingkat negara bagian, tidak diperbolehkan menjalin hubungan komersial dengan atlet aktif yang memiliki potensi untuk berpartisipasi di dalamnya.”
Artinya, secara hukum, sangat mustahil bagi Sergio Ramos untuk memegang kendali kepemilikan Sevilla FC sembari tetap merumput sebagai pemain di kompetisi domestik Spanyol (LaLiga atau Copa del Rey) karena statusnya sebagai pemilik kompetisi sekaligus partisipan aktif.
Sempat Ditolak Mantan Presiden Sevilla
Isu benturan kepentingan ini sebenarnya bukan hal baru bagi internal klub. Pada bursa transfer musim dingin lalu, Ramos sempat melemparkan kode tertarik untuk kembali bermain membela Sevilla.
Namun, presiden klub kala itu, José MarÃa del Nido Carrasco, menolak mentah-mentah ide tersebut karena proses negosiasi penjualan saham sedang berjalan di balik layar.
“Keputusan agar Sergio Ramos tidak bermain di Sevilla adalah keputusan saya. Pihak Ramos menghubungi saya dan mengatakan ingin bermain.
Namun bagi saya, sangat tidak kompatibel jika dia sedang menganalisis situasi keuangan klub untuk menjadi pemilik, tetapi di saat yang sama dia juga bermain mengenakan seragam tim,” tegas Del Nido Carrasco kala itu.
Bola Panas di Tangan CSD
Kini, setelah dokumen transaksi pembelian 80 persen saham Sevilla FC berada di tahap finalisasi, teka-teki mengenai status karier Ramos menjadi bola panas yang harus segera diselesaikan oleh Dewan Olahraga Tinggi Spanyol (CSD).
Otoritas tersebut wajib melakukan verifikasi hukum sebelum mengesahkan Five Eleven Capital sebagai penguasa baru Sevilla.
Walau hingga kini Ramos belum memberikan pernyataan resmi apakah dirinya berniat bermain lagi di Spanyol atau memilih pensiun total, regulasi “Anti-Pique” ini memaksa sang bek legendaris untuk segera mengambil keputusan tegas: murni menjadi pebisnis di jajaran direksi, atau menunda kepemilikannya jika masih berniat mengolah si kulit bundar.


