RIO DE JANEIRO, OneSportsID – Bukan Carlo Ancelotti namanya jika tidak berani mengambil keputusan berisiko tinggi.
Juru taktik asal Italia itu baru saja memantik perdebatan panas usai mencantumkan nama Neymar dalam daftar 55 pemain skuad sementara Timnas Brasil untuk ajang Piala Dunia 2026.
Ini adalah panggilan perdana berseragam Selecao bagi Neymar sejak Oktober 2023. Keputusan ini sontak membelah opini publik.
Di satu sisi, para pemuja Tim Samba bersorak girang menyambut kembalinya sang mega-bintang. Di sisi lain, kaum skeptis mempertanyakan kewarasan Ancelotti membawa pemain yang riwayat fisiknya akrab dengan ruang perawatan medis.
Murni Kualitas, Bukan Sentimen Masa Lalu
Menyadari keputusannya memancing keributan, Don Carlo langsung pasang badan. Ia menegaskan bahwa tiket sementara yang diberikan kepada penyerang Santos FC tersebut bukanlah bentuk belas kasihan atau sekadar nostalgia nama besar.
“Saat harus memilih, Anda harus mempertimbangkan banyak hal. Neymar adalah pemain penting bagi negara ini karena bakat luar biasa yang selalu ia tunjukkan di atas lapangan,” tegas Ancelotti kepada Reuters, Selasa (12/5/2026).
Sang pelatih sadar betul bahwa riwayat cedera sang penyerang adalah sebuah kelemahan. Namun, daya ledak yang ditunjukkan Neymar akhir-akhir ini dinilai terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja.
“Jelas, ini bukan keputusan yang mudah bagi saya. Kami harus menimbang pro dan kontranya dengan sangat cermat,” tambahnya.
Kunci Harmoni Ruang Ganti Selecao
Selain urusan skill di atas rumput hijau, ada faktor “X” lain yang membuat Ancelotti luluh.
Sosok Neymar ternyata masih menjadi magnet spiritual bagi para pemain Brasil lainnya. Kehadirannya di ruang ganti dianggap mampu mendongkrak moral skuad muda Selecao.
“Saya tahu betul bahwa Neymar sangat dicintai, tidak hanya oleh publik tetapi juga oleh rekan-rekannya sesama pemain.
Saya tidak akan menjatuhkan bom di ruang ganti. Dia sangat disukai,” beber pelatih yang identik dengan gaya kalem tersebut.
Meski menerima banyak masukan dan tekanan dari para penggawa timnas agar membawa Neymar terbang ke turnamen, Ancelotti menegaskan otoritas mutlaknya sebagai nahkoda utama.
Saat pengerucutan menjadi 26 nama final nanti, palu keputusan murni ada di tangannya.
Statistik Gacor di Tengah Badai Cedera
Keputusan berani Ancelotti sejatinya memiliki dasar yang rasional jika merujuk pada buku statistik.
Meski lebih banyak menghabiskan awal tahun 2026 berkutat dengan pemulihan cedera lutut dan melewatkan 16 pertandingan, ketajaman insting Neymar nyatanya belum sepenuhnya luntur.
Sejak kembali merumput bersama Santos FC di kompetisi domestik, pemain bernomor punggung 10 ini sukses menceploskan enam gol dan menyumbangkan tiga assist hanya dalam 13 pertandingan.
Angka pembuktian inilah yang membuat Ancelotti masih mempercayakan satu slot untuk menguji apakah tarian magis Neymar masih layak dipentaskan di panggung Piala Dunia 2026.


