Tim Nasional Indonesia U-20 resmi tergabung di Grup H dalam babak Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Kepastian ini didapat setelah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menggelar proses pengundian di markas mereka yang berlokasi di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (28/5/2026).
Skuad Garuda Muda asuhan Nova Arianto akan menghadapi persaingan yang cukup menantang. Mereka harus meladeni kekuatan tim unggulan Australia, rival serumpun Malaysia, serta Laos yang ditunjuk sebagai tuan rumah untuk pertandingan Grup H.
Format Baru Kualifikasi AFC
Pada edisi kualifikasi kali ini, AFC menerapkan format kompetisi yang berbeda dari sebelumnya. Sebanyak 44 negara peserta dibagi ke dalam 11 grup, namun pelaksanaannya dipisah menjadi dua tingkatan, yakni fase kualifikasi utama dan fase development (pengembangan).
Fase kualifikasi utama diisi oleh 32 tim terbaik yang menempati Grup A hingga H. Penentuan masuknya ke-32 negara ini didasarkan pada peringkat akumulasi performa mereka dalam tiga edisi turnamen terakhir. Sementara itu, 12 tim dengan peringkat terendah ditempatkan di fase development yang terbagi dalam Grup I hingga K.
Berkat rekam jejak mencapai perempat final pada edisi 2018 serta raihan empat poin di edisi 2023, Timnas Indonesia U-20 berhak mengamankan satu tempat langsung di fase kualifikasi utama.
Syarat Lolos dan Ancaman Turun Kasta
Untuk bisa melaju ke putaran final Piala Asia U-20 2027 yang akan diselenggarakan di China pada Maret tahun depan, Timnas Indonesia memiliki dua skenario. Pasukan Nova Arianto wajib keluar sebagai juara Grup H, atau berjuang masuk dalam daftar tujuh runner-up terbaik dari keseluruhan grup kualifikasi.
Sistem baru AFC ini juga menerapkan aturan promosi dan degradasi. Tim yang finis di posisi juru kunci fase kualifikasi akan terlempar ke fase development pada edisi turnamen berikutnya. Sebaliknya, tiga juara grup dan tiga runner-up dari fase development berhak naik kelas ke fase kualifikasi utama di masa mendatang.
Bagi Timnas Indonesia U-20, ajang ini menjadi momentum penting untuk membuktikan kualitas. Dalam dua partisipasi terakhir di putaran final, langkah Garuda Muda selalu terhenti di babak penyisihan grup. Lolos dari Grup H akan menjadi pijakan awal yang vital untuk memperbaiki rekor tersebut.



