ONESPORTS.ID – Jika kita memutar waktu beberapa tahun ke belakang, salah satu nama yang paling bersinar di kancah sepak bola global adalah Ansu Fati. Pemain muda ini dianggap sebagai prospek terbesar yang pernah dilahirkan oleh akademi legendaris Barcelona, La Masia, sejak ia bergabung pada tahun 2012 silam.
Ketika Fati menandatangani kontrak profesional pertamanya di Camp Nou, banyak pihak memprediksi bahwa ia akan menjadi wajah masa depan raksasa La Liga tersebut selama bertahun-tahun. Sayangnya, perjalanan karier sang penyerang tidak berjalan mulus sesuai ekspektasi.
Baca Juga : Chelsea Terpuruk, Marc Cucurella Buka Peluang Hengkang ke Raksasa La Liga
Kesulitan mendapatkan menit bermain reguler akibat rentetan cedera dan persaingan ketat membuat karier Fati tersendat. Pencapaian tertingginya bersama Barcelona terjadi pada musim 2022/2023, di mana ia mencatatkan 51 penampilan dengan kontribusi 14 gol. Demi mengembalikan ketajamannya, manajemen Blaugrana akhirnya meminjamkan sang pemain ke Brighton di Premier League, dan kemudian ke AS Monaco di Ligue 1.
Kebangkitan di Stade Louis II
Masa peminjaman di Prancis rupanya menjadi titik balik yang positif bagi Fati. Kesepakatan peminjamannya dengan AS Monaco disertai dengan klausul opsi pembelian (optional buy clause), yang memungkinkan klub tersebut untuk mempermanenkan statusnya.
Baca Juga : Man United dan Inter Milan Bersaing Pulangkan Moussa Diaby dari Arab Saudi
Kepercayaan tersebut dijawab lunas oleh Fati. Pemain berusia 22 tahun ini tampil impresif dan sukses menyarangkan 12 gol untuk Les Monegasques. Performa memukau inilah yang meyakinkan manajemen Monaco untuk segera mempertahankan jasanya dalam jangka panjang.
Berdasarkan laporan dari pakar transfer Fabrizio Romano, langkah Monaco untuk menebus Ansu Fati secara permanen bernilai €11 juta. Kesepakatan ini dipastikan akan menjadikan pemuda Spanyol tersebut sebagai bagian integral dari proyek jangka panjang klub Prancis tersebut.
Baca Juga : Usai Sabet Treble Winner, PSG Bidik Wonderkid Bournemouth Eli Junior Kroupi
Tantangan di Kompetisi Eropa
Musim depan, Ansu Fati dan rekan-rekan setimnya akan menghadapi tantangan baru di panggung Eropa. Berhubung AS Monaco hanya mampu menyelesaikan kompetisi Ligue 1 di peringkat ketujuh, skuad asuhan mereka harus berjuang merangkak melalui babak play-off UEFA Conference League.
Fase kualifikasi ini akan menjadi ujian pertama yang sangat krusial bagi Fati dan AS Monaco untuk memperebutkan satu tiket menuju babak penyisihan grup kompetisi Eropa tersebut.



