ONESPORTS.ID – Laga pembuka Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Meksiko dan Afrika Selatan di Mexico City Stadium, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB, menyisakan satu momen yang akan dikenang sebagai salah satu kisah paling emosional dalam sejarah turnamen ini. Striker veteran El Tricolor, Raul Jimenez, tak kuasa menahan tangis setelah sukses mencetak gol ke gawang Afrika Selatan.
Gol sundulannya pada menit ke-67 bukan sekadar gol pengganda kemenangan bagi Meksiko (yang menang 2-0 lewat gol tambahan Julian Quinones), melainkan sebuah simbol perjuangan hidup dan mati seorang pesepak bola.
Pecah Telur di Usia 35 Tahun
Gol tersebut menjadi gol perdana Jimenez di ajang Piala Dunia. Sebuah torehan yang lahir di usia yang tak lagi muda, yakni 35 tahun. Menariknya, Jimenez bukanlah wajah baru di panggung akbar ini. Ia telah menjadi bagian dari skuad Timnas Meksiko sejak edisi 2014, namun dalam empat edisi partisipasinya, keran golnya di Piala Dunia seolah terkunci rapat.
Mencetak gol di hadapan puluhan ribu publik pendukung sendiri di Mexico City Stadium tentu membuat momen ini jauh lebih berkesan. Air mata yang tumpah di lapangan adalah luapan emosi atas penantian panjang yang akhirnya terbayar lunas.
Kisah Horor: Dari Retak Tengkorak ke Panggung Dunia
Di balik selebrasi emosional tersebut, tersimpan kisah yang nyaris mengakhiri hidup dan karier Jimenez pada tahun 2020. Saat masih membela Wolverhampton Wanderers di Premier League, ia terlibat dalam duel udara horor melawan David Luiz. Benturan kepala yang sangat keras itu membuat tulang tengkorak Jimenez retak hingga mengalami pendarahan otak.
Dunia sepak bola sempat meyakini bahwa kariernya telah tamat saat itu. Setelah menjalani operasi besar, ia harus menepi dari lapangan hijau selama sembilan bulan. Ketika kembali bermain, ia harus menggunakan pelindung kepala khusus.
Baca Juga : Ketajaman Ayase Ueda Guncang Eredivisie, Tiga Klub Premier League Langsung Pasang Badan Berburu Tanda Tangan
Sempat mengalami masa-masa sulit dan ketajaman yang menurun drastis hingga dilepas ke Fulham, banyak pihak yang meragukan apakah ia masih bisa kembali ke level elit. Namun, Jimenez memilih untuk bekerja dalam diam. Ia terus berjuang, membuktikan bahwa kerja keras mengalahkan keraguan, hingga akhirnya kembali masuk skuad Meksiko dan mencatatkan namanya di papan skor Piala Dunia.
Persembahan untuk Sang Ayah
Gol emosional ini diyakini oleh banyak pihak didedikasikan untuk mendiang ayahnya. Sang ayah diketahui tutup usia pada Maret 2026 lalu akibat berjuang melawan kanker pankreas.
Jimenez seolah ingin memberikan penghormatan tertinggi kepada mendiang ayahnya dengan gol yang paling berharga dalam kariernya. Momen di mana ia menengadah ke langit saat merayakan gol tersebut menjadi bukti betapa dalamnya arti gol ini bagi kehidupan pribadi sang striker.
Baca Juga : Neymar Absen Lawan Mesir, Bintang Brasil Terancam Dicoret dari Piala Dunia 2026
Meksiko memulai kampanye Piala Dunia 2026 dengan sempurna. Bagi Raul Jimenez, ini adalah pembuktian bahwa perjuangan tidak akan pernah mengkhianati hasil.
Menyala Jimenez!
“Itu adalah gol pertamanya di ajang Piala Dunia. Sebuah gol yang dicetak di usia tidak muda, 35 tahun, setelah sempat divonis kariernya tamat akibat cedera tengkorak kepala parah pada 2020 silam.”



