BARCELONA, OneSportsID – Suhu jelang duel akbar bertajuk El Clasico semakin memanas.
Barcelona bersiap menjamu sang rival abadi, Real Madrid, di Camp Nou pada lanjutan LaLiga Spanyol, Senin (11/5/2026) dini hari WIB.
Namun, pemandangan kontras justru menyelimuti persiapan kedua tim raksasa tersebut.
Di saat skuad Blaugrana tampil solid di puncak klasemen, kubu Los Blancos justru datang dengan kondisi babak belur akibat isu internal.
Madrid dikabarkan tengah jatuh dalam krisis akibat perselisihan antarpemain, bahkan sebagian skuad diisukan mulai meragukan kapasitas kepemimpinan pelatih Alvaro Arbeloa.
Hansi Flick Pilih Tutup Mata
Merespons badai yang tengah menghantam sang rival, pelatih Barcelona, Hansi Flick, menolak untuk terpancing.
Juru taktik asal Jerman tersebut mengaku sedikit terkejut, namun menegaskan bahwa masalah internal Madrid sama sekali bukan urusannya.
“Hal seperti ini terjadi di seluruh dunia kok. Tidak hanya di Real. Saya memang sedikit kaget, tapi saya tidak masalah. Toh bukan klub saya. Bukan tim saya. Saya tidak memikirkannya,” ceplos Flick secara blak-blakan, seperti dikutip dari AS.
Bagi Flick, menjaga keharmonisan skuadnya sendiri jauh lebih krusial ketimbang mengurusi dapur tim lain.
“Saya tidak ingin membicarakan tentang Real Madrid dan apa yang terjadi di sana, bukan tugas saya. Namun, memang benar, ini semua soal tim. ‘Kami’. Dari sudut pandang saya, itu penting,” lanjutnya menegaskan filosofi kekompakan tim.
Laga Penentu Gelar Juara LaLiga
Pertarungan di Camp Nou nanti dini hari bukan sekadar laga sarat gengsi, melainkan partai penentuan nasib gelar juara LaLiga musim ini.
Di papan klasemen, Barcelona saat ini unggul terlampau jauh dengan selisih 11 poin atas Real Madrid.
Kondisi ini membuat beban berat sepenuhnya berada di pundak Arbeloa dan pasukannya. Madrid wajib menang jika ingin menjaga napas persaingan tetap hidup.
Sebaliknya, Barcelona hanya butuh hasil imbang (asal tidak kalah) untuk mengunci gelar juara secara matematis di hadapan publiknya sendiri.
Meski posisi timnya sangat diuntungkan, Hansi Flick mengharamkan anak asuhnya untuk bermain aman.
Kemenangan mutlak menjadi target utama demi menyempurnakan pesta juara di kandang sendiri.
“Kami punya tim yang fantastis dan fans yang sepenuhnya mendukung kami. Ini adalah laga Clasico juga bagi mereka, dan mereka jelas ingin menang.
Pada akhirnya, El Clasico penting untuk semuanya, kami main di kandang sendiri dan kami mau menang,” pungkas mantan pelatih Bayern Munchen tersebut dengan lugas.

