Juara bertahan Paris Saint-Germain kembali membuktikan diri sebagai kekuatan menakutkan di kancah Eropa. Skuad asuhan Luis Enrique sukses mengamankan tiket ke partai puncak Liga Champions 2025/2026 dan kini berada di ambang sejarah besar untuk mempertahankan takhta juara mereka secara beruntun.
Langkah terakhir Les Parisiens untuk kembali mengangkat trofi paling bergengsi ini akan diuji oleh raksasa Inggris, Arsenal. Bentrokan kedua tim dijadwalkan berlangsung di Puskas Arena, Budapest, pada akhir pekan ini.
Ujian Berat di Fase Liga
Perjalanan tim raksasa Prancis menuju babak final edisi kali ini sejatinya tidak berjalan mulus sejak awal. Pada format baru fase liga, penampilan tim sempat tidak konsisten hingga harus puas menyudahi kualifikasi di peringkat ke-11. Dari delapan pertandingan yang dilakoni, mereka mengemas empat kemenangan, dua hasil imbang, dan menelan dua kekalahan dari Bayern Munich serta Sporting CP.
Meski demikian, fase awal ini juga diwarnai dengan sejumlah performa impresif. Skuad Paris sempat mencatatkan kemenangan telak saat menghancurkan Bayer Leverkusen dengan skor mencolok 7-2 di Jerman, serta menumbangkan Atalanta empat gol tanpa balas dan menekuk Barcelona 2-1.
Ledakan Performa di Fase Gugur
Titik balik performa tim barulah terlihat ketika memasuki fase sistem gugur. Setelah melewati adangan ketat sesama wakil Prancis, AS Monaco, dengan keunggulan agregat tipis 5-4 di babak playoff, armada Luis Enrique mulai menunjukkan performa yang sangat brutal.
Di babak 16 besar, Chelsea menjadi korban keganasan mereka setelah dilibas dengan agregat telak 8-2. Ketangguhan sang juara bertahan berlanjut di babak perempat final dengan menyingkirkan Liverpool lewat kemenangan identik 2-0 di laga kandang maupun tandang (agregat 4-0).
Ujian mental sesungguhnya terjadi di babak semifinal saat mereka kembali bersua Bayern Munich. Melalui dua leg yang berjalan sangat dramatis, tim ibu kota Prancis ini akhirnya melaju ke final dengan agregat ketat 6-5, hasil dari kemenangan 5-4 di Paris dan menahan imbang raksasa Bavaria 1-1 di Allianz Arena.
Kvaratskhelia Jadi Motor Serangan
Meledaknya performa lini depan tim tidak lepas dari kontribusi luar biasa Khvicha Kvaratskhelia. Winger internasional Georgia tersebut tampil sebagai pemain paling berpengaruh sekaligus mencatatkan poin tertinggi di permainan Fantasy Football internal tim dengan raihan 117 poin. Kecepatan dan kreativitasnya di sektor sayap menjadi hulu ledak utama tim, mendampingi kepemimpinan bek senior Marquinhos di lini belakang.
Jika mampu menumbangkan Arsenal di laga final nanti, klub akan mencatatkan sejarah emas baru. Setelah musim lalu sukses merengkuh gelar juara usai melibas Inter Milan 5-0 di final, mereka kini membidik status sebagai klub kedua di era modern yang mampu mempertahankan gelar juara secara beruntun, menyamai torehan legendaris Real Madrid saat mencetak hattrick juara pada periode 2016 hingga 2018 silam.



