MADRID, OneSportsID – Suasana internal raksasa Liga Spanyol, Real Madrid, mendadak memanas.
Perseteruan dingin antara megabintang Kylian Mbappe dan pelatih Alvaro Arbeloa akhirnya meledak ke permukaan, memancing reaksi keras dari mantan bos Los Blancos, Jose Mourinho.
Konflik ini bermula ketika Mbappe secara terbuka melayangkan kritik pedas kepada Arbeloa seusai Real Madrid menaklukkan Ovideo dengan skor 2-0 di Santiago Bernabeu, Jumat (15/5/2026) dini hari WIB.
Curhatan Mbappe: Striker Nomor Empat
Pada laga tersebut, kapten Timnas Prancis itu harus rela memulai pertandingan dari bangku cadangan.
Baca Juga : Buntut Drama Penilaian Viral, MPR Nonaktifkan Juri LCC Kalbar
Merasa frustrasi dengan minimnya menit bermain sebagai ujung tombak utama, Mbappe blak-blakan menyebut bahwa dirinya hanya dijadikan opsi penyerang keempat oleh sang pelatih.
Komentar kontroversial itu langsung dibantah tegas oleh Alvaro Arbeloa. Mantan bek kanan Real Madrid tersebut mengaku keheranan dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengeluarkan pernyataan atau memperlakukan Mbappe seperti tuduhan yang dilontarkan sang pemain.
Mourinho Sedih dan Pasang Badan
Keributan internal di tubuh Madrid ini akhirnya terdengar oleh telinga Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal yang pernah membesut Arbeloa di Bernabeu itu mengaku sangat menyayangkan sikap Mbappe yang menyerang pelatihnya sendiri di ranah publik.
Baca Juga :Mau Mulai Panas? 4 Kontroversi Panas di Pekan Perdana Premier League 2025/2026
Mourinho secara terang-terangan pasang badan untuk membela Arbeloa. Bagi Mourinho, Arbeloa bukan sekadar mantan pemain, melainkan sosok sahabat yang sangat loyal.
“Ini menyakitkan. Karena seperti yang Anda katakan, dia adalah seorang teman. Salah satu orang yang telah memberikan segalanya untuk saya saat dia menjadi pemain, dan kini setelah dia menjadi pelatih Real Madrid, ikatan itu tetap ada,” ungkap Jose Mourinho dilansir dari Diario AS.
Sindiran Mou untuk Kehidupan Pelatih
Lebih jauh, Mourinho memberikan pesan tersirat betapa beratnya beban yang harus ditanggung oleh seorang pelatih dalam mengatur ego para pemain bintang di ruang ganti.
“Tentu saja, dia menjadi pelatih memotivasi saya lebih lagi saat segala sesuatunya berjalan baik. Tapi itulah kehidupan seorang pelatih.
Saya sering bercanda dengan mantan pemain saya yang menjadi pelatih, mengatakan kepada mereka, ‘Tunggu beberapa tahun dan Anda akan lihat berapa banyak uban yang Anda dapatkan’,” sindir mantan pelatih AS Roma tersebut.
Ia juga menekankan bahwa mengkritik dari kacamata pemain jauh lebih mudah ketimbang harus memimpin skuad.
Baca Juga : Sari Yuliati: Alokasi Irigasi NTB Harus Tepat Sasaran dan Berdampak Nyata
“Dan kemudian mereka menyadari menjadi pemain lebih mudah daripada menjadi pelatih. Saya senang dengan apa yang sudah dia capai,” puji Mourinho.
Menariknya, pembelaan dari Jose Mourinho ini muncul di tengah kencangnya rumor bahwa manajemen Real Madrid tengah mempertimbangkan untuk memulangkan The Special One ke Bernabeu guna menduduki kursi pelatih secara permanen. Patut ditunggu bagaimana akhir dari drama di ruang ganti Los Blancos ini.


