TEBING TINGGI, ONESPORTS.ID – Ketika Thomas Tuchel mengumumkan daftar 26 pemain Timnas Inggris untuk ajang Piala Dunia FIFA 2026, ada beberapa nama besar yang secara mengejutkan dicoret. Salah satu nama yang cukup disayangkan adalah Alex Scott, gelandang serang andalan AFC Bournemouth yang gagal menembus ketatnya persaingan di lini tengah The Three Lions.
Padahal, jika ada musim yang bisa dijadikan portofolio terbaik bagi Scott untuk menembus skuad tim nasional, itu adalah kampanye musim 2025/2026. Sepanjang musim tersebut, pemain berusia 22 tahun ini tampil impresif dengan mencatatkan empat gol dan satu assist dalam 39 penampilannya.
Meski angka kontribusinya saat menguasai bola cukup menonjol, etos kerjanya saat kehilangan bola (out of possession) justru yang membuat namanya santer dikaitkan dengan klub-klub raksasa Liga Primer. Tercatat, Scott sukses melakukan 36 intersep dan memenangi 39 tekel krusial.
Dibawa Berlatih ke Amerika Serikat
Meski gagal masuk skuad resmi, Tuchel dan staf pelatih Timnas Inggris tetap membutuhkan pemain berkualitas untuk menjadi lawan tanding sekaligus melengkapi sesi pemusatan latihan. Mengikutsertakan talenta muda berbakat untuk mencari pengalaman di level internasional sudah menjadi praktik umum, dan hal inilah yang dialami oleh Scott.
Gelandang serbabisa tersebut terpantau ikut turun dari pesawat rombongan The Three Lions di Florida pada Selasa sore waktu setempat.
Peluang Debut Kontra Selandia Baru
Menariknya, peran Scott di Amerika Serikat tampaknya tidak akan sekadar menjadi pelengkap di lapangan latihan. Jurnalis BBC, Sami Mokbel, melaporkan bahwa Scott diproyeksikan akan mencatatkan debut seniornya bersama Timnas Inggris dalam beberapa hari ke depan.
Kesempatan emas tersebut kemungkinan besar akan datang pada laga pemanasan (warm-up) terakhir Inggris sebelum bergulirnya Piala Dunia, yakni saat berhadapan dengan Selandia Baru pada Sabtu sore waktu setempat.
“Gelandang Bournemouth Alex Scott bersiap untuk melakoni debutnya bersama Inggris dalam pertandingan pemanasan Piala Dunia mendatang di Amerika Serikat.” — Sami Mokbel, Jurnalis BBC.



